Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Isu tentang haji saat ini telah banyak bergeser ke persoalan-persoalan material, seperti fasilitas trasportasi, pemondokan atau hotel, katering, dan fasilitas kesehatan, karena sejumlah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dibayar jamaah.

Akibatnya persoalan esensi haji, yakni seputar pelayanan ibadah nyaris terabaikan karena tertutup oleh isu-isu material tersebut. Tidak satupun pihak yang pernah mempertanyakan, bagaimana kualitas ibadah haji para jamaah, atau siapa yang bisa menjamin sah atau tidaknya jamaah haji selama Armina?

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Balitbang dan Diklat Kementerian Agama dalam penelitiannya (2013) berusaha melihat Kinerja Kelompok Bimbingan Haji (KBH) dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai mitra pemerintah, fenomena komersialisasi KBH terhadap jemaah, dan tingkat kepatuhan pelayanan dan bimbingan ibadah yang dilakukan KBH dengan peraturan pelayanan dan bimbingan yang telah distandarkan pemerintah.

Termuan yang diperoleh adalah standardisasi KBH menuju manajeman yang lebih baik diperlukan, karena hubungan KBH dengan jamaah sebenarnya berada pada hubungan patron-klien. Ketika terjadi ketidakpuasan jamaah, maka hak-hak jamaah bisa terlindungi sebagai konsumen. Total Performance Management penting diterapkan untuk melakukan sertifikasi KBH untuk dapat menjamin pelayanan prima kepada jamaah. Ini disebabkan, realitas menunjukkan 14,24% KBH masih melanggar ketentuan biaya yang telah ditetapkan maksimal sebesar Rp2.500.000.

Eksplorasi fakta-fakta penelitian secara kuantitatif menghasilkan beberapa temuan yang sangat penting sebagai bahan kajian dalam membuat kebijakan seputar KBH. Berdasarkan pengujian statistik inferensial didapatkan hasil indeks kepatuhan KBH signifikan pada rerata 81% yang berarti sebagian besar KBH sudah patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang ada berkaitan dengan persyaratan pendirian maupun pengelolaan KBH. Akan tetapi masih terdapat 19% KBH lain yang tidak patuh, dimana sebagian besar melanggar ketentuan rasio perbandingan jemaah dengan pembimbing ibadah sebesar 56,96%, dan kepatuhan terhadap penggunaan buku manasik dari pemerintah sebesar 40,19%. Sedangkan kepatuhan terhadap besaran biaya bimbingan KBH mencapai rerata sebesar 83%, artinya masih terdapat 17% KBH yang signifikan secara nasional menarik biaya lebih dari Rp2.500.000,- dengan rerata biaya yang mencapai Rp4.006.100,-.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penelitian tentang bimbingan ibadah di Arab Saudi menghasilkan antara lain, bahwa manasik yang dilakukan di Indonesia, baik oleh KBH dan KUA masih meninggalkan jurang pengetahuan antara bahan-bahan manasik di Indonesia dengan realitas kondisi yang ada di Arab Saudi. Konsep-konsep tentang tawaf, sai, atau tahalul dimengerti dengan baik, namun tidak selalu dapat dioperasionalkan dalam bentuk praktik ibadah dengan baik ketika di Arab Saudi. Ini artinya masih terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan praktik. Akan tetapi dalam konteks ini jamaah KBH lebih mampu teratasi karena umumnya rasio pembimbing dengan jamaah lebih kecil dibanding jamaah non-KBH. Bahkan pemaknaan serangkaian ibadah haji tidak dipahami benar, kecuali gerakan-gerakan fisik seperti dalam tawaf, sa’i, lempar jumrah, dan sebagainya.?

Dalam persoalan pelayanan bimbingan ibadah, secara kualitatif KBH memiliki keunggulan dibanding Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), karena selain rasio jamaah dengan pembimbing, umumnya jamaah haji KBH memiliki hubungan patronase dengan beberapa pembimbing KBH. Ini disebabkan hampir semua pembimbing KBH adalah tokoh agama yang telah memiliki ikatan emosional terlebih dahulu dengan calon jamaah haji.?

Meskipun demikian, TPIHI memiliki fungsi yang masih tetap harus diberdayakan, karena (TPIHI) selain merupakan ‘wakil’ pemerintah dalam kloter, juga berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap KBH dan melakukan pembimbingan bagi jamaah non-KBH. Komersialisasi KBH berada dalam beberapa aras, seperti pembayaran dam, badal haji, afdloliyah ibadah dan jasa pelayanan bus untuk ziarah. Ini disebabkan tidak adanya keterbukaan pengelolaan keuangan dan beberapa perbedaan antara KBH yang satu dengan lainnya, terutama soal biaya dam dan badal haji. (Mukafi Niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, AlaNu, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Para Kiai itu Baca Puisi

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Para kiai membaca puisi pada “bedah buku dan pentas seni dan budaya” PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta di aula PWNU Jl. MT Haryono, Selasa malam (14/05). Para kiai itu adalah Mustasyar PWNU KH Munawwir AF dan Wakil Sekretaris PWNU DIY H. Masyhuri.

Para Kiai itu Baca Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai itu Baca Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai itu Baca Puisi

KH Munawwir AF membacakan puisi berjudul Laporanku kepada Mbah Hasyim. Puisi tersebut menceritakan? amanah yang diemban sebagai penerus perjuangan Hadrotuys Syekh KH Hasyim Asyari, pendiri NU; juga kepada ajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja). H. Masyhuri membacakan puisi berjudul Kita adalah Satu.

Aula PWNU riuh rendah dengan pembacaan puisi-puisi. Para peserta antusias mendengarkannya, lantaran puisi tersebut bukanlah sembarang puisi, karena didedikasikan kepada sang maha guru, KH Hasyim Asy’ari. Seorang ulama pendiri NU, sekaligus pahlawan kemerdekaan Negara Indonesia.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kemudian puisi berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana dibacakan Taufiqurrahman, salah satu perawakilan dari PCNU DIY:

“Ku pergi tahlil kau bilang amalan jahil

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Aku baca shalawat burdah kau bilang itu bid’ah

Lalu aku harus bagaimana?......

Aku bertawasul dengan baik kau bilang aku musyrik

Aku ikut majlis dzikir kau bilang aku kafir

Lalu aku harus bagaimana?....

Aku shalat pakai niat kau bilang aku sesat

Aku mengadakan maulid kau bilang gak ada dalil yang valid

Lalu aku harus bagaimana?....”

Selain Taufiqurrahman, para anak muda NU juga tak mau kalah. Mereka ikut membaca puisi, yakni Sundari, aktivis Mata Pena. Juga Ahmad Muhlis Amrin, sastrawan muda NU berbakat.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Khutbah, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Kudus mengadakan selamatan dengan pembacaan manaqib menjelang Pelatihan Fasilitator (Latfas), Kamis (7/5) di Gedung MWCNU Mejobo Kudus, Jawa Tengah.

PC IPNU-IPPNU Kudus telah menyelesaikan beberapa program kerjanya.  Maka selain sebagai doa selamatan, manaqib ini juga sebagai agenda tasyakuran atas kesuksesan berbagai agenda yang telah terlaksana.

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

“Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas suksesnya seluruh agenda sedari kita pelantikan tanggal 9 November 2014 hingga hari ini,” ujar Joni Prabowo, Ketua Umum PC IPNU Kudus.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Usai pelantikan, IPNU-IPPNU Kudus lekas berkegiatan antara lain, pelatihan kepemimpinan bagi anggota Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik), Diklatama DKC CBP dan KPP, Lakmud dan Makesta pada tahun 2014 lalu.

Juga suksesi atas serangkaian kegiatan penyambutan hari lahir IPNU dan IPPNU, tim apresiasi seni 54, tim redaksi majalah Pilar 2015, tim Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama Yayasan Mata Air, manajemen pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan usaha akomodasi atribut IPNU-IPPNU oleh tim perekonomian.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sementara besok pun kita sudah akan mulai agenda terdekat kita, yakni pagi jam delapan ada pembukaan Latfas di tempat ini juga, serta siangnya pembukaan BPUN di ponpes Zainal Husain. Ini acara kita bersama dan butuh dukungan dan bantuan,” papar Joni saat sambutan manaqib.

Pembacaan manaqib sore itu dipimpin oleh Dwi Saifullah, mantan Ketua IPNU Kudus periode sebelumnya. Acara diikuti oleh para pengurus harian, departemen, tim redaksi majalah Pilar, Forkapik, serta para tamu undangan. (Istahiyyah/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Bondowoso, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Upaya menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap pilar bangsa harus dikenalkan kepada generasi muda. Karena merekalah yang kelak akan meneruskan estafet perjuangan bangsa.

Semangat inilah yang kini tengah ditumbuh kembangkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bondowoso. Mereka secara maraton menyelenggarakan cerdas cermat empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan hari ini di ruangan Sababina Pemkab Bondowoso. Kegiatan diikuti 61 kelompok dari seluruh SMA dan MA.

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Salah seorang panitia, Abdul Wasik menandaskan bahwa kegiatan ini dalam upaya memperkenalkan serta menanamkan eksistensi Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita ingin empat pilar kebangsaan itu dipahami dengan baik dan benar,” katanya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal (4/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Keberadaan bangsa Indonesia dengan berbagai kekhasan yang dimiliki hendaknya dapat dipahami oleh seluruh komponen di dalamnya. “Keanekaragaman budaya, bahasa, adat istiadat mestinya dapat dijadikan media untuk memperkaya bangsa ini,” tandasnya. 

IPNU merasa prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan atas nama agama, demikian juga kegagalan para penegak hukum dalam menjaga NKRI. “Yang juga tidak kalah mengkhawatirkan adalah disharmoni antara umat beragama,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Generasi muda diharapkan dapat memiliki pemahaman yang komprehensif seputar empat pilar kebangsaan ini,” katanya. Karena tanpa itu, keanekaragaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia bukan menjadi media pemersatu. “Yang terjadi malah bisa sebagai alat disintegrasi bangsa,” lanjutnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara PC IPNU Bondowoso dengan DPR RI.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ribuan Santri Al Hikmah 2 Benda Sirampog Kabupaten Brebes, Jawa Tengah memperingati hari Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah dalam bentuk doa bersama. Doa dipimpin Habib Muhammad bin Agil bin Athos dalam suasana yang sejuk dan hening.

Pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda KH Sholahuddin Masruri menjelaskan, doa bersama sebagai bentuk peneguhan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh meski kerap mendapatkan rongrongan yang tidak ringan.

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah

Gus Sholah, demikian panggilan akrabnya, menyayangkan tindakan kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama, namun sesungguhnya menggerogoti Pancasila, memecah-belah NKRI. "Mereka mengibar-kibarkan bendera agama, namun sesungguhnya melukai Pancasila, memecah belah umat," tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dia mengajak para santri untuk menegakkan Pancasila yang telah dilahirkan para ulama dan santri terdahulu. "Indonesia ke depan ada di tangan santri, mari kita sinergikan santri dan TNI untuk tegakan NKRI sebagai harga mati," kata Gus Sholah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Doa bersama diprakarsai Dandim 0713/Brebes Efdal Nazra. Dia mengajak para santri untuk menjadi generasi yang Pancasilais. Menurutnya, mengamalkan Pancasila, sama halnya berkontribusi kepada bangsa dan negara sebagai bentuk jihad fisabilillah.

Efdal menyemangati para santri untuk terus berjuang di alam kemerdekaan. Jihad dengan melestarikan menjaga Pancasila.

Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengaku bangga dengan semangat juang para santri dalam menuntut ilmu. Teruslah berjuang sebagaimana KH Masruri menyampaikan ilmu kepada para santri.

Idza juga meminta para santri? untuk mendoakan kabupaten Brebes, mendoakan Indonesia agar tenteram, damai, kondusif, maju dan sejahtera. Apalagi, sebentar lagi Kabupaten Brebes akan menghadapi Pilkada serentak.

Dalam kesempatan tersebut, para santri juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca teks Pancasila dan menyanyikan? lagu? Bagimu Negeri. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Banyuwangi menggelar diskusi kajian tentang fiqih perempuan bersama puluhan kader pelajar NU di Aula Kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (30/05) malam.

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Gelaran diskusi kajian fiqih perempuan ini dihadiri langsung oleh wakil ketua 3 PAC IPNU Banyuwangi bidang Departemen Dakwah Ahmad Surur dan sekaligus pemantik diskusi kajian ini.

Diawal Surur mengatakan, mempelajari fiqih dan dalil-dalil hukum di dalam agama Islam merupakan perkara yang penting baik untuk kalangan Muslim laki-laki dan perempuan.

"Kita sebagai manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu, kita membutuhkan fiqih dalam melaksanakan aktifitas ibadah. Misal, shalat, ? puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya," ungkap ? Surur.

Tak hanya itu lebih spesifik, Surur menilai pentingnya belajar fiqih masalah haid, nifas, wiladah, dan istihadlah mutlak diperlukan, baik di kalangan perempuan maupun laki-laki.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Karena posisi laki-laki suatu saat akan menjadi kepala keluarga dan secara otomatis memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang darah wanita kepada istri dan keturunannya kelak," jelas Surur.

Selain itu, pasalnya kalangan wanita sendiri mengenai darah haidl dengan istihadlah ? masih bingung membedakannya. Mana itu darah haid atau sebaliknya, terang Surur.

"Terkadang seorang wanita telah mengeluarkan darah haidl lebih dari 15 hari masih dianggapnya haidl, padahal itu tidak. Kadang pula masih belum dapat membedakan antara kriteria darah qowi (kuat) dan tidak," tutur Surur.

Apa lagi, kebanyakan dari mereka ? wanita yang masih awam dan baru merasakan haid.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Makanya kita bidik para kader-kader NU khususnya kaum hawa untuk mengikuti kajian ini. Karena sadar, ini adalah syariat utama untuk menjalankan segala ibadah. Bukankah kebersihan sebagian dari iman," tutup Surur. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Lomba, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock