Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Depok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin Kota Depok tampak gembira. Dengan berseragam batik hijau, anggota Fatayat-Muslimat memenuhi aula Masjid Dian Al-Mahri Jl Meruyung Raya Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/5).

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Mereka bersiap sejak kemarin untuk menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dijadwalkan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok periode 2013-2018.

Dalam pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, di sepanjang jalan menuju masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Mas ini tampak bendera NU yang melambai-lambai dari pepohonan rindang. Beberapa jamaah Nahdliyat tampak berjalan santai menuju aula masjid tempat pelantikan digelar. Bus-bus dan kendaraan pribadi berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Aparat keamanan baik negeri (Polisi) maupun swasta (Banser) tampak berjaga-jaga di beberapa titik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato pengarahannya selaku Ketum PBNU, Kiai Said menyatakan pentingnya Nahdliyin Depok memahami garis perjuangan NU. Selain mengamalkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), NU Depok juga harus mendakwahkannya. Hal ini dilakukan agar bangsa ini tidak pecah, tidak tercabik-cabik, dan tererai-berai. Agama Islam harus dipahami dan dikaji, bukan dilembagakan.

“NU tidak butuh negara Islam. Sayang kalau namanya sudah kadung jadi negara Islam tetapi pejabatnya banyak yang korupsi, banyak yang dipanggil KPK. Malu nggak Islam? Makanya, NU lebih memilih negara kebangsaan, negara nasionalis, tetapi berakhlak mulia,” kata Kang Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini, lanjutnya, seperti Nabi Muhammad SAW ketika dari kota Mekah ke kota Yatsrib. Pada waktu itu, Rasulullah mendapati masyarakat yang plural. Ada orang orang Islam: Auz dan Khazraj, ada pula non muslim, Yahudi: Bani Quraidhah, Bani Qainuqa’, Bani Nadlir. Makanya di Quran banyak ayat yang mengajak bicara orang Yahudi. Artinya penduduk Yatsrib itu multikultural.

“Lalu, Rasulullah membuat perjanjian yang disepakati bersama antara kaum muslimin dan non muslim. Perjanjian tersebut terkenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah. Rasulullah menegaskan, Ini ketetapan Muhammad untuk semua warga, asal satu cita-cita, satu visi-misi, satu garis perjuangannya sesungguhnya mereka itu umat yang satu,” papar Kiai Said.

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah Saudi Arabia ini menambahkan, Nabi Muhammad berhasil membangun sebuah negara yang diikat dengan satu cita-cita dan visi-misi. Tidak diikat dengan dasar agama atau kesukuan. Nabi tidak mendeklarasikan negara berbasis agama dan suku karena di dalamnya ada Muslim dan non-Muslim, ada Arab dan non-Arab.

“Anehnya, dalam perjanjian Madinah itu sebagaimana tertulis dalam Sirah Nabawiyah juz II halaman 61, 2 setengah halaman tidak ditemukan kata-kata Islam sama sekali. Artinya Nabi membangun masyarakat berbasis budaya dan peradaban,” tegas Kiai Said.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, yang asalnya bernama Yatsrib berubah nama menjadi Madinah yang berarti peradaban (berasal dari kata tamaddun, madaniyyah, masyarakatnya disebut mutamaddin). Warganya yang benar dilindungi, yang salah dihukum. Negara seperti ini disebut Negara Madinah.

“Contohnya, ada sahabat membunuh orang Yahudi. Nabi marah besar. Barangsiapa membunuh nonmuslim berhadapan dengan saya, saya advokatnya nanti. Dan barangsiapa yang berhadapan dengan saya, maka tidak akan masuk surga,” ujar Kiai Said. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Merosotnya akhlak atau etika masyarakat akhir-akhir ini yang berujung pada intoleransi perlu disikapi oleh para dai. “Kita jangan hanya berbicara akidah saja, tapi juga harus menyampaikan bagaimana akhlak atau etika dalam Islam,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam akun twitternya @saidaqil, 23 Januari 2011.

Kang Said menyatakan bahwa pengajaran tentang akhlak juga tidak kalah penting, yaitu menempatkan manusia sebagai makhluk yang terhormat. “Jangan hanya bicara surga-neraka saja. Kalau hanya bicara itu orang akan takut. Kita harus bicara bagaimana memanusiakan manusia. Kita angkat terlebih dahulu manusia sebagai makhluk yang terhormat, baru bicara yang lain,” lanjut Kang Said.

Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

“Setelah itu barulah kita sampaikan, bahwa manusia itu harus begini, tidak boleh begitu, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pria kelahiran Cirebon ini mengingatkan agar para khatib/ dai lebih damai dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. “Dalam berdakwah jangan hanya mengancam orang dengan neraka. Sampaikan dakwah dengan damai. Tuhan itu tidak "galak", yang "galak" itu khatibnya. Tuhan itu maha pemaaf,” tegas Kang Said.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hitam-putih dalam memahami Islam. Pandangan Islam yang sempit juga lah yang menyebabkan munculnya intoleransi akhir-akhir ini. Islam tidak bisa dipahami dalam waktu singkat atau instan. “Tidak bisa memahami Islam secara instant, butuh waktu yang tidak sebentar,” tambahnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Amalan, AlaNu, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Bagi Indonesia keberadaan lembaga antirasuah seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah fardlu ain, wajib keberadaanya demi terciptanya tujuan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena korupsi telah menjadi penghalang bagi terwujudnya kesejahteraan suatu bangsa, wajib bagi kita untuk menghilangkan penghalang kemaslahatan itu dengan melakukan pemberantasan korupsi yang oleh konstitusi utamanya dimandatkan kepada KPK.

Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah saat menerima kunjungan Ketua KPK RI Agus Rahardjo di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genghong, Probolinggo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Mutawakkil bahkan meminta para santri dan warga NU untuk terus mendukung dan mendoakan KPK agar tetap istiqamah memberantas korupsi. "Tidak boleh ada yang melemahkan KPK, karena keberadaannya konstitusional dan harus kita kawal bersama," katanya.

Sementara itu, Agus Rahardjo saat menyampaikan arahan di hadapan para mahasiswa baru Sekolah Tinggi ilmu Hukum Zainul Hasan di sela-sela kunjungan, menyatakan optimis pemberantasan korupsi di Indonesia kian membaik dengan optimalnya peran KPK.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peringkat pemberantasan korupsi dalam 10 tahun terakhir, terus meningkat dari angka 17 menjadi 36 di tahun ini. Sebuah peningkatan yang harus terus dipacu, dan salah satunya dengan keterlibatan masyarakat termasuk kalangan santri dan pondok pesantren.

Lebih lanjut, Agus Rahardjo mengajak para santri dan masyarakat luas untuk melaporkan kepada KPK apabila menemukan praktik korupsi di daerah masing-masing.

"Selain penindakan, KPK memiliki mandat pencegahan korupsi yang ini harus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan pesantren dan Nahdlatul Ulama," lanjutnya.

Selain ke Pesantren Genggong, Ketua KPK juga slayurahim ke PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo, PP Sidogiri Pasuruan, setelah sebelumnya juga sowan pesantren Tebuireng dan Lirboyo. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Perwakilan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo bersama sejumlah elemen kepemudaan lainnya, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial yang diadakan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Provinsi Jawa Tengah, Rabu-Kamis (16-17/3), di Hotel Sahid Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan yang mengambil tema “Melalui Koordinasi dan Konsultasi Kita Tingkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Penanganan Konflik di Daerah” tersebut menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya adalah Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng, KH. M. Dian Nafi dan Dosen FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang, Joko J. Prihatmoko.

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial

Salah satu peserta dari Ansor, Choirudin Ahmad, menuturkan pelatihan ini penting bagi kader, kaitannya dalam mengelola manajemen konflik organisasi dan masyarakat.

“Bagaimana pun di sebuah organisasi, termasuk Ansor pasti terdapat konflik baik antar kader maupun dengan masyarakat, tinggal bagaimana kita mengelola konflik tersebut agar bernilai positif bagi semua,” terang Choirudin, yang juga Ketua PC GP Ansor Boyolali itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan pelatihan, Budiyanto menjelaskan pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini sebanyak dua kali. “Angkatan pertama dilaksanakan sekarang, kemudian angkatan berikutnya rencana akan kembali diselenggarakan di Solo, 30-31 Maret mendatang,” paparnya.

Pihaknya berharap melalui penyelenggaraan pelatihan ini, dapat menberikan bekal kepada masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Surabaya,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Walikota Surabaya mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Kepengurusan Satuan Komunitas Pramuka Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama di gedung Museum NU Jalan Gayungsari Timur No 35 Surabaya, Sabtu (10/9). Kepengurusan Sakoma Surabaya masa khidmah 2016-2021 tersebut diketuai M Masad.

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Tampak hadir dalam pengukuhan kepengurusan Sakoma yakni Ketua PCNU Surabaya Muhibin Zuhri. Selain itu pengukuhan kepengurusan Sakoma itu juga dihadiri ratusan anggota yang tergabung dalam Pramuka Sakoma seluruh Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri juga berharap Ssakoma menjadi kekuatan penopang utama misi penanaman karakter relegius dan nilai-nilai kebangsaan pada calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Generasi Aswaja menebar kemanfaatan, toleran dan merahmati seperti harumnya bunga mawar, tetapi juga tegas dan siap dalam mengahadapi semua ancaman yang merongrong ideologi dan kedaulatan bangsa," tegasnya.

Majelis Pembimbing Sakoma,? HM Jalaluddin mengatakan, dibentuknya Sakoma ini tujuannya adalah pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama. Lebih jauh adalah pembinaan generasi muda terutama di Surabaya agar perilakunya tidak meinyimpang dari sendi agama, nasionalis dan kebangsaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Selain membangkitkan Pramuka kembali terhadap para pelajar, kami juga akan membentengi dengan patron Aswaja. Selain itu juga para Pramuka akan kami gerakkan dan bekali dengan menolak paham radikalisme yang saat ini sudah masuk ke sekolah dan kampus," ujar Jalaluddin.

Saat ini ada sekitar 250 sekolah dibawah Yayasan Maarif di Surabaya. Pembentukan Sakoma di Surabaya menurut Jalaluddin adalah ketiga setelah di Kabupaten Ponorogo dan Ngawi. Rencananya Sakoma akan terus dikembangkan di lingkungan sekolah-sekolah dibawah Yayasan Maarif Nahdlatul Ulama ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menyambut baik adanya Sakoma, menurutnya, dengan Sakoma ini para generasi muda mendapat pendidikan di luar pendidikan formal yang positif. "Semoga dengan adanya Sakoma menambah nilai positif untuk para pelajar dan generasi muda di Surabaya," ujarnya. (Win/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar kegiatan tahlilan untuk para kiai dan santri yang menjadi korban serangkaian pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) beberapa tahun silam.

Kegiatan akan diselenggarakan di aula lantai 8 kantor PBNU, jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Senin (1/10) pukul 18.30 WIB dan akan dipimpin oleh sejumlah kiai.

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI

Selain tahlilan, PBNU juga akan mengeluarkan pernyataan sikap terkait peristiwa G30S PKI dan beberapa pemberontakan yang dilakukan PKI sebelumnya. Sejumlah peneliti dan pelaku sejarah juga akan memberikan testimoni mereka dalam forum ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu ? diwartakan, Ahad 30 Septermber 2012 tadi malam, ribuan orang menghadiri kegiatan tahlil akbar untuk arwah korban keganasan OKI di Monumen Bendo Magetan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Di situ pada 1948, sebanyak 108 tokoh dibunuh secara kejam oleh PKI dan dimasukkan ke dalam satu sumur,” kata Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Santri, Ahlussunnah, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Pendidikan Nasional H Mohammad Nuh, mengunjungi pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad siang (3/2). Kunjungan M Nuh beserta rombongan dilaksanakan usai menyampaikan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Yaptinu Jepara, Jawa Tengah.

Rombongan yang dikawal dari Yaptinu disambut ribuan santri yang berjajar memadati area pondok. Saat di pondok rombongan di terima lurah pondok KH Mustamir Wildan beserta keluarga besar Balekambang. 

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Oleh shohibul ma’had rombongan diajak menuju gedung SMK yang meliputi gedung baru, Lab Tata Busana dan Lab Otomotif. Disamping itu ia menyapa santri yang berasal dari Jawa dan Luar Jawa. Nuh bertanya kepada santri tentang biaya mondok perbulan. Saat mengetahui per bulan santri membayar Rp.300.000, ia pun kaget karena uang itu dalam sehari santri makan tiga kali. 

Kepada santri ia mengajak untuk tetap semangat. “Tetap semangat ya. Semangat ngajinya. Semangat belajarnya,” kata Nuh kepada sejumlah santri.

KH Mustamir Wildan mengungkapkan Mendiknas memberi kabar bahwa rombongan akan menyambangi Balekambang 2 hari sebelum kedatangannya ke Jepara. “Kebetulan simbah KH Makmun Abdullah sedang menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Namun hal itu tidak membuat kekecewaan Pak Nuh beserta rombongan,” terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Meski rombongan disambut dengan sederhana, lanjut kiai Mustamir kunjungan Mendiknas berjalan khidmad. Siang itu merupakan kunjungan M Nuh kedua kalinya ke pesantren Balekambang. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Sholawat, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock