Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Belakangan ini tak sedikit paham atau gerakan anti pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara. Mereka justru mempunyai misi untuk mendirikan Negara Islam atau sistem khilafah di bumi Indonesia ini, baik secara sembunyi-sembunyi atau dilakukan dengan terang-terangan.

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila

Gerakan-gerakan tersebut terkadang diremehkan oleh banyak kalangan tatkala mereka tidak muncul ke permukaan yang sebenarnya tetap menjadi ancaman, khususunya bagi warga nahdliyin. Pada saat kondisi demikian, pihak berwenang juga tidak bertindak tegas terhadap gerakan tersebut.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Anor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto mengimbau agar warga nahdliyin berkomitmen bahwa Pancasila dan Negara Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan harus diimplementasikan oleh bangsa Indonesia.

“Langsung buat komitmen bersama soal Pancasila dan NKRI harga mati itu dan benar-benar diimplementasikan, soalnya banyak gerakan yg mulai berani anti pancasila tapi tidak ada tindakan dari pihak berwenang,” tegasnya, Ahad (28/2) lalu di Jombang.

Ia mengaku tak jarang pengikut gerakan tersebut mengelak tatkala ditegur dan diingatkan, mereka beralasan tidak ada aturan atau larangan memperluas misi dan gerakan mereka. “ketika diingatkan jawabnya gak ada aturan. Nah, komitmen tadi bisa buat referensi untuk membuat dan mempertegas aturan itu, yg lantas dibutuhkan untuk mengambil tindakan,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara sosialisasi pemerintah tentang Pancasila dan empat pilar republik Indonesia sebagai salah satu solusi dinilai tidak begitu berpengaruh tanpa adanya tindakan tegas untuk menghadang gerakan mereka yang sudah menjamur. “Jangan hanya kampanye bolak balik soal pancasila atau empat pilar tapi tidak ndang (cepat) ditindak siapa yang sudah mulai berani melawan 4 pilar itu,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Ahamad Samsul Rijal mengatakan bahwa warga nahdliyin memiliki tugas penting untuk menindak lanjuti maraknya gerakan tersebut, saat ini mereka sudah melakukan berbagai cara untuk mempengaruhi masyarakat kecil khususnya.

“Sebuah penyadaran sekaligus gerakan dengan semangat nahdliyyah agar seluruh tatanan bangsa dikembalikan, disemangati dan berpedoman kepada Pancasila sebagai azas tunggal dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. No khilafah, No Negara Islam, No sosialis dan No liberal,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Rijal sapaan akrabnya Pancasila tidak seperti yang kita kenal selama bersekolah. lima sila dalam Pancasila yang kita kenal telah berubah yaitu kemanusiaan yang maha esa (humanisme yang liberal), ketuhanan yang adil dan beradab (ideologi agama yang liberal), pluralisme universal (kesatuan sebagai pasar besar yang bebas), demokrasi langsung, bebas dan terbuka (liberalisme dalam politik) dan keadilan untuk semua bangsa (liberalisme dalam berbangsa-bernegara).

Ia menambahkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur juga akan membahas terkait gerakan anti pancasila pada tanggal 1 Maret 2016 di Hotel Mirama Surabaya dengan bentuk seminar.?

“Alhamdulillah, kemarin di PWNU Jawa Timur bertemu dengan ketua PWNU, beliau matur untuk disampaikan kepada PCNU Jombang bahwa pada tanggal 1 Maret 2016 PWNU mengundang PCNU empat orang dan Pesantren dua orang dalam Seminar Nasional "kembali ke pancasila" di Hotel Mirama Surabaya. Ada empat narasumber yang akan menyampaikan,” katanya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Ujung Lemah Abang Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, lokasi tersebut jaraknya masih berdekatan dengan pemukiman warga di sejumlah kota sekitar.

Kekhawatiran tersebut, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Anas Tahir cukup beralasan. Sebab, pihaknya menilai Indonesia belum siap dengan keberadaan PLTN, utamanya dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah seharusnya menghentikan rencana itu, karena masyarakat melakukan penolakan. “Kalau pun ingin memaksakan membangun PLTN harus mencari lokasi sejauh mungkin dari pemukiman dan benar-benar terisolir,” jelas Anas kepada wartawan usai membuka Gelar Budaya Rakyat yang diselenggarakan Lembaga Seniman dan Budaya Indonesia (Lesbumi) NU di pelataran Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (13/7) kemarin.

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Ia mengatakan, pemerintah harus rasional dalam mempersiapkan tenaga profesional dalam pembangunan PLTN. Karena dia menilai, masyarakat sampai saat ini masih belum bisa menerima dan belum siap atas keberadaan itu.

“Sebaiknya pemerintah tidak terburu-buru membangunnya. Lebih baik dilakukan kajian yang lebih mendalam dan harus jujur pada masyarakat tentang keunggulan dan kekurangan PLTN,” harapnya.

Sejauh ini, informasi yang diterima pihaknya, kajian PLTN Muria masih dalam proses dan belum selesai. Sehingga, aksi penolakan dari masyarakat, baginya, adalah sikap yang semestinya sebelum terlanjur dibangun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, berkaitan dengan gencarnya aksi penolakan yang dilakukan masyarakat di semenanjung Muria, pihaknya bakal mengikuti. “Kalau keinginan sebagian besar masyarakat menolak, ya kami juga akan menyatakan sikap menolak. Toh, sebagian besar masyarakat tersebut warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU),” tandasnya. (man/gpa)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, Hadits, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang hidup dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?..? ?

?

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)
Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita. Sesungguhnya hanya taqwalah yang dapat menylematkan kita dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat nanti. Diatara jalan yang akan menuntun kita meraih ketaqwaan adalah jalan taubat. Barang siapa bertaubat dari segalam macam tindak keburukan pastilah dia akan meraih ketaqwaan. Karena ketaqwaan itu? menuntut diri menghindar dari kemaksiatan.

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang bergelimang dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Memang demikianlah makna taubat secara bahasa yaitu kembali. Artinya, kembali meinggalkan perkara yang tercela dalam pandangan agama. Perkara yang tercela sangat banyak ragam dan tingkatannya. Bagi mereka yang berkecimpung dalam kehidupan yang sarat akan kemaksiatan maka taubat itu harus dilakukan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan tersebut. Bagi mereka yang keseharainnya selalu mengerjakan dosa-dosa kecil, maka taubatnya adalah menghindar dari dosa-dosa kecil tersebut. Karena jika ditumpuk, maka yang kecil akan menjadi besar juga. Demikian juga bagi mereka yang hiruk-pikuknya dalam kubangan kemakruhan (perkara yang dibenci agama) maka pertaubatannya dengan menghindar dari kemakruhan. Setiap pribadi harus selalu bertaubat menurut kapasitas masing-masing.

Abdul Wahhab As-Sya’roni menjabarkan berbagai tingkatan taubat. Taubat paling dasar adalah taubat yang harus dilakukan untuk kembali dari dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kemakruhan dan dari perkara yang tidak diutamakan.

Tingkatan kedua adalah bertaubat dari merasa diri sebagai orang baik, merasa dirinya telah dikasihi Allah dan bertobat dari merasa dirinya telah mampu bertaubat kepada Allah swt. Sesungguhnya berbagai macam perasaan ini aalah sebuah kesalahan yang lahir dari penyakit hati manusia yang sangat halus.

Dan puncak taubat adalah kembali mengingat Allah swt dari kelalaian mengingatnya waluapun sekejap saja. Karena melupakan-Nya adalah sebuah dosa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ma’asyiral Muslimin Rahimkumullah

Demikianlah tiga tingkatan taubat yang dijabarkan oleh As-Sya’roni. Selanjutnya tinggal kita meraba diri masing-masing dimanakan posisi kita berada dalam tiga tingkatan taubat tersebut. Andaikata kita masih berada dalam tingkat dasar, hendaklah kita pertahankan taubat kita sambil berusaha belajar menginjak taubat tingkat kedua. Dan apabila kita telah berada di tingkat kedua, maka berhati-hatilah sesungguhnya syaitan selalu mengintai kelengahan agar kita kembali terjerembab dalam kubangan dosa.

Oleh karena itu, Allah swt berfirman dalam surat Hud ayat 112

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Bertaubat tidaklah harus menunggu perbuatan dosa terlebih dahulu, tetapi setiap dosa harus segera ditaubati. Karena pada dasarnya manusia yang hidup di dunia ini berada dalam kubangan kesalahan. Baik kesalahan dhahir yang kasat mata maupun kesalahan bathin yang dilakukan hati. Sebagaimana Rasulullah saw pernah menerangkan hal ini kepada Abdillah bin Mas’ud “Barang siapa bertaubat tetapi tidak meninggalkan kesombongan dan kecongkakannya, berarti dia belum bertaubat”

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Taubat merupakan kesempatan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya yang telah melakukan kesalahan. Taubat adalah peluang emas bagi manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Oleh karena itulah jika kita ingin disayang olehnya segeralah bertaubat.

? ? ? ? ? ?

Allah swt sungguh mengistimewakan para pertaubat, apalagi jika mereka adalah orang-orang muda. Sungguh Allah swt. akan mengganti segala keburukannya menjadi kebaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. ?

Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah

Demikianlah Allah swt benar-benar mengistimewakan mereka yang bertaubat sebagaimana kisah seorang pemabuk ketika berjumpa degan Umar bin Khattab, sedangkan dia sedang membawa botol berisi menuman keras. Diceritakan pada sebuah lorong kota Madinah, Umar bin Khattab tak sengaja berjumpa dengan seorang pemuda yang sedang berjalan dengan menenteng minuman keras. Begitu pemuda itu sadar sosok yang berpapasan dengannya adalah Umar, seketika itu pula secara reflek ia sembunyikan minuman keras dibalik jubahnya.

Lalu Umar bertanya tentang botol apakah gerangan yang berada dibalik jubahnya tersebut. Begitu malunya pemuda itu akan tingkah lakunya sehingga ia berdo’a dalam hati “Ya Allah janganlah Engkau membuka rahasia –keburukan-ku. Dan janganlah Engkau permalukan diriku di hadapan Umar bin Khattab, tutuplah semua itu dan aku berjanji tidak akan minum-minuman keras lagi selamanya”.

Kemudian pemuda itupun berbohong dan menjawab bahwa yang ada di balik jubahnya adalah cukak “Ya Amiral Mukminin yang aku bawa ini adalah cukak”. Umarpun menuntut lebih jauh “bukalah sehingga aku mengetahui apa yang sebenarnya kau sembunyikan dibalik jubahmu itu”.

Maka pemuda itupun mengeluarkan botol yang berada di balik jubahnya dan masyaallah minuman keras itu telah berubah menjadi cukak yang nikmat dan segar.

Inilah bukti betapa Allah swt memang mengistimewakan para pertaubat. Mereka yang telah bertekad bulat meninggalkan keburukan pasti Allah swt ganti dengan kebaikan ‘yubaddilullahu sayyiatihim hasanatin’

Jama’ah Jumah yang Berbahagia

Kisah di atas menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa modal bertaubat bukanlah baju koko, peci ataupun sorban dan sajadah, tetapi dengan tekad bulat dan niat yang mantab dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta kesadaran bahwa hanya Allahlah yang memberi petunjuk sekaligus Sang Maha Penerima Taubat.

Bukankah pengakuan akan kesalahan dan kebulatan tekad dari Nabi Adam as. sehingga Allah swt menerima pertaubatannya setelah Nabi Adam as. terbujuk syaitan memakan buah khuldi di surga.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Jama’ah Jum’ah yang Mulia

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini semoga kita semua tergolong orang yang bertaubat. Sesungguhnya mereka yang bertaubat akan diselamatkan Allah swt dari perbuatan-perbuatan yang buruk.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Barang siapa memperkuat taubatnya, pasti dijaga Allah dari segala hal yang merusak keikhlasan dalam beramal.

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

(Pen/Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Pondok Pesantren, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jombang dikenal memiliki tokoh NU yang mumpuni. Sejumlah nama besar lahir dari kota santri ini. Gejolak juga kerap mengiringi Jombang, termasuk dalam dinamika NU.

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Cerita ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab saat silaturahim dan halal bihalal PC IPNU dan IPPNU Jombang yang juga diikuti sejumlah alumni lintas generasi di Mojokrapak, Tembelang Jombang, Jumat (14/8).

"Dulu IPNU dan IPPNU Jombang pernah pecah menjadi tiga cabang," kata Nyai Hj Mundjidah. Saat Mundjidah Wahab muda menjadi Ketua PC IPPNU, ia "hanya" mendapatkan wilayah kota yang meliputi Denanyar dan Tambakberas. Karena untuk Jombang Timur berada di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan. "Sedangkan untuk Jombang Selatan berpusat di Seblak," kenangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini sebagai imbas dari saling bersikukuhnya para fungsionaris PC IPNU kala itu. "Kepengurusan IPNU Selatan dipimpin oleh Hamid Baidlawi," kata Wakil Bupati Jombang ini. Upaya mediasi pernah dilakukan dengan mendatangkan sejumlah kiai, namun gagal. "Kalau gak geger, bukan Jombang namanya," seloroh Bu Mundjidah.

Namun "aneh"nya, meskipun terpecah menjadi tiga, setiap kepengurusan memiliki hak yang sama saat Kongres. "Masing-masing diakui dan mendapatkan kesempatan yang sama ketika Kongres IPNU dan IPPNU," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, Bu Mundjidah mengemukakan bahwa ketiga kepengurusan IPNU dan IPPNU tersebut sama-sama aktif. "Bahkan saat saya menjadi Ketua IPPNU Jombang ? tahun 1967-1968 telah memiliki grup drum band sendiri," bangganya. Dan grup drum band ini menjadi andalan NU saat ada kegiatan karnaval dan sejenisnya, lanjutnya.

Kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Jombang akhirnya kembali menjadi satu setelah para aktifis di tiga kepengurusan tersebut pulang kampung. "Karena para penggeraknya saat itu masih mondok dan tidak dapat didamaikan, maka tetap terjadi tiga kepengurusan," ungkapnya. Namun saat mereka kembali ke tanah kelahiran masing-masing, perpecahan itu akhirnya reda dengan sendirinya.

Pertemuan alumni IPNU dan IPPNU ini rutin dilaksanakan setiap Jumat terakhir di bulan Syawal. Dan untuk tahun depan, kegiatan akan dilangsungkan di rumah dinas Wakil Bupati Jombang. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Nasional, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini

Brebes,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Memperingati tahun baru 1438 Hijriyah, MTs Negeri Model Brebes akan memberikan santuan kepada 99 anak yatim. Santunan diberikan sebagai wujud kepedulian kepada anak-anak yang nasibnya kurang beruntung.Demikian disampaikan Kepala MTs N Model Brebes Drs H Moh Muntoyo, di ruang kerjanya, Sabtu (1/10).

Muntoyo menjelaskan, kegiatan santunan sudah menjadi agenda tahunan di sekolahnya. Harapannya, para siswa dan keluarga sekolah bisa memiliki sifat dan sikap kepedulian terhadap sesama. Apalagi, di bulan Muharram ini, menurutnya, adalah bulannya anak yatim. Jadi tidak keliru, kalau keluarga besar MTs N Brebes turut menggembirakan hati mereka. “Kita harus menggembirakan hati mereka dihari raya anak yatim ini,” kata Muntoyo.

Tiap anak, kata Muntoyo, mendapatkan Rp 150 ribu dan bingkisan. Meskipun nilai rupiahnya tidak seberapa, tetapi nilai kepedulian dan kasih sayangnya jauh lebih tinggi. “Santunan, akan kami berikan pada Senin (3/10) lusa,” kata Muntoyo yang juga Bendahara PCNU Kabupaten Tegal itu.

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini

Selain santunan anak yatim, juga diadakan donor darah bagi guru dan Karyawan madrasah. Donor darah terselenggara atas kerjasama dengan PMI Kabupaten Brebes dan sudah dilakukan pengambilan darahnya pada Kamis (29/9) lalu, namun hanya mendapatkan 15 kantong dari 35 guru dan karyawan yang mendaftar.

Berbagai perlombaan pun digelar untuk memeriahkan Muharraman diantaranya Lomba Adzan, MTQ, Khitobah, Kaligrafi ? dan lain-lain. “Kami ingin mengubah image, kalau tahun baru Islam itu sepi. Tapi harus meriah, namun pada jalur tatanan syariat Islam dan membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,” paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

MTs Negeri Model Brebes juga turut aktif pada Pawai Taaruf Muharraman yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes dan Yayasan Islamic Center pada Sabtu (1/10) malam. “Kami mengerahkan seluruh siswa dengan berbagai atraksi yang akan diusungnya, seperti kelompok pawai obor, drumband, kosidah, rebana, dan berbagai replica islamiyah lainnya,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk amal usaha yang dimiliki oleh GP Ansor Pringsewu di bidang pendidikan. Setelah sukses mendirikan LKP Bela Bangsa di kecamatan Sukoharjo yang bermitra dengan MA Maarif Keputran, kini di Kecamatan Ambarawa juga akan didirikan LKP yang serupa.

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan membenarkan rencana pendirian tersebut. "Betul, kami memang sedang mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan berupa pendirian LKP yang rencananya hadir di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu. Untuk saat ini baru di kecamatan Sukoharjo yang sudah berjalan dan di kecamatan Ambarawa saat ini sedang dikerjakan," jelasnya.

Selain membekali mereka dengan kursus dan pelatihan, mereka yang belajar di LKP Bela Bangsa akan dibekali dengan pendidikan Ahlusssunah Wal Jamaah ala Nahdliyah sesuai dengan visi-misi GP Ansor sendiri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim LKP di kecamatan Ambarawa M Dariyanto yang sekaligus Sekretaris GP Ansor Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa program pendirian LKP ini memang sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa terealisasi. Saat ini kami sedang menyiapkan lokasi, sarana, dan manajemen LKP serta memulai promosi ke beberapa sekolah karena memang target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Untuk lokasi, sementara berada di kelurahan Ambarawa Barat, tepatnya di kediaman sahabat Henudin dan untuk sarana sudah tersedia seperti beberapa perangkat komputer, ruang belajar, fasilitas kantin dan lain-lain.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Rencananya nama LKP di Kecamatan Ambarawa ini juga sama dengan LKP yang ada di Sukoharjo, yaitu LKP Bela Bangsa karena memang sama-sama milik GP Ansor Pringsewu. Sementara untuk program pelatihan yang diselenggarakan LKP Bela Bangsa cabang Ambarawa ada 5, yaitu kursus komputer, kursus bahasa inggris, kursus teknisi komputer & printer, Bimbel Semua Mata Pelajaran, serta Bimbingan Baca Al Quran (BBQ)," imbuh Dariyanto.

Sayangnya, saat ditanya soal biaya kursus bagi setiap peserta yang belajar di LKP ini, M. Dariyanto belum bisa memberitahu karena masih dalam tahap perhitungan. "Yang pasti lebih murah dari tempat kursus yang lain, karena kami tidak semata-mata mencari profit tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat," tegasnya. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Pendidikan, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menerima penghargaan "Bintang Emas Award 2014" yang berlangsung di Jakarta. Tokoh lainnya yang menerima penghargaan adalah Jenderal TNI Moeldoko, Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Jenderal Pol Sutarman, Mayjen TNI Purn TB Hasanudin.

 

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Penganugerahan Bintang Emas diberikan kepada mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara ini didasarkan loyalitas, profesionalisme dan integritas sebagai anak bangsa dalam perjalanan mengabdi kepada ibu pertiwi. Sebagai salah satu tokoh, Asad dinilai telah menunjukkan peran besar turut membangun ideologi Pancasila dan menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Penghargaan tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi Matranews.com Budi Rahardjo, Senin malam lalu. Acara malam anugerah Bintang Emas Award ini sekaligus menandai launching situs berita terbaru Matranews.com. Situs yang diawaki gabungan tim dari RMOL dan Majalah Eksekutif ini akan banyak menyajikan informasi seputar taktik dan strategi pertahanan dan keamanan negara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejumlah tokoh juga menerima penghargaan Bintang Emas Award adalah figure yang selama ini banyak mendedikasikan perannya dalam turut menjaga ibu pertiwi. Diantaranya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Menteri Pertahanan Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, mantan Wakil Kepala BIN Asad Said Ali, mantan menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Anang Iskandar, bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari, Anggota DPR dari FPDIP Mayjen TNI Pur T.B Hasanudin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato singkatnya usai menerima penghargaan Asad mengatakan, komitmen dan kontribusi bela negara tidak hanya menjadi domain TNI. Namun dibutuhkan peran serta masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang harus dipertahankan dari segala bentuk gangguan dan rongrongan.

"Untuk menjaganya, tak hanya menjadi tanggungjawab Tentara Nasional Indonesia saja, tapi juga menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat termasuk Ormas Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Asad saat menerima piala penghargaan Bintang Emas 2014, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin malam (22/12).

"Saya tegaskan bahwa tanggung jawab menjaga ideologi negara itu bukan cuma milik TNI, tapi juga Nahdlatul Ulama dan itu sudah terbukti selama negara ini berdiri," ujar Asad yang selama ini banyak aktif blusukan ke sejumlah pesantren.

 

Dia mengatakan, pesantren-pesantren NU selalu mengajarkan bahwa mencintai dan menjaga negara juga merupakan bagian daripada iman. Hal ini dapat dijumpai dalam keseharian para santri NU dan para kiai.

 

Asad mendapat penghargaan Bintang Emas karena telah mengabdikan dirinya kepada badan intelijen selama tiga dekade pada berbagai pemerintahan. Ia dipercaya menjadi pimpinan Badan Intelijen Negara pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan menjabat sampai masa pemerintahan kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Peraih doktor kehormatan dari Universitas Diponegoro ini juga disebut "Kiai Intelektual" karena rajin menulis buku tentang Pancasila dan pluralisme juga soal gerakan radikal atau terorisme di Timur Tengah.  Asad juga dikenal sangat dekat dengan almarhum Presiden Abdurahman Wahid. (red: mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Hadits, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock