Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jumat (29/12) lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima audiensi dari Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PP KMNU) di Gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat.

Rombongan KMNU datang diketuai Presidium Nasional (Presnas) I KMNU Hamzah Alfarisi beserta 12 anggota lainnya yang merupakan pengurus KMNU Nasional, Panitia Munas ke-4, dan perwakilan KMNU Perguruan Tinggi antara lain KMNU IPB,  KMNU STIS, dan Iman STAN.

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Tujuan audiensi selain bersilaturahim, juga mengundang KH Said Aqil Siroj untuk membuka Musyawarah Nasional ke-4 KMNU yang akan diadakan di Bogor, akhir Januari 2018 mendatang.

Hamzah memaparkan bahwa kegiatan Munas ke-4 KMNU akan diikuti oleh 24 KMNU Perguruan Tinggi se-Indonesia dan Malaysia.

Kiai Said menyambut baik perkembangan yang dicapai KMNU saat ini. Ia menyampaikan bahwa tantangan kehidupan bernegara saat ini cukup berat.

“Untuk menjadi radikal sangatlah mudah, namun untuk tetap teguh bersikap moderat itulah yang susah. Dibutuhkan komitmen kuat untuk tidak condong kiri dan tidak pula condong kanan,” tutur Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia meneruskan amanah NU sangat banyak. Amanah itu harus dikerjakan bersama-sama.

"Walau banyak fitnah yang ditujukan ke kita, jangan pernah menyerah. Percayalah bahwa mengurusi NU insyaallah banyak berkahnya,” imbuh Kiai Said.

Hamzah mengungkapkan bahwa apa yang dikerjakan KMNU tidak ada niat untuk menjadi pesaing bagi pihak mana pun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai santri, kami hanya ingin dapat berkontribusi, mengambil peran yang masih kosong dan pada akhirnya bisa saling melengkapi untuk mengerjakan tugas NU yang sangat besar tersebut.”

 

Pada akhir perbincangan, Kiai Said mengungkapkan kesediannya untuk menghadiri dan membuka Munas ke-4 KMNU. (Ahmad Nur Faid/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

Bali, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan pendirian perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Bali.

Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz ditemui di sela-sela Munas-Konbes NU 2017 di Lombok mengatakan, bahwa tim yang sudah bekerja delapan bulan ini, sedangkan terus menyusun persyaratan adminstrasi yang dibutuhkan Kementrian Dikti.

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

"Setidaknya sudah kami penuhi delapan persen persyaratan administrasi. Kami sangat intens berkomunikasi dengan PBNU," jelasnya.

H Aziz sangat optimis bahwa nantinya jika perguruan tinggi NU yang menurut rencana didirikan di Denpasar ini akan menjadi pilihan utama bagi lulusan sekolah-sekolah menengah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Tentunya ini menjadi peluang bagi kami, bahwa ini bisa berjalan dengan baik jika dikelola dengan profesional," tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

H Aziz mengakui, kendala utamanya adalah menyiapkan SDM pengajarnya karena persyaratan untuk menjalankan perguruan tinggi sekarang ini cukup ketat. Salah satunya harus ada enam dosen tetap yang linier di setiap prodi.

"Ini yang akan kita carikan solusi karena memang selama ini masalah SDM adalah masalah utama," terangnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya

Purwakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Di era digital seperti sekarang, kiai NU semestinya tidak hanya berdakwah di dunia nyata tapi harus mulai berdakwah di dunia maya. Karena daya jangkau yang lebih luas, praktis dan privasi yang kuat membuat dakwah di dunia maya ini menjadi sangat penting.

Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh KH Maman Imanulhaq saat mengisi materi dalam kegiatan Pendidikan Kader NU di Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Ahad (28/2).

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya

"Memperkuat? dakwah di hadapan jamaah majelis taklim, pesantren, dan publik secara langsung harus tetap dijalankan," kata Kang Maman yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Keadaan zaman ini juga mengharapkan para kiai untuk menyapa dan menyentuh pengguna media sosial yang didominasi oleh anak-anak muda, kaum kosmopolitan, dan kelompok sekuler yang haus akan nilai spiritualitas yang rasional, toleran, dan damai.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita harus mengakui bahwa kiai-kiai NU masih belum banyak mengisi ruang dakwah cyber," tambahnya.

Untuk itu, kita mengharapkan para kiai untuk memanfaatkan jaringan internet, terutama media sosial agar ajaran-ajaran Islam yang moderat, toleran, damai dan rahmatan lil alamin dapat menyentuh jamaah yang ada di dunia maya.

"Adanya propaganda intoleransi, radikalisasi, terorisme, pornografi dan amoral di dunia maya itu karena kurang berperannya kelompok moderat di sana," kata Pengasuh Pesantren Al-Mizan ini.

Menurut Kang Maman, sebuah postingan di media sosial dapat memberikan pengaruh terhadap sebuah kebijakan publik atau bisa juga dijadikan sebagai rujukan media massa.

"Saya pernah ngetwit kemudian banyak yang baca karena followers saya banyak, kemudian twit tersebut dijadikan sebagai rujukan kebijakan," tambahnya.

Para kiai juga diharapkan menggandeng anak muda untuk mendokumentasikan pengajian kitab kuning di pesantren, ceramah di majelis dan tablig akbar para kiai NU yang berisi ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, prinsip? ke-NU-an, dan nilai kebangsaan.

Tiga hal yang menjadi ciri khas kiai NU ini kemudian diunggah di medsos dan Youtube agar bisa diakses publik yang lebih luas di seluruh dunia. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, AlaSantri, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Gorontalo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 300 ulama tasawuf se-Asia Tenggara berkumpul di Kota Gorontalo 14-16 November 2017. Berkumpulkan para ulama tauhid tasawuf se-Asia Tenggara di Kota Gorontalo, mendapat sambutan positif dari masyarakat termasuk Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Para ulama tersebut datang ke Gorontalo untuk menghadiri Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara I. Pembukaan Muzakarah berlangsung di Masjid Baiturrahim, Gorontalo, Selasa (14/11), oleh Wagub Gorontalo Idris Rahim. 

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Hadir dalam pembukaan ini antara lain Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf AsiaTenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi; Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo Idris Rahim; Walikota Gorontalo Marten Taha; para ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, pejabat Pemprov Gorontalo serta Pemkot Gorontalo.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyatakan, tauhid tasawuf merupakan ilmu warisan Rasulullah yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

“Tauhid tasawuf merupakan ilmu yang sangat penting dalam membina akhlak, karena itu saya harap bisa membangun akhlak masyarakat yang mulia,” tegasnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, penyelanggaran Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf sejalan dengan dengan 8 program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang salah satunya fokus pada kegiatan keagamaan dan budaya yang lebih semarak.

"Gorontalo itu dikenal dengan daerah Serambi Madinah, yang memiliki filosofi adat bersendikan sara dan sara bersendikan kitabullah," imbuh Wagub.

Wagub sangat mendukung setiap kegiatan keagamaan yang tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan membangun silaturrahim antara sesama umat demi kemaslahatan daerah, bangsa dan negara.

Sementara itu, Walikota Gorontalo menyatakan sangat senang dengan kedatangan para ulama tasawuf dari berbagai negara, terutama ulama kharismatik asal Aceh Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidi yang menjadi pimpinan MPTT.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Gorontalo dan Aceh merupakan dua kota istimewa, Aceh memiliki julukan Kota Serambi Mekah, dan Gorontalo memiliki julukan Kota Serambi Madinah,” ujarnya. 

Dalam tausiyahnya Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi menyatakan, tujuan belajar tasawuf agar kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, senantiasa merasakan kehadiran Allah di manapun kita berada.

Abuya berharap kepada para pakar tauhid tasawuf sebagai ulama pewaris para nabi, agar kehadirannya membawa rahmat untuk sekalian alam. 

Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo.  Dalam Muzakarah ini hadir para ulama tasawuf antara lain Muhammad Dhiauddin Kuswandi (Pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Syekh Rohimuddin Al-Bantany (Pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara), KH Zein Djarnuzi (Pimpinan Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Indonesia, Syekh Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah/TQN), KH Ahmad (Cirebon), Abi Razali (Malaysia) dan sejumlah ulama dari Thailand dan Filipina. (Firmansyah Rohim/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, Berita, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond

Bondowoso, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bersama Jamiyah Sholawat Bondowoso (Jams Bond) menyelenggarakan mejelis shalawat bertema “Lembur dalam Cinta al-Musthafa SAW”.

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond

Acara yang diikuti masyarakat secara umum ini digelar dalam rangka memperingati hari lahir Jams Bond. Majelis shalawat berlangsung di alun-alun Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (12/10).

Ketua MWCNU Kecamatan Tamanan KH Masrur Husnan mengatakan, perhelatan tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari agenda rutin. Hanya saja, kali ini bertepatan dengan hari jadi ke-4? Jams Bond.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Alhamdulillah jam’iyah ini anggotanya sudah di luar dari Tamanan, juga ada dari Kecamatan Tlogosari, Maesan, dan Jambesari, yang aslinya jam’iyah shalawat Tamanan menjadi jamiyah sholawat Bondowoso," katanya di lokasi.

Ia juga menyampaikan rentetan acara yang meliputi khataman Al-Qur’an, paragliding (para layang), atau paramotor sekaligus menyebarkan brosur dan haul akbar. "Ini adalah wujud kecintaan kita terhadap shalawat," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara tabligh akbar tersebut akan dihadiri oleh Habib Hasyim bin Abdullah Assegef dari Banyuwangi dan KH Sholeh Ahmad, dai shalawat dari Sumber Wringin. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, AlaSantri, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menerima penghargaan "Bintang Emas Award 2014" yang berlangsung di Jakarta. Tokoh lainnya yang menerima penghargaan adalah Jenderal TNI Moeldoko, Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Jenderal Pol Sutarman, Mayjen TNI Purn TB Hasanudin.

 

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Penganugerahan Bintang Emas diberikan kepada mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara ini didasarkan loyalitas, profesionalisme dan integritas sebagai anak bangsa dalam perjalanan mengabdi kepada ibu pertiwi. Sebagai salah satu tokoh, Asad dinilai telah menunjukkan peran besar turut membangun ideologi Pancasila dan menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Penghargaan tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi Matranews.com Budi Rahardjo, Senin malam lalu. Acara malam anugerah Bintang Emas Award ini sekaligus menandai launching situs berita terbaru Matranews.com. Situs yang diawaki gabungan tim dari RMOL dan Majalah Eksekutif ini akan banyak menyajikan informasi seputar taktik dan strategi pertahanan dan keamanan negara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejumlah tokoh juga menerima penghargaan Bintang Emas Award adalah figure yang selama ini banyak mendedikasikan perannya dalam turut menjaga ibu pertiwi. Diantaranya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Menteri Pertahanan Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, mantan Wakil Kepala BIN Asad Said Ali, mantan menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Anang Iskandar, bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari, Anggota DPR dari FPDIP Mayjen TNI Pur T.B Hasanudin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato singkatnya usai menerima penghargaan Asad mengatakan, komitmen dan kontribusi bela negara tidak hanya menjadi domain TNI. Namun dibutuhkan peran serta masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang harus dipertahankan dari segala bentuk gangguan dan rongrongan.

"Untuk menjaganya, tak hanya menjadi tanggungjawab Tentara Nasional Indonesia saja, tapi juga menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat termasuk Ormas Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Asad saat menerima piala penghargaan Bintang Emas 2014, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin malam (22/12).

"Saya tegaskan bahwa tanggung jawab menjaga ideologi negara itu bukan cuma milik TNI, tapi juga Nahdlatul Ulama dan itu sudah terbukti selama negara ini berdiri," ujar Asad yang selama ini banyak aktif blusukan ke sejumlah pesantren.

 

Dia mengatakan, pesantren-pesantren NU selalu mengajarkan bahwa mencintai dan menjaga negara juga merupakan bagian daripada iman. Hal ini dapat dijumpai dalam keseharian para santri NU dan para kiai.

 

Asad mendapat penghargaan Bintang Emas karena telah mengabdikan dirinya kepada badan intelijen selama tiga dekade pada berbagai pemerintahan. Ia dipercaya menjadi pimpinan Badan Intelijen Negara pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan menjabat sampai masa pemerintahan kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Peraih doktor kehormatan dari Universitas Diponegoro ini juga disebut "Kiai Intelektual" karena rajin menulis buku tentang Pancasila dan pluralisme juga soal gerakan radikal atau terorisme di Timur Tengah.  Asad juga dikenal sangat dekat dengan almarhum Presiden Abdurahman Wahid. (red: mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Hadits, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang mengutuk keras oknum guru SD di Jombang, Jawa Timur, yang melakukan penyekapan dan pemerkosaan kepada murid perempuannya belum lama ini. Pergunu Jombang turut prihatin dan bersimpati kepada korban.

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Hal tersebut diungkapkan Ketua PC Pergunu Jombang, Ahmad Faqih melalui rilis yang diterima Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Rabu (16/11) siang. “Sosok guru yang notabene pendidik, seharusnya menjadi pengayom, penuntun ke jalan ilmu dan ahlak mulia bagi murid-muridnya justru merusak dan merenggut masa depan generasi bangsa,” kata Faqih.

Lebih lanjut, Faqih mengungkapkan guru yang berperilaku layaknya predator seperti itu harus dihukum seberat-beratnya agar peristiwa yang sama tidak terulang di masa depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pelaku harus diberi hukuman baik secara kedinasan maupun pidana,” tambah Faqih.

Pemerintah Kabupaten Jombang harus segera mengambil langkah-langkah untuk membantu pemulihan fisik dan psikis korban, serta menjamin keberlanjutan pendidikan dan masa depannya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Dinas Pendidikan Jombang harus memperkuat langkah pembinaan dan pengawasan Guru dan Tenaka Kependidikan (GTK), serta melakukan langkah konkret untuk perbaikan mental GTK di Kab Jombang, khususnya pada aspek peningkatan imam dan taqwa serta moral mereka,” tegas Faqih.

Selain itu Faqih mendorong masyarakat di lingkungan korban juga harus turut serta berperan dalam pemulihan kondisi psikis korban. Serta meningkatkan kewaspadaan agar hal sama tak terulang.

Seperti diberitakan sejumlah media, seorang guru SD berstatus Pegawai Negeri Sipil berinisial Syn, tersangka tindakan kekerasan terhadap siswinya sendiri diamankan Polres Jombang, Kamis (10/11) lalu. Warga Desa Ngoro tersebut ditangkap setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang pada (31/10). (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Habib, AlaSantri, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock