Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dunia masa kini yang dipenuhi dengan tuntutan kesempurnaan dan persaingan sengit diantara berbagai fihak telah menimbulkan tekanan-tekanan mental bagi sebagian anggota masyarakat. Sentuhan rohani yang diberikan oleh tasawwuf ternyata mampu memberi keseimbangan jiwa dan ketenangan batin.



Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Demikian dikatakan oleh Khatib Aam PBNU KH Nasaruddin Umar dalam pembukaan Munas Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (28/6).

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Departemen Agama ini menuturkan, tantangan-tantangan baru yang dihadapi masyarakat seringkali melampaui kemampuan mereka untuk mengelolanya. Hal ini bukan hanya dialami oleh kelompok masyarakat bawah, tetapi juga kelompok atas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mencontohkan munculnya persaingan dalam dunia politik seperti dalam perebutan jabatan melalui Pilkada serta upaya untuk tetap bisa bertahan dalam kesulitan ekonomi yang terus menekan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Disinilah peran penting institusi tarekat, untuk menuangkan aspek batiniah agama dan pedalaman makna agama serta mencegah adanya praktek tidak terpuji yang keluar dari koridor akhlak Islam,” tuturnya.

Munas ini diikuti oleh sekitar 500 orang dari berbagai jamaah tarekat yang tergabung dalam Jatman. Munas merupakan forum tertinggi setelah muktamar yang bertujuan untuk mengevaluasi berbagai program yang sudah dirancang sebelumnya.

Suasana penuh ketenganan dan keteduhan hati sangat tampak dalam forum ini. Para peserta yang sebagian besar memakai baju koko warna putih, dengan tekun mengikuti rangkaian acara. Mereka adalah para kiai dan guru tarekat yang memiliki ribuan jamaah di daerahnya masing-masing.

Zikir-zikir panjang dan istighotsah selalu menjadi bagian rutin dalam sholat berjamaah yang diselenggarakan di masjid asrama haji.

Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Nasaruddin Umar, salah seorang guru tarekat dari Jawa Timur yang ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal menuturkan, tarekat saat ini semakin diterima oleh masyarakat. Jika dulu hanya komunitas santri saja yang akrab dengan tarekat, kini para birokrat, pengusaha, intelektual, termasuk dari kalangan militer secara intens mendalami tarekat. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Gubernur Jawa Timur H Soekarwo secara resmi membuka Musyawarah Kerja Wilayah atau Muskerwil yang diselenggarakan PWNU Jatim. Kegiatan yang yang berlangsung sejak Ahad hingga Senin (24-25/9)  tersebut diikuti seluruh pengurus baik unsur syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jatim, lembaga dan badan otonom serta utusan PCNU se-Jatim.

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim

Dalam sambutannya, Soekarwo mengapresiasi tema besar yang yang diusung Muskerwil ketiga yang berlangsung di Graha Residence kali ini yakni  "Percepatan implementasi program strategis NU". Dia berharap kedekatan antara ulama dan umara atau pengusa dapat terjalin dengan semakin baik.

"Mengapa Jawa Timur aman? Hal tersebut lantaran antara ulama dan umara kompak," tandas Pakde Karwo, sapaan akrabnya. Karena itu gubernur dua periode ini berharap agar kekompakan yang telah terjalin dapat dipertahankan dan ditingkatkan, lanjutnya.

Di hadapan para kiai, termasuk Wakil Rais ‘Aam dan Sekretaris Jenderal PBNU tersebut, Pakde Karwo menawarkan kepada pesantren untuk ikut terlibat dalam meningkatkan sumber daya manusia khususnya dalam sektor pendidikan. "Ini agar kita semakin siap menghadapi tantangan jaman yang terus berubah," tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan tersebut, Soekarwo menjelaskan sejumlah kemajuan yang telah diraih Pemerintahan Provinsi Jatim di berbagai hal, baik pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya. "Bahkan di sejumlah hal, kita mengalami surplus dan menjadi penyangga kebutuhan nasional," jelasnya.

Di ujung penjelasannya, Pakde Karwo meminta pesantren juga turut meningkatkan ketahanan ekonomi kelas menengah dan kecil dengan mengambangkan UMKM di setiap pesantren. |"Karena dalam kenyataannya, justru usaha kecil dan menengah inilah yang mampu menopang pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat," terangnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus dapat akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (13/5) lalu. BANPT mengadakan visiting ke kampus yang terletak di Jl. Lambao Karangsambung Bae Kudus, Jawa Tengah tersebut.

BANPT yang menugaskan dua orang asesor itu melakukan penilaian langsung mulai fisik bangunan atau sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan kurikulum yang diajarkan.

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Pembantu Direktur II Saiful  Anas menginformasikan, Tim Asesor sangat apresiatif akan potensi Akbid Muslimat NU Kudus. Lembaga berusia 4-5 tahun sudah mampu memiliki sarana prasarana pembelajaran yang lengkap.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kurikulum fiqh terapan yang dikembangkan dalam pengajaran kebidanan mendapat penilaian (apresiatif) tersendiri dari Tim Asesor. Sedangkan SDM Akbid seperti tenaga dosen diminta untuk ditingkatkan,” tutur Anas kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Kamis (16/5).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Anas menyatakan secara fisik bangunan termasuk sarprasnya sudah diakui oleh tim Asesor, sedangkan penilaian terkait kualitas SDM-nya masih harus menunggu pleno BNPT, “Memang persoalan SDM telah menjadi perhatian utama Akbid akan terus berusaha ditingkatkan kualitasnya.”kataya.

Dalam pengembangan ke depan, tandas dia, sumber daya manusia (dosen) Akbid Muslimat NU Kudus akan diarahkan penjurusannya pada Magister Kebidanan. Upaya ini menghadapi  akreditasi tahun 2014 yang salah satu instrumennya adalah SDM sesuai dengan kompetensi ilmu kebidanan.

Meskipun begitu, dosen S-2 non-kebidanan tidak perlu berkecil hati karena tetap akan diposisikan mengampu program studi. Namun pengampu khusus Prodi Kebidanan, kita arahkan yang Magister Kebidanan.

Mengenai hasil peniliaian, imbuh Anas, pihak Yayasan hanya berharap mendapat nilai maksimal yang memuaskan.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor     : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi

Cilongok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Setelah bulan Ramadhan diisi dengan kegiatan posko mudik Lebaran, di awal bulan Syawal PAC GP Ansor Cilongok Purwokerto menggelar silaturahmi kader dan sarasehan kebangsaan dengan tema Peran Ansor-Banser dalam Mengawal Tradisi dan Menjaga Keutuhan NKRI untuk Masyarakat Berkeadaban? di Aula MTs Ma’arif NU 1 Cilongok, (2/7). Pemilihan tempat di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok dikarenakan pendirian dan pembangunan madrasah ini tidak terlepas dari peran Ansor-Banser pada masanya.

Ketua PAC GP Ansor Cilongok, Mustangin ? menyampaikan kegiatan silaturahmi kader dan sarasehan kebangsaan ini dihadiri MWC NU, pembina dan ratusan kader Ansor-Banser se-Kecamatan Cilongok. Bahkan aula penuh sesak dihadiri para kader.?

Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi

“Momentum Syawal ini sangat bagus, selain untuk bersilaturahmi, waktunya sangat tepat untuk introspeksi masing-masing kader atas kesalahan yang sudah diperbuat dan untuk meningkatkan soliditas organisasi. Selain itu, momentum silaturahmi kader ini kami juga isi dengan sarasehan kebangsaan,” kata Mustangin.?

Mustangin menambahkan, dewasa ini banyak terjadi persoalan sosial, khususnya karena adanya golongan yang merongrong keutuhan NKRI. Karena itu, masalah ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menyeselesaikannya. Dan Ansor-Banser menjadi garda terdepan dalam mengawal dan menjaga keutuhan NKRI ini.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Di daerah Cilongok yang menjadi basis massa kita saja sudah ada beberapa yang kita awasi. Paham dan ideologi keras ini dikhawatirkan akan menjadi embrio paham Islam radikal,” ujar Mustangin.

Yanuar Reza G selaku sekretaris GP Ansor yang bertugas menjadi moderator memaparkan pengantar sarasehan berkaitan dengan akidah dan ideologi. Pembicara tunggal adalah Asroru Maula atau kerap dikenal dengan julukan Gus Acong. Dalam penyampaiannya, Gus Acong menyampaikan bahwa tugas Ansor-Banser sekarang ini tak mudah. Sebagai kader harus memiliki ilmu, biar ketika menghadapi golongan Islam radikal atau Islam transnasional kader dapat mengatasinya. Kader Ansor-Banser tidak boleh terkecoh dengan keberadaan mereka. Kader Ansor-Banser harus bisa memetakan siapa kawan dan siapa lawan.?

“Saya sebenarnya turut prihatin dan malu, ketika wilayah kelahiran ini sudah muncul embrio gerakan radikal yang nantinya akan berkembang,” paparnya.?

Dalam topik yang lain, Gus Acong juga menyampaikan kader Ansor-Banser harus melek terhadap politik, terlebih dalam dua tahun ke depan akan digelar pemilu serentak. “Setidaknya sebagai organisasi Ansor-Banser harus netral namun secara pribadi harus mengambil peran biar politik di wilayah Banyumas ini sehat,” ujar Gus Acong.

Sementara itu, Kasatkoryon Banser Cilongok Ischakul Chasan mengungkapkan tentang evaluasi posko mudik Lebaran. Ia terkesan dengan antusiasme kader dalam menjalankan program ini. Jadwal piket posko juga berjalan sesuai semestinya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami sampaikan terima kasih kepada tokoh NU, pembina, alumni, pengurus, polsek Cilongok, koramil Cilongok, DKAC CBP-KPP Cilongok dan tentunya kader Ansor-Banser se-Kecamatan Cilongok. Dalam Posko mudik kali ini, kami membuka lima posko terpadu, di antaranya posko pusat Masjid Attaqwa, posko unit Cikidang, posko unit Pernasidi, posko unit Pageraji dan posko unit Langgongsari. (Yanuareza/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat

Malang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Malang berkomitmen mencanangkan gerakan masyarakat sadar zakat dengan menerbitkan Buku Panduan Zakat yang akan didistribusikan kepada para masyarakat, utamanya mereka yang tergolong ekonomi mampu.

Dalam buku itu akan dijelaskan tentang segala yang berkaitan dengan zakat, seperti cara perhitungan, nishab dan ketentuan lain dalam ibadah zakat. 

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat

Program semacam ini merupakan langkah awal yang akan dilaksanakan LAZISNU Kabupaten Malang untuk memberikan pemahaman pada masyarakat kabupaten malang mengenai zakat dan yang sejenisnya. Ini adalah bentuk komitmen LAZISNU Kabupaten Malang, karena ditengarai bahwa pemahaman masyarakat akan masalah zakat masih sangat rendah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami sadar masyarakat kita masih kurang paham masalah zakat. Mereka masih bingung dan kurang mengerti apa itu zakat maal, dan apa perbedaannya dengan Infaq dan Shadaqah,” tutur Rohmat Daroini ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Malang, Selasa (21/5) kemarin.

Rencana ini awal mulanya berasal dari usulan Rahmat sendiri dengan kedudukannya sebagai bendahara LAZISNU, kemudian mendapatkan sambutan positif dari ketua LAZISNU Gus Syamsul.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam rangka untuk memuluskan jalan bagi program itu, juga sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat, LAZISNU Kabupaten Malang dalam waktu dekat berencana untuk menyelenggrakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) bagi petugas yang akan diterjunkan sebagai penarik zakat, infaq dan shadaqah.

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan jumlah pengurus sendiri, dibandingkan dengan tugas untuk menangani daerah Kabupaten Malang yang sangat luas.

“Kami juga menyadari Kabupaten Malang sangat luas, sedangkan petugas LAZISNU hanya sekitar 11 orang, adalah hal yang mustahil mampu menangani 33 kecamatan di kabupaten Malang,” kata ustadz Unisma ini.

Selain itu, para pengurus menyadari bahwa pandangan masyarakat terhadap hal yang berbau penarikan dana masih sangat rendah.

“Tantangan pertama yang besar kemungkinan akan dihadapi kita adalah pandangan masyarakat yang selama ini sangat rendah melihat orang yang menarik dana keliling dari rumah ke rumah. Akan tetapi tidak apa-apa, karena secara pelan mereka memang akan kami sadarkan bahwa semua ini adalah keharusan,” kata Rohmat.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Budaya, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corp Barisan Pelajar (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Jepara melaksanakan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama). Kegiatan berlangsung Jum’at-Ahad (12-13/6) di lapangan pantai Bandengan, kecamatan Jepara, kabupaten Jepara.?

Kegiatan tersebut dirangkai dalam bentuk perkemahan Tataran Bela Negara. Hadir sedikitnya 50 delegasi PAC se- Jepara.

Konsep pelatihan dirancang semi militer dengan harapan para peserta lebih disiplin. “Pelatihan ini tidak seperti pelatihan biasanya, kami sengaja menyelenggarakan semi militer dan tindak tegas kepada peserta yang tak bisa diatur,” ujar Ketua Panitia M. Yasifun.

Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)
Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)

Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama

Sebagai garda terdepan IPNU-IPPNU, CBP diharapkan mampu menjadi kader yang disiplin, militan dan siap mempertahankan NKRI dan Islam Ahlusunnah wal Jamaah.?

“CBP-KPP adalah wadah pelajar NU yang mendidik dan melatih di bidang kedisiplinan, keamanan, kecintaalaman, dan peduli kemanusiaan,” ujar Ketua IPNU M Khoironi saat menjadi inspektur upacara pembukaan.

Selain itu ia juga menandaskan kepada para peserta untuk tetap semangat, aktif, disiplin. Karena para peserta diklatama ini adalah calon penerus DKC CBP-KPP sebelumnya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai penerus CBP-KPP sebelumnya rekan-rekanita diharapkan lebih aktif dan giat lagi dalam mengawal IPNU-IPPNU Jepara nantinya,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selanjutnya komandan CBP menjelaskan bahwa para peserta diklatama ini memang benar-benar disiapkan untuk menjadi penerus kader CBP-KPP sebelumnya.

“Peserta nantinya kami persiapkan sebagai kader CBP-KPP selanjutnya, namun tidak kami langsung masukkan ke struktural,” ungkap Zainal Abidin Komandan CBP.

“Diklatama ini sebagai gambaran bahwa CBP-KPP itu tugasnya terjun langsung di lapangan. Selanjutnya nanti kami mantapkan dengan pelatihan-pelatihan internal,” pungkasnya. (Afandi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Gus, maaf saya lancang menulis surat untuk Anda, saya tahu anda pasti geli membaca surat saya ini, tapi biarlah. Gus, saya tulis surat ini karena sudah gerah dengan hiruk pikuk orang-orang saat ini. Gus, hari-hari ini rakyatmu sedang gundah gulana. Saking galaunya, semua hampir bicara tetang topik yang sama, dan entah kenapa kok saya sudah merasa fokus bahasannya semakin melebar.?

Gus, sebenarnya semua berawal dari dialog seorang, saya enggan membahas apakah ada yang sesuai atau tidak sesuai dengan ucapan beliau, tapi yang pasti, sebagian umat merasa tersinggung, dan mulailah cerita ini berkembang.?

Gus, kalau saja anda masih hidup, tolong ajarkan kami secara langsung bagaimana cara hidup rukun berdampingan, ajarkan kami bagaimana minoritas menghargai mayoritas, dan bagaimana pula mayoritas menghargai minortas. Gus, Anda memang bukan tanpa kekurangan, tapi gaya nyeleneh anda yang kadang membuat suasana lebih cair.?

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Saya yakin anda pasti bilang, “Kalau ada yang menistakan agama, hukumlah dia, berilah sanksi yang setimpal dan menjadi pelajaran agar bisa lebih baik, tapi yang bikin kita tergeleng-geleng, mereka yang melakukan korupsi, mereka yang mengambil uang rakyat, menebar bom, menyakiti sesama, dan yang memakan bukan hak-nya adalah yang benar-benar menistakan agama”.?

Saya setuju Gus, kemarin sore saya melihat orang-orang marginal, duduk diantaranya seorang ibu dan anaknya yang sedang berbagi sepotong roti. Lalu apa kabar dengan para koruptor itu Gus, mereka yang membuat kemiskinan di negeri ini semakin mengakar, mereka yang mungkin taat sembahyang, berangkat ke gereja, mendekatkan dahi ke tanah, bersujud di mesjid, dan berangkat ke tempat ibadah, tapi mereka membiarkan korupsi merajalela, dan berbuat seolah tak ada apa-apa.

Gus, semua orang menurut saya sekarang terlalu berani menghujat penguasa, saya tahu kritik itu perlu, tapi bukan kemudian menghina, menjelek-jelekan, atau pun menghujat. Ke mana mereka pada saat zaman Orba. Hanya Anda dan segelintir orang yang berani berhadapan dengan penguasa.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saya dengar cerita pedih Anda saat di depak oleh Pasukan Penguasa dan harus duduk di kursi belakang, padahal itu jelas-jelas acara anda dan NU. Tapi itulah anda Gus, ditakuti penguasa saat banyak orang takut dengan penguasa dan memilih tidak berhadapan dengan penguasa.

Gus, coba ceritakan bagaimana situasi saat anda dilengserkan. Apa jadinya jika anda juga melawan orang yang melengserkan anda. Saat itu anda dipaksa turun tahta, tapi anda tidak kemudian membalasnya dengan parlemen jalanan, atau bahkan pasukan berani mati anda yang sudah siap untuk berangkat ke Jakarta. Bukankah itu yang kita sebut Negarawan, lebih merendah untuk kemenangan bangsa dan negara. Tanpa ingin membuat semuanya menjadi gaduh dan berkembang pada hal-hal negatif yang justru berpotensi memecah belah bangsa.

Gus, saya dengar sekarang hampir tiap hari, ratusan bahkan ribuan orang datang ke tempat peristirahatan Anda, untuk sekedar ziarah dan memanjatkan doa. Tapi saya yakin di hati kecil anda bukan itu saja yang anda ingin. Anda ingin mereka semua bisa hidup damai, mereka semua bisa saling menghargai, saling menghormati, saling membantu selayaknya anak bangsa yang telah ditakdirkan menjadi Seorang Indonesia.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mereka tetap berpegang teguh pada akidah dan tuntunan agama, tapi juga menjaga adab, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pada dasarnya kita semua telah sepakat dengan dasar negara Pancasila dan tata aturan kebangsaan yang lain.

Gus, Anda mungkin tak akan membalas surat ini, tapi izinkan saya agar seluruh Rakyat Indonesia bisa membaca surat ini. Surat yang dibuat tanpa ada tendensi pada pihak manapun. Surat yang ditulis sebagai bentuk perhatian dan kecintaan dari warga negara terhadap bangsanya. Surat yang ingin menggugah bahwa, berjalan berdampingan, tepo seliro, tenggang rasa adalah bukan sekadar retorika, tapi sungguh sebuah falsafah hidup dan identitas bahwa kita adalah INDONESIA.

(Andi Pamungkas Rahayu)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock