Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Januari 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Aswaja, Kajian Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Assalamualaikum. Pak kiai yang dirahmati Allah. Saya ingin bertanya bagaimana hukumnya shalat dengan membaca mushaf Al Qur’an, terimakasih. Wassalamualiakum wr.wb. ( Hasan – Jakarta)

---

Wa’alaikum salal wr. wb.

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Saudara penanya yang dimuliakan Allah.

Salah satu ibadah sunat paling utama yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad saw adalah membaca ayat-ayat al-Qur’an terlebih apabila dilakukan dalam shalat. Bahkan hukum sunat ini dapat berubah menjadi wajib seperti  membaca surat Al-Fatihah dalam shalat  menurut madzhab Syafi’i.

Menanggapi permasalahan yang saudara kemukakan terkait dengan membaca mushaf al- Qur’an ketika shalat, dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhaddzzab karya Imam Nawawi  disebutkan sebuah redaksi: 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Apabila  orang yang sedang shalat membaca Al-Qur’an dari mushaf maka shalatnya tidak batal, baik dia hafal Al-Qur’an atau tidak. Bahkan dia wajib melakukan hal itu jika dia tidak hafal surat Al-Fatihah sebagamaina keterangan yang telah dijelaskan. Apabila ia sampai membolak balik lembaran mushaf maka salatnya  tetap tidak batal.”

Dari  rujukan diatas, kami memberikan beberapa gambaran sebagai  berikut:

Pertama, apabila mushaf tersebut terletak dan terpampang didepan mushalli (orang yang shalat), maka hukumnya tidak masalah  seperti  mushaf yang dipigura atau dilaminating lalu dipasang didepan pengimaman dan imam membacanya ketika shalat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, mushaf tersebut terletak disebelah atau disaku orang yang shalat. Apabila memang demikian kondisinya, maka yang perlu diperhatikan adalah cara pengambilan serta meletakkannya kembali berikut membukanya. Selama dalam proses pengambilan, meletakkan serta membuka tersebut tidak tergolong melakukan  banyak aktifitas, maka hukum membaca mushaf tersebut tetap dibenarkan. Sedangkan apabila dalam proses yang kami sebutkan dianggap melakukan banyak aktifitas, maka dalam pandangan madzhab Syafii  hal ini  dianggap dapat membatalkan shalat sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih mereka.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca mushaf ketika sedang melaksanakan shalat hukumnya boleh selama tidak melakukan aktifitas-aktifitas yang dapat membatalkan shalat. Pendapat ini sekali lagi mengacu kepada pandangan madzhab Syafi’i. Berbeda dengan pendapat  sebagaian pengikut madzhab Hanafi yang menyatakan bahwa hal yang demikian (membaca mushaf ketika shalat) dianggap membatalkan shalat.

Saudara Hasan yang dimuliakan Allah.

Demi terhindar dari perbedaan pendapat antar madzhab sebagaimana disebutkan, alangkah lebih baik apabila diluar shalat kita memperbanyak bahkan sering membaca Al-Qur’an sehingga mampu menghafalnya, hingga dalam pelaksanaan shalat kita tidak perlu membaca atau membuka mushaf. Hal ini tentunya akan kian menambah fokus dan kekhusyu’an kita dalam beribadah.

Mudah-mudahan  jawaban ini bermanfaat dan semakin menggiatkan kita untuk lebih gemar membaca serta mencintai kalamullah. Amin.

Wallahu a’lam bi as-shawab. (Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Halaqoh, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, Ahad (25/9) di Aula PCNU Pekalongan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Gus Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sekaligus Korwil Jateng-DIY mewakili Ketua Umum. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Satkorcab Banser, Rijalul Ansor dan Departemen-departemen oleh PW GP Ansor Jawa Tengah.

Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawatengah, PC GP Ansor se-eks Karesidenan Pekalongan, PCNU Kab. Pekalongan beserta segenap pengurus Badan Otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII). Hadir pula anggota DPR RI FPKB H. Bisri Romly, beberapa Organisasi Kepemudaan, Dinporapar, Kadin Kabupaten Pekalongan serta ratusan kader GP Ansor dari PAC se-Kabupaten Pekalongan.

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi, Kepengurusan periode ini mengusung visi "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Untuk itu sebagai langkah awal, pada momen pelantikan ini juga digelar Ansor Expo dan Seminar Kewirausahaan.?

“Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesiapan PC GP Ansor Pekalongan menyambut Gerakan dan Program Kemandirian Kader dan Organisasi yang dicanangkan PP GP Ansor,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan pengarahannya, Mujiburrohman dari PP GP Ansor mengatakan bahwa PC GP Ansor Pekalongan sebagai wilayah basis Ansor masuk kategori Cluster 1A yang merupakan daerah percontohan, karena itu tantangan yang dihadapi semakin berat dan pelik. Salah satunya adalah masalah kemiskinan dan ekonomi kader. Ia menambahkan bahwa dari 70 juta penduduk miskin mayoritas adalah orang pedesaan dimana sebagian besar kader Ansor berada.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk itu pengurus Ansor bertanggung jawab bagaimana mengangkat taraf hidup kader sehingga bisa menghidupi organisasi secara mandiri,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sedangkan dari arena Ansor Expo yang berlangsung di halaman PCNU Kab. Pekalongan tampak meriah diikuti 19 stand PAC GP Ansor se-Kab. Pekalongan yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kader GP Ansor se-Kab. Pekalongan antara lain, Koperasi, ? usaha konveksi, perbatikan, percetakan, aneka produk makanan dan minuman, berbagai produk kerajinan tangan, berbagai produk jasa serta beragam industri kreatif lainnya. Direncanakan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pemasaran secara online bagi peserta serta menjadi cikal bakal dibentuknya pusat bisnis Ansor.

Selesai momen pelantikan panitia juga menggelar Seminar kewirausahaan dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu, Sumantri Suwarno, Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Aminudin Aziz dari Kadin Kabupaten Pekalongan. Peserta seminar mendapatkan pencerahan dari diskusi dengan narasumber antara lain pentingnya mengenali potensi ekonomi dan bagaimana belajar bisnis dari orang yang sudah sukses. Hal lain yang penting untuk memulai usaha adalah jangan terlalu lama berfikir dan cenderung bertele-tele dalam berwacana tetapi segera mengeksekusi setiap gagasan/ ide bisnis dengan aksi nyata dengan prinsip learning by doing. (Alim Mustofa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Sejarah, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid

Maros, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Kepala Bidang Kepeloporan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Sopti Popiyanti menjelaskan kepada peserta Pelatihan Pemuda Pelopor tentang pentingnya aktif di masjid. Zaman sekarang ini banyak pergaulan anak muda yang mudah terpengaruh lingkungan negatif seperti narkoba, begal, teroris atau hal negatif lainnya. Menurut dia, aktif melakukan berbagai kegiatan di masjid adalah salah satu upaya agar pemuda terhindar dari hal-hal negatif tersebut.

Demikian disampaikan Sopti Popiyanti saat membuka kegiatan Pelatihan Pemuda Pelopor di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Selasa (5 /12). 

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid

Pada kegiatan yang mengusung tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI ini, Poppy berharap, dengan diadakannya kegiatan pelatihan pemuda pelopor ini agar jiwa dan mental para pemuda tidak kosong dan mempunyai etika dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

Selain itu, dengan melibatkan diri di masjid, nantinya para pemuda mempunyai beban moral, sehingga jauh dari perilaku yang negatif. 

"Jadi ada beban," ucapnya. 

Ia mengaku yakin, dengan pemuda aktif dan melakukan berbagai aktivitas di masjid, maka mereka akan terhindar dari perilaku negatif. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kegiatan yang diikuti peserta sebanyak lima puluh orang ini, Poppy meminta kepada peserta untuk mengajak pemuda yang lain agar rajin ke masjid dan berbuat positif. 

"Itu tugas adik-adik sekalian terutama yang ikut pelatihan ini," katanya. 

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai organisasi kepemudaan seperti IPNU, IPPNU, PMII ini terselenggara atas kerja sama Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir pada pembukaan Pelatihan Pemuda Pelopor hari kedua ini Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai, Ketua PCNU Kabupaten Maros H A Mannan Hasan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros H Syamsuddin, Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazen, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) H Sarmidi Husna. (Husni Sahal/Muchlishon)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Nasional, Kajian Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Majalah Risalah NU terbaru Edisi 58 tahun 2016 membahas peran NU selama ini dalam menangkal dan memerangi radikalisme dan terorisme. Selain kasus teror nasional, majalah dibawah naungan LTN PBNU ini juga mengupas berbagai aksi terorisme internasional.

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy dalam pengantar redaksinya mengatakan, pergeseran masyarakat Indonesia berubah tajam dalam menyikapi aksi teror dewasa ini.

Dia menjelaskan, kasus teror di Paris membuat semua warga Prancis dan Eropa pada umumnya ketakutan. Mereka berlari, menutup toko, dan lain-lain. Sedangkan untuk kasus teror bom di Jl Thamrin Jakarta Pusat, masyarakat justru mendekat ketika terjadi dentuman bom dan baku tembak.

“Kejadian ini seperti semacam syuting sinteron aja. Polisi langsung olah TKP. Besoknya, aktivitas kembali normal seperti biasa. Bahkan masyarakat Indonesia membuat gerakan tidak takut pada teroris. Kondisi ini tidak disadari para teroris yang menginginkan Jakarta kelabu,” tulis Helmy.

Selain topik utama tentang gerakan radikal dan terorisme, majalah ini juga seperti biasa menyuguhkan tulisan dan informasi yang layak dibaca oleh publik. Seperti tulisan Gus Dur tentang terorisme dna ulasan tentang perilaku jahat (teror) dalam perspektif Psikologi Islam yang rutin diasuh oleh Guru Besar Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Mubarok.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, pengajian Kiai Said, Ketum PBNU juga siap menambah wawasan pembaca dengan membahas persoalan maulid secara mendalam. Dalam rubrik Fikrah, tulisan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi juga layak disimak dengan mengulas seputar ibadah haji dengan berbagai problematikanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain tulisan-tulisan di atas, Kajian Tafsir yang diasuh oleh Mudir Madrasatul Qur’an Pesantren Tebuireng Jombang KH Mustain Syafi’i juga perlu disimak mengenai kisah Ashabul Kahfi yang terkurung di dalam gua selama 309 tahun. Kemudian, resensi tentang buku ‘Sejarah Islam Nusantara’ karya Michael Laffan yang ditulis Munawir Aziz juga penting untuk dibaca karena menyoroti peran Snouck Hurgronje dalam lipatan Islam Nusantara.

Di bagian akhir, ulasan tentang profil Ketua LTN PBNU, H Juri Ardiantoro akan menemani pembaca untuk memahami peran media di era digital seperti sekarang. Di dalam ulasan tersebut, Juri pria kelahiran Brebes, 6 April 1973 itu mendorong media untuk bahu-membahu menangkal gerakan radikalisme di dunia maya. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Berita, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Seorang aktivis sastra pesantren asal Sumenep, Madura, Jatim mengemukakan bahwa pengembangan sastra di komunitas santri akan maksimal jika ada figur sentral yang memberikan teladan dalam dunia kepenulisan.

"Pengalaman saya selama bertahun-tahun membina santri menunjukkan seperti itu. Figur sentral itu yang bisa menggerakkan dan memotivasi santri untuk terus menulis," kata penggerak sastra dari Pesantren An Nuqoyah, Guluk-guluk, Sumenep, M Faizi Kaelan dalam temu sanggar sastra se Jatim di Surabaya, Senin.

Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral

Pada diskusi dan peluncuran buku antologi puisi penyair muda Jatim yang diselenggarakan oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) itu juga menghadirkan pembicara, dosen Unair Dr Putera Maunaba, Helmy Prasetya dari Bangkalan dan Alang Khoirudin dari Lamongan.

Menurut Faizi, pola pengembangan sastra di pesantren dengan mengedepankan figur sentral itu tergolong khas karena kemungkinan di komunitas lain tidak terjadi hal seperti itu. Figur sentral bisa befungsi sebagai pemancing ide yang bisa dikembangkan oleh santri asuhannya.

"Misalnya suatu ketika saya memberikan tantangan kepada siswa MTs atau setingkat SMP untuk menulis buku. Mereka tidak ada yang berani. Setelah saya sodorkan kerangkanya baru mereka mau tapi dikerjakan dua orang. Maka jadilah sebuah buku," kata pengajar bahasa di pesantren tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia bercerita, suatu ketika, dirinya juga memberikan tantangan kepada siswa MA atau setingkat SMA untuk menulis novel dan ternyata tantangan itu dijawab oleh siswa dengan menghasilkan dua novel.

"Konsekuensinya, figur sentral itu harus juga menulis sehingga kata-katanya ditiru oleh santri. Kalau figur sentral itu menyuruh santri menulis, tapi dia sendiri tidak pernah menulis, maka tidak akan diikuti," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut dia, kegiatan sastra di Pesantren An Nuqoyah temasuk semarak bahkan di lingkungan pendidikan tradisional dengan jumlah santri hingga 6.000 orang itu sudah memiliki banyak sanggar yang satu dengan lainnya saling berkompetisi secara positif.

"Antara sanggar satu dengan lainnya juga berlomba menerbitkan antologi sastra yang kemudian dibahas atau ada semacam pengadilan sastra setiap minggunya. Pengadilan sastra itu juga memacu para santri untuk terus menulis," katanya.

Dikatakannya, saat ini di pesantren itu juga sering menerbitkan karya-karya sastra yang kadang diketik secara manual kemudian diberi sampul yang disablon dengan biaya sendiri. Karena saat ini sudah ada komputer, maka proses pencetakannya sudah lebih baik dari sebelumnya.

"Untuk merangsang santri lain berkarya, kami sekarang menerbtkan indeks yang berisi profil para santri senior dan alumni yang menjadi penulis sastra. Dengan membaca indeks ini diharapkan santri-santri muda juga terpancing untuk berkarya," ujarnya.

Namun demikian, bukan berarti, perkembangan sastra di An Nuqoyah tidak mengalami hambatan. Libur panjang selama satu bulan lebih saat bulan Ramadlan menjadi kendala tersendiri, karena biasanya kekosongan selama libur itu juga ikut memacetkan karya mereka. "Setelah masuk kembali ke pesantren, kami harus memacu mereka kembali," katanya.

Sementara Putera Manuaba mengaku terkejut dengan potensi sastra di lingkungan pesantren maupun sanggar-sangar sastra di Jatim. Menurutnya, kekayaan sanggar itu adalah potensi yang membuat Jatim tidak akan kalah dengan daerah lainnya. (ant/san)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin

Bandar Lampung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Bandar Lampung H Moh Mukri menyatakan dukungannya dengan akan digelarnya Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di Kabupaten Lampung Timur.

Insya Allah pada Kick Off nanti saya akan hadir dalam pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur pada 26 Agustus 2017 mendatang,” kata H Moh Mukri di sela-sela menerima kunjungan rombongan Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di kediamannya, Kota Bandar Lampung, Senin (31/7).

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin

“Liga Santri Nusantara harus menjadi media untuk menebarkan nilai-nilai (values) Islam rahmatan lil alamin, pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Nusantara ini dan telah ikut berkiprah lahirnya republik ini. Tanpa pesantren dan ulama saya rasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan pernah ada. Oleh karenanya, jangan sekali-kali melupakan jasa-jasa para ulama (jas hijau),” imbuh Mantan Ketua PW GP Ansor Provinsi Lampung ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Liga Santri Nusantara adalah momentum baik menyebarkan semangat (ghirah) kepada masyarakat luas untuk memondokkan putra-putrinya ke pesantren. Pesantren adalah tempat lahirnya para ulama, para pejuang yang tanpa pamrih, oleh karenanya Liga Santri Nusantara selain menjadi media silaturahmi antarpesantren se-Provinsi Lampung, juga membangkitkan kembali semangat jargon Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren,” tegasnya yang juga alumni pesantren Langitan Tuban Jawa Timur ini.

“Inilah berkahnya di pesantren. Saya juga tidak akan jadi Rektor kalau tidak pernah nyantri,” tutupnya yang juga Dewan Pembina Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pada hari Sabtu mendatang, 5 Agustus 2017 karena kami hanya membatasi 48 klub pesantren saja.”

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin), Inisiator Nasional Liga Santri Nusantara H Abdul Muhaimin Iskandar, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus harian PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock