Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Dalam lomba Inovasi Teknologi Tingkat Nasional di Institut Teknologi Bandung (ITB) belum lama ini, tim SMA Nuris berhasil menyabet runner up. Dalam lomba tersebut, tim SMK Nuris menyuguhkan temuan terbarunya, yakni berupa inkubator telur yang ramah lingkungan berbasis sistem kontrol otomatis.

Temuan tersebut diberi nama D’TRONIC GATOR. Inkubator ini, tergolong pintar. Sebab, ia dapat merekayasa jenis kelamin anak ayam sesuai yang diinginkan manusia. Menurut salah seorang yang terlibat dalam proses pembuatan alat tersebut, Abdul Wahab, D’TRONIC GATOR berfungsi untuk meningkatkan presentase penetasan telur sekaligus mempercepat proses penetasannya.

“Cita-cita besar kami adalah dengan alat ini kelak Indonesia bisa swasembada daging serta meningkatkan ekspor daging ayam ke berbagai negara,” ujar siswa kelas XII (IPA) SMA Nuris tersebut kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Jember, Ahad (25/9).

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara

Wahab lalu menjelaskan cara kerja alat tersebut. Langkah pertama, masukkan telur ke dalam inkubator D’TRONIC GATOR. Kemudian tekan reset pada tombol Ardiuno Uno. Jika telur tersebut ingin tertetas dengan jenis kelamin jantan, maka cukup tekan tombol ON pada papan jantan. Jika yang diinginkan adalah jenis kelamin betina, maka tekan tombol betina.

“Tombol tersebut untuk mengatur suhu yang berpengaruh pada rekayasa genetika anak ayam,” tukas anggota M-Sains Robotika SMA Nuris tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wahab tidak sendiri. Ia bersama rekannya, Reza Baihaqi dan Rohul Ikhsan bahu-membahu menciptakan D’TRONIC GATOR di bawah arahan Yudistira selaku tentor M-SAINS Robotika SMA Nuris.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Gus Robith Qashidi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya tersebut. “Ini bukti bawah santri juga bisa,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)



Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Ubudiyah, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Suara hentakan kaki puluhan pemuda ramai pada Jumat (25/3) sekitar pukul lima pagi selepas sembahyang subuh berjamaah. Dengan penuh semangat mereka melakukan senam pinguin sebelum mengawali aktivitas mereka hari itu.

Begitulah cara Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyegarkan para peserta pendidikan dan latihan (diklat) atau kaderisasi di kecamatan setempat. Puluhan pemuda tersebut adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Menurut Ketua PAC GP Ansor Wedarijaksa Ahmad Halimi, olahraga ini cocok untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa peserta diklat agar selalu fit dalam setiap kegiatan. “Badan akan terasa enteng setelah melakukan senam pagi,” tuturnya. Dia juga menambahkan kalau peserta diklat akan menjadi fokus disetiap kegiatan setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan senam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Setelah senam peserta lantas berjalan kaki memutari keindahan alam Desa Tluwuk, Wedarijaksa, Pati. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta diklat dan juga warga sekitar. Di sela perjalanan peserta diklat diwajibkan membawa kantong plastik yang digunakan untuk menyisir sampah di jalan yang mereka lalui.

“Peserta memang harus mempunyai tubuh yang fit karena banyaknya kegiatan yang nanti dilakukan” ungkap Instruktur diklat Ahmad Thohir. Tubuh yang sehat akan menumbuhkan jiwa yang kuat, jiwa yang kuat akan membuat otak bekerja dengan maksimal. Dengan siklus yang seperti itu, peserta harus menjaga tubuh dan pikiran sebaik mungkin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peserta diklat mencapai 93 orang dari target peserta 70 orang. “Kebanyakan memang berasal dari kecamatan Wedarijaksa, tapi tidak sedikit yang berasal dari luar wilayah Wedarijaksa,” ucap ketua panitia, Ahmad Halimi.? “Peserta diklat memang sengaja kami batasi, karena terbatasnya tempat” imbuhnya.

PAC GP Ansor Wedarijaksa mengadakan diklat tidak hanya karena perintah dari PC GP Ansor Kabupaten tetapi dari ranting yang memang mengusulkan untuk segera mengadakan pengaderan Banser. (Hasannudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Halaqoh, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal? . Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada pengurus lembaga-lembaga untuk bekerja optimal. Pasalnya apa yang dilakukan pengurus akan disaksikan Allah, warga nahdliyin, dan akan dicatat sejarah.?

Menurut dia, baik buruknya kinerja lembaga-lembaga NU, akan dibaca generasi akan datang. “Sungguh berat!” katanya pada pelantikan lembaga-lembaga di PBNU Jakarta, Rabu (16/9).

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Ia kemudian mengutip fAl-Quran yang intinya Allah menawarkan amanat kepada bumi, langit, dan gunung. Tapi mereka tidak menerima, sementara manusia menerima.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Amanat itu kata dia, adalah berani mengucapkan “iya” pada kebenaran. Dan mengatakan “tidak” pada kezaliman. Kata “ya” dan “tidak” sangat gampang diucapkan, tapi susah dilaksanakan.”Mudah-mudahan pengurus lembaga diberi taufik lahir batin dari allah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pengurus harian di lembaga-lembaga PBNU mengalami pergantian. Hal itu, sebagaimana pengarahan Rais Aam, sebagai langkah regenerasi, penyegaran.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pergantian beberapa lembaga karena ingin langkah dan kerja makin semangat dan mantap,” ungkapnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga

Metro, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro, Lampung, membagikan 80 ekor kambing betina kepada masyarakat kota setempat selama bulan suci Ramadhan. Pendistribusian dilakukan melalui pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dan Pengurus Ranting NU (PRNU) yang tersebar di Kota Metro.

Proses pembagiannya pun bergilir dari MWCNU ke MWCNU yang dirangkai dalam acara Safari Ramadhan yang merupakan agenda rutin PCNU Kota Metro setiap bulan Ramadhan.? Agenda Safari Ramadhan dari masjid ke masjid tahun ini dimulai dari MWCNU Metro Selatan, tepatnya di Masjid Nurul Hidayah pada Jumat, 9 Juni 2016.

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga

Pengurus Masjid Nurul Hidayah H Halim Ishak mengaku sangat berterima kasih kepada PCNU Kota Metro yang memilih Masjid Nurul Hidayah sebagai tuan rumah Safari Ramadhan? tahap pertama selama bulan Ramadhan. “Ini merupakan kehormatan bagi kami. Alhamdulillah, sudah 5 Ramadhan ini di Masjid Nurul Hidayah diselenggarakan shalat tarawih 20 rakaat," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua PCNU Kota Metro H Ali Qomaruddin memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah dan para jamaahnya yang telah menyambut dengan semangat atas digelarnya Safari Ramadhan ini dan atas istiqomahnya mengamalkan shalat tarawih 20 rakaat.

"Insyaallah Safari Ramadhan ini bukan hanya safari yang pada umumnya hanya memberikan ceramah-ceramah kepada para jamaah. Safari Ramadhan PCNU Kota Metro dirangkai dengan kegiatan-kegiatan sosial. Dalam momen ini PCNU akan membagikan kambing betina kepada masyarakat dan beasiswa kepada masyarakat Kota Metro mulai dari sekolah dasar hinggi ke perguruan tinggi," imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai pemandu pembagian kambing betina dalam program ini, Agus Setiwan mengatakan bahwa program sosial tersebut sudah berjalan selama tiga tahun setiap bulan Ramadhan.

"Tahun pertama kita baru mampu memberikan 22 ekor kambing, terus tahun kedua sudah 57 ekor kambing, dan alhamdulillah pada tahun ini, tahun ketiga kita mampu memberikan kambing betina 80 ekor,” kata sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Metro ini.

Ia menjelaskan, program ini terselenggara atas kerja sama dengan Pengurus Caban Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU), LP Maarif NU, BMT Artha Buana Metro, dan Institut Agama Islam Maarif NU.

Dalam kesempatan yang lain Ketua PC LP Maarif Metro Ismail, mengatakan bahwa distribusi kambing ini merupakan salah satu langkah konkret dari visi PCNU Kota Metro, yaitu “Mewujudkan Kemandirian Organisasi yang Bermartabat Menuju Kesejahteraan Umat”.

Dalam acara tersebut juga dibagikan kitab cara cepat membaca al-Quran metode An-Nahdliyah kepada TPQ di Kota Metro yang telah dilatih langsung oleh KH Syamsu Dhuha dari Tulungagung, dan TPQ tersebut akan menjadi proyek percontohan dan pusat pembelajaran Al-Quran oleh Institut Agama Islam Maarif NU Metro Lampung. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Doa, Pahlawan, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Untuk mengenalkan nilai-nilai Aswaja, Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Pati, Jawa Tengah menggembleng 90 santri pesantren kilat. Kegiatan yang mengambil tempat di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Alistiqomah Desa Margorejo Kecamatan Margorejo, Pati, itu berlangsung selama tiga hari, yakni, dari 1 hingga 3 Agustus.  

Ketua IPNU Pati Muhammad Mubarok mengatakan, kegiatan yang dilakukan IPNU-IPPNU itu dalam rangka menanamkan karakter keagamaan sejak dini. Khususnya karakter keaswajaan. Yakni, karakter tawasuth, tawazun, ta’adul, tasamuh dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat

Peserta pesantren kilat ini diikuti anak-anak dari berbagai usia. Yakni, usia TK/RA hingga SMP/MTs. Kendati beda usia, mereka tetap antusias dan bersemangat mengikuti materi kegiatan.    

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk hari pertama dilakukan ta’aruf, pengenalan materi aswaja dan sholat dzuhur berjamaa’ah,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah materi yang disampaikan bertujuan untuk menanamkan kebiasaan sifat hasanah melalui metode yang menarik, menyenangkan, tidak memberatkan dan mudah dipahami. Sehingga, kendati berlangsung selama tiga, mereka tetap merasa kerasan di pesantren.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, dengan pengenalan nilai-nilai aswaja sejak dini, diharapkan mereka akan mengenal Islam yang rahamatan lil ’alamin. Yakni, Islam yang penuh kedamaian, toleransi, dan menjunjung tinggi nilai-nailai kemanusiaan. Bukan Islam yang suka kekerasan.

Selain itu, dengan pesantren kilat, mereka diharapkan mulai mengenal suasana pesantren. Sehingga kelak, mereka akan tertarik masuk pesantren dan mendalami ilmu di pesantren yang sebenarnya.

Sementara itu, Kepala TPQ Alistiqomah Margorejo, Thohuroh menambahkan, kegiatan pesantren kilat sudah menjadi kegiatan rutin di lembaganya. Dan untuk menyukseskan kegiata tersebut pihaknya bekerjasama dengan IPNU-IPPNU Pati.

“Pelaksanaan pesantren kilat ini sengaja ditempatkan diakhir Ramadhan, guna memanfaatkan moment libur sekolah jelang Idul Fitri,” ungkapnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ibu Sumarni asal Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tak menduga fotonya akan viral dan menjadi pembicaraan orang banyak. Ia berfoto dengan dua Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jombang sembari megang bendera HTI. Akibatnya, sebagian publik? menganggap Ibu Sumarni telah masuk di lingkungan mereka.

Mendengar namanya tercermar, ibu yang sebetulnya aktif di forum-forum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) setempat ini akhirnya meminta kepada Ketua MWCNU dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno untuk merehabilitasi namanya.

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)
Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

"Saya mohon kepada Ketua MWCNU Mojowarno dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno, agar nama saya direhabilitasi. Saya bukanlah pengikut HTI dan sampai mati saya akan tetap berkiprah dan berjuang di Nahdlatul Ulama di bawah panji Muslimat NU," ujarnya, Sabtu (27/5).

Ia kemudian bercerita terkait awal mula fotonya mulai viral tepatnya di facebook (fb) dengan nama akun Muslimah Jombang Bersyariah yang diposting pada 21 April 2017 lalu pada pukul 22:00. Akun fb itu juga terdapat 12 like, dua komentar dan 6 kali dibagikan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengungkapkan foto itu bermula dari kedatangan dua orang perempuan yang tidak ia kenal di rumahnya. Sebagai tuan rumah dia tidak segan-segan untuk mempersilakan keduanya masuk.

"Setelah dialog singkat seputar kegiatan sehari-hari, lalu salah satu di antaranya mengambil gambar dengan terlebih meminta aktivis Muslimah HTI ini memegang bendera HTI. Hasil foto tersebut? lalu diupload di media sosial, dan diklaim oleh kedua perempuan tersebut bahwa saya ini adalah pengikut HTI,” ujar dia.

Padahal, lanjutnya, sejak kecil dirinya merasa telah dibesarkan di lingkungan NU Mojowarno dan selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan MWCNU dan Muslimat NU setempat.

"Saya ingin sampaikan sekali lagi, bahwa saya bukan pengikut HTI. Sejak kecil saya dididik dan diasuh dalam keluarga NU, dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan NU terutama di Muslimat NU," tutur Ibu Sumarni. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Olahraga, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar F. Masudi mengatakan konsep hubungan antara agama dan negara di Indonesia saat ini masih belum jelas dan perlu segera dirumuskan.

"Indonesia dengan Pancasila-nya mencoba merumuskan hubungan ini lain daripada yang lain tetapi belum pernah dirumuskan dengan positif. Bukan negara sekuler atau teokratis, lalu apa?" katanya, di Jakarta, Rabu, saat memberikan pemaparannya dalam seminar yang diselenggarakan Gerakan Jalan Lurus dengan tema "Meluruskan Arah Reformasi Indonesia".

Masdar mengatakan perumusan konsep hubungan antara agama dan negara juga sangat menentukan arah reformasi di Indonesia, tidak hanya kebijakan ekonomi dan hukum saja.

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan

Hubungan antara negara dan agama telah menjadi isu penting di Indonesia. Hubungan yang baik antara keduanya dapat melahirkan kemajuan besar dalam suatu negara tetapi juga dapat menimbulkan malapetaka bila tidak ada konsep yang jelas.

"Reformasi akan tambah runyam ketika aspirasi keagamaan mulai menyeruak di ruang-ruang publik tetapi belum ada rumusan yang jelas," katanya.

Pada pemerintahan orde baru, hubungan antara agama dan negara tidak baik. Agama dianggap sebagai salah satu bagian dari masalah negara dan bukan sebagai solusi maupun potensi. "Hubungan antara agama dan negara seperti perang dingin, dan ada kesenjangan satu sama lain," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Padahal, melalui nilai-nilai luhur keagamaan akan tercipta sebuah pemerintahan yang baik dengan batasan jelas kewenangan negara terhadap kehidupan beragama.

Untuk ajaran agama yang bersifat pribadi seperti keyakinan akan Tuhan, negara tidak memiliki kekuasaan untuk ikut campur atau mangatur masalah tersebut. Demikian pula untuk ajaran komunal keumatan, negara juga tidak memiliki hak untuk mengaturnya.

Menurut dia, idealnya Indonesia tetap menjadi lembaga yang sekuler namun tidak disalah artikan tidak ada hubungan sama sekali antara agama dan negara. Negara akan diatur oleh manusia-manusia yang diinspirasi oleh nilai luhur yang dianut agamanya. "Tuhan tidak mengatur negara secara langsung melainkan melalui kesadaran religius umatnya," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nilai-nilai luhur kegamaan ini, kata Masdar yang dapat hadir dalam ruang publik dan bukan ajaran agama yang bersifat pribadi atau ajaran yang bersifat komunal.

Dalam kesempatan itu, Masdar meminta kepada Gerakan Jalan Lurus untuk merumuskan konsep hubungan keduanya dan dapat dijadikan masukan bagi pemerintah. (ant/mad)

  



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock