Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara telah selesai melakukan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Rais Printing pada Rabu (2/9). Sebelumnya, mereka melakukan PPL di Suara Merdeka dan Jawa Pos Radar Kudus (18-25/8) untuk belajar proses peliputan berita yang hasilnya kemudian dicetak dan layout di Rais Printing.

Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi

"Jumlah peserta PPL tahun ini terbanyak dan paling berhasil di antara PPL tahun sebelumnya, karena semua tugas yang dibebankan kepada peserta sesuai dengan target jadwal yang telah ditentukan," ujar pemilik Rais Printing Raisaul Falah yang juga membimbing mahasiswa FDK dalam proses percetakan.

Rais menjelaskan bahwa setelah membimbing mahasiswa selama sekian tahun, baru kali ini ia mendapati kelompok PPL yang begitu solid, berkomitmen dan bisa diandalkan. Tidak cukup sampai di situ, pengusaha yang bergelut di dunia percetakan ini juga berpesan agar tim yang sudah terbentuk dengan baik bisa menjadi acuan bagi para mahasiswa FDK di tahun mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumya, para mahasiwa FDK angkatan 2012 ini juga telah mendapat apresiasi positif dari Kepala Biro Suara Merdeka Muhammadun Sanomae dan Kepala Biro Jepara Jawa Pos Zainal Abidin, setelah melakukan PPL di dua lembaga tersebut.

Setidaknya ada sekitar 30 berita yang telah ditulis peserta PPL di masing-masing lembaga dalam jangka waktu kurang dari sepekan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rencananya, setelah di lembaga cetak mahasiswa FDK akan melanjutkan PPL pada empat lembaga radio yang ada di Jepara seperti: R-Lisa Jepara, Pop FM Jepara, Suara Jepara dan Kartini pada (3-12/9).

Tidak hanya di media cetak dan radio, tiga perwakilan dari mahasiswa FDK antara lain Eko Beni Pratama, Ahmad Robit Himami, dan Muhammad Minanurrohman juga dikirim mengikuti PPL di Aswaja TV Jakarta (2/9). Mereka dijadwalkan selama satu bulan di Aswaja TV yang memiliki studio di kantor PBNU untuk belajar dan mengembangkan perfilman dan dunia pertelevisian.

"Ini adalah sejarah baru dan pertama kalinya mahasiswa PPL di luar kota dan bekerja sama dengan Aswaja TV, semoga para mahasiswa dapat mengikuti acara PPL ini dengan baik sampai proses pembuatan laporan nanti," kata Ketua Prodi FDK Abdul Wahab Saleem. (Saidah /Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Yangon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Militer Myanmar mengaku mulai mengadakan penyelidikan internal atas perilaku tentaranya atas tudingan adanya praktik pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Sebuah komite untuk menangani masalah ini telah dibentuk dan dipimpin Letnan Jenderal Aye Win. Meskipun, militer Myanmar tetap bersikeras bahwa operasi bersenjata yang mereka lakukan dibenarkan konstitusi, seperti dilaporkan Reuters.

Sebuah pernyataan yang dimuat di halaman Facebook Komandan Militer Jendral Senior Min Aung Hlaing mengungkapan bahwa panel akan bertanya kepada personel, "Apakah mereka mengikuti kode etik militer? Apakah mereka benar-benar mengikuti perintah selama operasi? Setelah itu (komite) akan merilis informasi secara lengkap."

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai ada "pembersihan etnis" oleh tentara Myanmar. Tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja dan sistematis yang melibatkan operasi bersenjata. Bahkan, upaya pengusiran permanen dengan mencegah Rohingya kembali pulang pun dilancarkan.

Myanmar menampik tudingan adanya praktik pemusnahan etnis. Militer setempat juga menunjukkan empati yang kurang terhadap Rohingya. Sebelumnya, Jendral Min Aung Hlaing menyatakan bahwa Muslim Rohingya bukan bagian dari penduduk asli negaranya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga tampak enggan menanggapi tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara di bawah kendalinya dengan menuduh balik bahwa media telah melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat ini lebih dari setengah juta orang Rohingya memadati kamp pengungsian di Bangladesh. Jumlah pengungsi terus bertambah meskipun Myanmar mengklaim operasi militer berhenti pada 5 September. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Cerita, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam rangka membangun Gampong Inklusi Gampong bermartabat sebagai perwujudan Kota madani di Banda Aceh, Lakpesdam PWNU Aceh terus melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak salah satunya dengan Kecamatan Kuta Alam dan para Keuchik di empat gampong (kampung) yang termasuk dalam Program Peduli Lakpesdam PWNU Aceh yaitu Gampong Mulia, Laksana, Kuta Baro dan Peunayong dikecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Camat Kuta Alam, Senin, (5/9) tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain semua Keuchik sepakat untuk sama-sama meningkatkan koordinasi antar gampong dan saling mendukung satu sama lain dalam pemberdayaan masyarakat dan aparatur gampong.

Menurut Camat Kuta Alam Ria Jelmanita, program peduli Lakpesdam PWNU Aceh ini sangat membantu proses pembangunan sumber daya manusia di gampong-gampong program, apalagi dengan melibatkat kaum minoritas dan perempuan.

Ria juga menambahkan bahwa program ini harus menjadi pilot project pembangunan gampong inklusi di Banda Aceh. "Saya sarankan Lakpesdam PWNU Aceh terus intents bekoordinasi dengan pemerintah Kota terutama Walikota, DPRK dan Bapedda serta dinas terkait lainnya,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Marini, Ketua Lakpesdam PWNU Aceh mengatakan bahwa program peduli ini adalah lannjutan dari program PNPM Peduli dan sudah berjalan sejak tahun 2010 di beberapa wilayah nusantara, sementara untuk aceh kita baru jalan sejak awal tahun 2015.

"Adapun kegiatan Lakpesdam PWNU Aceh ke depan lebih fokus pada peningkatan kapasitas aparatur gampong tentang tugas dan fungsi Keuchik, Tuha Peut, dan Kepala Dusun serta membantu merumuskan reusam gampong yang inklusif serta meningkatkan tata kelola Badan usaha Milik Gampong (BUMG),” tutup Marini. (Ismi Amran/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengimbau kepada panitia muktamar untuk bertindak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

“Saya harap panitia bertindak sesuai AD/ART. Biarkan peserta masuk tanpa syarat menulis calon Ahwa,” ujar Gus Sholah usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Jumat (31/7) sore.

Gus Sholah mengatakan, ada laporan bahwa calon peserta muktamar tidak diizinkan panitia masuk arena muktamar lantaran belum menulis sembilan nama calon formatur (Ahlul Halli Wal Aqdi/Ahwa).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Orang yang mau daftar untuk jadi peserta diharuskan menuliskan sembilan nama tersebut. Nah, orang-orang itu tidak mau menulis. Karena itu harus diputuskan di muktamar,” ungkapnya.

"Wong itu belum diputuskan di muktamar kok dipaksakan gitu lho. Lha kalau nggak mau menulis ya jangan dipaksa. Kalau nggak mau menulis lalu nggak bisa jadi peserta muktamar, dari mana itu. Itu nggak ada di AD/ART,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Gus Sholah, peserta yang tercantum namanya tetap berhak masuk ke arena muktamar. “Saya kira nggak perlu menulis nama itu. Ini kan memaksakan kehendak namanya,” tegasnya.

Adik kandung Gus Dur ini berharap peserta yang datang ke Jombang bisa masuk arena muktamar tanpa ada syarat. “Daftar tanpa ada syarat apapun dan harus diterima sebagai peserta,” harapnya.

Panitia diharap fair dan tidak memihak calon manapun. “Juga jangan ada politik uang. Itu pasti. Mata dunia dan mata akhirat melihat muktamar ini. Apabila muktamar masih mengulangi permainan politik uang seperti di Makassar, Mbah Hasyim akan menangis,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Tokoh, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dijadwal hadir di acara penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Barat di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, Ahad (10/12) mendatang.

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon

Kepastian kehadiran Panglima TNI disampaikan Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin pada saat melakukan peninjauan lokasi kegiatan muskerwil di Komplek Ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon beberapa waktu yang lalu.

Selain Panglima TNI, juga dijadwalkan hadir Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Rais Am Idaroh Aliyah JATMAN Habib Luthfi bin Yahya.

Penanggung jawab kegiatan Muskerwil Jatman KH Zamzami Amin kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengatakan, kehadiran ketiga tokoh penting ini dalam rangka memberikan arahan kepada peserta muskerwil yang akan menghadiri Muktamar XII Jatman yang berlangsung di Pekalongan akhir Desember mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, Panglima TNI akan memberikan ceramah tentang Cinta Tanah Air, bela negara dan teritorial NKRI, sedangkan Kapolda akan ceramah tentang menanggulangi aliran radikalisme dan terorisme, membantu generasi muda/santri dari aliran yang ingin mengganti idelogi Pancasila dengan khilafah. Kemudian Habib Luthfi akan memberikan pembekalan kepada seluruh pengunjung yang hadir.

"Ada sekitar 20 ribu tamu dari seluruh delegasi se Jawa Barat yang akan menghadiri acara penutupan yang dikemas bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi SAW", tutur Kiai Zamzami.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan Kiai Zamzami, kegiatan muskerwil dan peringatan maulid adalah murni kegiatan organisasi dan keagamaan dan tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan politik tahun 2018 mendatang baik yang berkaitan dengan pemilihan bupati (Pilbub) atau pemilihan gubernur (Pilgub).

Kiai Zamzami mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama di Cirebon dan sekitarnya untuk hadir pada penutupan muskerwil yang dihadiri Panglima TNI, Kaploda Jabar dan Habib Luthfi bin Yahya.

Koordinator kegiatan Muskerwil dan peringatan maulid Nabi SAW Ahmad Rifqi Mirza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan muskerwil dan peringatan maulid telah berjalan 90 persen, tinggal beberapa pos kegiatan yang perlu difinalkan termasuk masalah koordinasi dengan berbagai pihak terkait kehadiran Panglima TNI dan Kapolda Jawa Barat.

Pemilihan lokasi Muskerwil di Babakan Ciwaringin Cirebon menurut Kiai Zamzami, atas arahan dari Habib Luthfi melihat kesejarahan pesantren yang ada di Babakan Ciwaringin. 

Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon  awalnya hanya satu yakni Pondok Gede Raudlatut Tholibin terletak di Desa Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Pondok ini merupakan pondok pesantren tertua dan kini telah berkembang menjadi 43 pesantren.

 

Ponpes Babakan Ciwaringin didirikan sekitar tahun 1127 H/ 1715 M jauh sebelum Bangsa Indonesia ini merdeka. Selain sang pendiri Kiai Jatira gelar dari KH Hasanuddin putra KH Abdul Latief yang merupakan bagian dari Keraton Cirebon, terdapat Kyai yang penting keberadaannya pada masa-masa dimana Indonesia sedang diancam penjajah setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. 

Dialah KH Amien Sepuh bin KH Arsyad yang berkiprah memimpin pesantren mulai tahun 1916 M. Kiai Amin Sepuh yang tercatat merupakan ahlul bait, dari garis keturunan Sunan Gunung Djati sukses menjadi pengasuh hingga mencapai masa keemasan. 

Betapa tidak, Kiai Amin banyak andil dalam mencetak tokoh-tokoh agama yang handal, dimana hampir semua Kiyai sepuh di wil 3 Cirebon bahkan menyebar ke pelosok Indonesia adalah muridnya, sebut saja Kang Ayip Muh (Kota Cirebon), KH Syakur Yassin, KH Abdullah Abbas (Buntet), KH Syukron Makmun, KH Hannan, KH Sanusi, KH Machsuni (Kwitang) dan tokoh lainnya.

Tidak berhenti disitu, kiprahnya yang sangat penting dan dicatat dalam beberapa buku sejarah bangsa Indonesia, adalah saat pria yang pernah mondok langsung dengan KH Cholil Bangkalan tahun 1893 bersama KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama dan kakek mantan Presiden RI Gus Dur itu, ikut berjuang dalam perang 10 November Surabaya.

Bahkan, para kiyai khos termasuk KH Hasyim Asy’ari menunggu kabar dari KH Amin sepuh sebelum mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945.

Pengasuh di salah satu Ponpes di Babakan Ciwaringin KH Zamzami Amin membenarkan bahwa Ponpes Babakan adalah yang tertua di Indonesia, bahkan ia abadikan sejarahnya dalam buku hasil karyanya Baban Kana. Buku yang memotret secara historis Ponpes tersebut mengungkapkan lintasan Ponpes Babakan Ciwaringin yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. 

Direncanakan hadir, selain tamu undangan khusus para mursyid thariqah Jatman se Jawa Barat, acara penutupan bakal dihadiri para habaib se wilayah Cirebon, pengasuh pondok pesantren se Jawa Barat, juga santri dan alumni santri. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Berita, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Gorontalo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 300 ulama tasawuf se-Asia Tenggara berkumpul di Kota Gorontalo 14-16 November 2017. Berkumpulkan para ulama tauhid tasawuf se-Asia Tenggara di Kota Gorontalo, mendapat sambutan positif dari masyarakat termasuk Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Para ulama tersebut datang ke Gorontalo untuk menghadiri Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara I. Pembukaan Muzakarah berlangsung di Masjid Baiturrahim, Gorontalo, Selasa (14/11), oleh Wagub Gorontalo Idris Rahim. 

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Hadir dalam pembukaan ini antara lain Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf AsiaTenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi; Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo Idris Rahim; Walikota Gorontalo Marten Taha; para ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, pejabat Pemprov Gorontalo serta Pemkot Gorontalo.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyatakan, tauhid tasawuf merupakan ilmu warisan Rasulullah yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

“Tauhid tasawuf merupakan ilmu yang sangat penting dalam membina akhlak, karena itu saya harap bisa membangun akhlak masyarakat yang mulia,” tegasnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, penyelanggaran Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf sejalan dengan dengan 8 program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang salah satunya fokus pada kegiatan keagamaan dan budaya yang lebih semarak.

"Gorontalo itu dikenal dengan daerah Serambi Madinah, yang memiliki filosofi adat bersendikan sara dan sara bersendikan kitabullah," imbuh Wagub.

Wagub sangat mendukung setiap kegiatan keagamaan yang tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan membangun silaturrahim antara sesama umat demi kemaslahatan daerah, bangsa dan negara.

Sementara itu, Walikota Gorontalo menyatakan sangat senang dengan kedatangan para ulama tasawuf dari berbagai negara, terutama ulama kharismatik asal Aceh Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidi yang menjadi pimpinan MPTT.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Gorontalo dan Aceh merupakan dua kota istimewa, Aceh memiliki julukan Kota Serambi Mekah, dan Gorontalo memiliki julukan Kota Serambi Madinah,” ujarnya. 

Dalam tausiyahnya Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi menyatakan, tujuan belajar tasawuf agar kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, senantiasa merasakan kehadiran Allah di manapun kita berada.

Abuya berharap kepada para pakar tauhid tasawuf sebagai ulama pewaris para nabi, agar kehadirannya membawa rahmat untuk sekalian alam. 

Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo.  Dalam Muzakarah ini hadir para ulama tasawuf antara lain Muhammad Dhiauddin Kuswandi (Pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Syekh Rohimuddin Al-Bantany (Pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara), KH Zein Djarnuzi (Pimpinan Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Indonesia, Syekh Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah/TQN), KH Ahmad (Cirebon), Abi Razali (Malaysia) dan sejumlah ulama dari Thailand dan Filipina. (Firmansyah Rohim/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, Berita, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Khutbah, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock