Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Peringatan haul cikal-bakal desa Kaliwungu, Mbah Rogo Moyo kembali diadakan selama lima hari 1 – 5 Nofember mendatang. Pembukaan seluruh rangkaian kegiatan haul ditandai dengan selametan bubur syuro dan dan santunan anak yatim di Masjid jami Al Aziz Prokowinong Kaliwungu Kudus, Ahad malam (2/11)

Dalam acara yang dibuka Camat Kaliwungu Budi Utomo, sebanyak 67 yatim yang berasal dari desa itu menerima santunan masing-masing berupa uang tunai Rp 80.000 per anak dan bingkisan jajan.

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Ketua panitia Noor Yadi menjelaskan sosok Mbah Rogo Moyo merupakan tokoh yang menyebarkan dan mengembangkan dakwah agama Islam di dukuh Prokowinong Kaliwungu. Selain itu, Mbah Rogo Moyo adalah seorang ahli pertukangan yang dikenal sebagai penemu rumah adat Kudus.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Beliau juga dikenal sebagai salah satu tukang berpengaruh dalam pendopo-pendopo kabupaten pada era Bupati Kudus ketiga Raden Condronegoro," tuturnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Yadi menjelaskan peringatan haul mbah Rogo Moyo diadakan berdasarkan tahun Hijriyah tepatnya 13 Muharram. Pada tahun ini, ragam kegiatan telah dipersiapkan diantaranya bersih-bersih makam (1/11), Festival Rebana Klasik (2/11), lomba rebana modern (3/11), khotmul Quran Bin-Nadlor dan bil ghoib (5/11), kirab budaya dan buka luwur dilanjutkan pengajian bersama KH Adnan Kasogi (Kudus).

"Disamping mengenang, meneladai, melestarikan nilai ketokohonya yang sederhana, mendorong dan memupuk semangat gotong-royong dan persatuan kesatuan masyarakat," terangnya.

Hadir dalam acara pembukaan, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kudus Sunardi, Kabid Pariwisata Dwi Sancaka, Camat Kaliwungu Budi Utomo, pengurus NU dan badan otonomnya, tokoh masyarakat setempat dan tamu undangan serta ratusan warga desa Kaliwungu.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Merosotnya akhlak atau etika masyarakat akhir-akhir ini yang berujung pada intoleransi perlu disikapi oleh para dai. “Kita jangan hanya berbicara akidah saja, tapi juga harus menyampaikan bagaimana akhlak atau etika dalam Islam,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam akun twitternya @saidaqil, 23 Januari 2011.

Kang Said menyatakan bahwa pengajaran tentang akhlak juga tidak kalah penting, yaitu menempatkan manusia sebagai makhluk yang terhormat. “Jangan hanya bicara surga-neraka saja. Kalau hanya bicara itu orang akan takut. Kita harus bicara bagaimana memanusiakan manusia. Kita angkat terlebih dahulu manusia sebagai makhluk yang terhormat, baru bicara yang lain,” lanjut Kang Said.

Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

“Setelah itu barulah kita sampaikan, bahwa manusia itu harus begini, tidak boleh begitu, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pria kelahiran Cirebon ini mengingatkan agar para khatib/ dai lebih damai dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. “Dalam berdakwah jangan hanya mengancam orang dengan neraka. Sampaikan dakwah dengan damai. Tuhan itu tidak "galak", yang "galak" itu khatibnya. Tuhan itu maha pemaaf,” tegas Kang Said.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hitam-putih dalam memahami Islam. Pandangan Islam yang sempit juga lah yang menyebabkan munculnya intoleransi akhir-akhir ini. Islam tidak bisa dipahami dalam waktu singkat atau instan. “Tidak bisa memahami Islam secara instant, butuh waktu yang tidak sebentar,” tambahnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Amalan, AlaNu, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Ujung Lemah Abang Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, lokasi tersebut jaraknya masih berdekatan dengan pemukiman warga di sejumlah kota sekitar.

Kekhawatiran tersebut, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Anas Tahir cukup beralasan. Sebab, pihaknya menilai Indonesia belum siap dengan keberadaan PLTN, utamanya dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah seharusnya menghentikan rencana itu, karena masyarakat melakukan penolakan. “Kalau pun ingin memaksakan membangun PLTN harus mencari lokasi sejauh mungkin dari pemukiman dan benar-benar terisolir,” jelas Anas kepada wartawan usai membuka Gelar Budaya Rakyat yang diselenggarakan Lembaga Seniman dan Budaya Indonesia (Lesbumi) NU di pelataran Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (13/7) kemarin.

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Ia mengatakan, pemerintah harus rasional dalam mempersiapkan tenaga profesional dalam pembangunan PLTN. Karena dia menilai, masyarakat sampai saat ini masih belum bisa menerima dan belum siap atas keberadaan itu.

“Sebaiknya pemerintah tidak terburu-buru membangunnya. Lebih baik dilakukan kajian yang lebih mendalam dan harus jujur pada masyarakat tentang keunggulan dan kekurangan PLTN,” harapnya.

Sejauh ini, informasi yang diterima pihaknya, kajian PLTN Muria masih dalam proses dan belum selesai. Sehingga, aksi penolakan dari masyarakat, baginya, adalah sikap yang semestinya sebelum terlanjur dibangun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, berkaitan dengan gencarnya aksi penolakan yang dilakukan masyarakat di semenanjung Muria, pihaknya bakal mengikuti. “Kalau keinginan sebagian besar masyarakat menolak, ya kami juga akan menyatakan sikap menolak. Toh, sebagian besar masyarakat tersebut warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU),” tandasnya. (man/gpa)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, Hadits, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jombang dikenal memiliki tokoh NU yang mumpuni. Sejumlah nama besar lahir dari kota santri ini. Gejolak juga kerap mengiringi Jombang, termasuk dalam dinamika NU.

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Cerita ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab saat silaturahim dan halal bihalal PC IPNU dan IPPNU Jombang yang juga diikuti sejumlah alumni lintas generasi di Mojokrapak, Tembelang Jombang, Jumat (14/8).

"Dulu IPNU dan IPPNU Jombang pernah pecah menjadi tiga cabang," kata Nyai Hj Mundjidah. Saat Mundjidah Wahab muda menjadi Ketua PC IPPNU, ia "hanya" mendapatkan wilayah kota yang meliputi Denanyar dan Tambakberas. Karena untuk Jombang Timur berada di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan. "Sedangkan untuk Jombang Selatan berpusat di Seblak," kenangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini sebagai imbas dari saling bersikukuhnya para fungsionaris PC IPNU kala itu. "Kepengurusan IPNU Selatan dipimpin oleh Hamid Baidlawi," kata Wakil Bupati Jombang ini. Upaya mediasi pernah dilakukan dengan mendatangkan sejumlah kiai, namun gagal. "Kalau gak geger, bukan Jombang namanya," seloroh Bu Mundjidah.

Namun "aneh"nya, meskipun terpecah menjadi tiga, setiap kepengurusan memiliki hak yang sama saat Kongres. "Masing-masing diakui dan mendapatkan kesempatan yang sama ketika Kongres IPNU dan IPPNU," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, Bu Mundjidah mengemukakan bahwa ketiga kepengurusan IPNU dan IPPNU tersebut sama-sama aktif. "Bahkan saat saya menjadi Ketua IPPNU Jombang ? tahun 1967-1968 telah memiliki grup drum band sendiri," bangganya. Dan grup drum band ini menjadi andalan NU saat ada kegiatan karnaval dan sejenisnya, lanjutnya.

Kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Jombang akhirnya kembali menjadi satu setelah para aktifis di tiga kepengurusan tersebut pulang kampung. "Karena para penggeraknya saat itu masih mondok dan tidak dapat didamaikan, maka tetap terjadi tiga kepengurusan," ungkapnya. Namun saat mereka kembali ke tanah kelahiran masing-masing, perpecahan itu akhirnya reda dengan sendirinya.

Pertemuan alumni IPNU dan IPPNU ini rutin dilaksanakan setiap Jumat terakhir di bulan Syawal. Dan untuk tahun depan, kegiatan akan dilangsungkan di rumah dinas Wakil Bupati Jombang. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Nasional, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menjelang pelaksanaan pemilihan presiden, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) diminta berhati-hati mengeluarkan pernyataan politik. Hal ini untuk menjaga kondusivitas dan menghindari perpecahan di kalangan warga.

Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik

Pernyataan ini disampaikan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh saat dihubungi Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Rabu (14/5). Dikatakan, tokoh NU harus selalu menekankan seruan moral tanpa dilatarbelakangi kepentingan partai politik maupun calon presiden tertentu.

"Jangan terlalu berlebihan larut dalam persoalan politik. Kembalilah pada isu kesejahteraan dan moral umat," tegas kiai yang sering disapa Gus Ubaid ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengingatkan terjadinya perpecahan (firqah) dalam agama berbarengan dengan peristiwa politik. "Makanya kiai-kiai NU harus hati-hati. Termasuk santri juga jangan mengompori dan memanipulasi pernyataan dan sikap kiai," tandasnya.

Kepada pendukung capres, Gus Ubaid mengharapkan supaya menarik simpati sesuai etika politik tanpa menjelek-jelekkan lawannya. Begitu pula, para wartawan harus berimbang dalam menyampaikan informasi. "Tidaklah elok bila harus menjelek-jelekkan lawan politik," tegasnya lagi singkat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ditanya tentang sikap politik PWNU Jateng, Gus Ubaid menyatakan secara lembaga tetap bersikap netral dan tidak memberi dukungan kepada salah satu kandidat capres. "Meskipun begitu, NU tetap membimbing," ujarnya tanpa merinci penjelasannya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Pesantren, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Jawa Barat diisi dengan pelatihan Kurikulum 2013 di MTs Miftahul Hidayah Desa Cibeet, Ibun, Bandung, Kamis (10/11).?

Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PW Pergunu Jawa Barat H. Saepuloh, Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Asep Jamaluddin, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung H Tarya, Ketua PC Pergunu Kabupaten Bandung Akbar Hadiansyah beserta jajaran Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Bandung.

Saepuloh berharap agar pengurus Pergunu Kecamatan Ibun bisa bersinergi dengan instansi terkait dalam melaksanakan program kegiatan dalam upaya peningkatan kompetensi dan kualitas guru-guru NU yang diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang bisa bersaing dan berdayaguna di masa yang akan datang.

“Buatlah program kerja untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru-guru NU, serta jangan lupa tanamkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah kepada peserta didik dalam setiap proses pembelajaran,” tutur Saepuloh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Ketua PCNU Kab. Bandung KH Asep Jamaluddin berharap Pergunu bisa tampil untuk memperbaiki kualitas pendidikan NU, khussusnya lembaga pendidikan dibawah naungan NU.?

“Kami berharap Pergunu bisa tampil untuk meningkatkan kualitas pendidikan NU sehingga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya,” tutur Kiai Asep. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat

Malang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Malang berkomitmen mencanangkan gerakan masyarakat sadar zakat dengan menerbitkan Buku Panduan Zakat yang akan didistribusikan kepada para masyarakat, utamanya mereka yang tergolong ekonomi mampu.

Dalam buku itu akan dijelaskan tentang segala yang berkaitan dengan zakat, seperti cara perhitungan, nishab dan ketentuan lain dalam ibadah zakat. 

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat

Program semacam ini merupakan langkah awal yang akan dilaksanakan LAZISNU Kabupaten Malang untuk memberikan pemahaman pada masyarakat kabupaten malang mengenai zakat dan yang sejenisnya. Ini adalah bentuk komitmen LAZISNU Kabupaten Malang, karena ditengarai bahwa pemahaman masyarakat akan masalah zakat masih sangat rendah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami sadar masyarakat kita masih kurang paham masalah zakat. Mereka masih bingung dan kurang mengerti apa itu zakat maal, dan apa perbedaannya dengan Infaq dan Shadaqah,” tutur Rohmat Daroini ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Malang, Selasa (21/5) kemarin.

Rencana ini awal mulanya berasal dari usulan Rahmat sendiri dengan kedudukannya sebagai bendahara LAZISNU, kemudian mendapatkan sambutan positif dari ketua LAZISNU Gus Syamsul.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam rangka untuk memuluskan jalan bagi program itu, juga sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat, LAZISNU Kabupaten Malang dalam waktu dekat berencana untuk menyelenggrakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) bagi petugas yang akan diterjunkan sebagai penarik zakat, infaq dan shadaqah.

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan jumlah pengurus sendiri, dibandingkan dengan tugas untuk menangani daerah Kabupaten Malang yang sangat luas.

“Kami juga menyadari Kabupaten Malang sangat luas, sedangkan petugas LAZISNU hanya sekitar 11 orang, adalah hal yang mustahil mampu menangani 33 kecamatan di kabupaten Malang,” kata ustadz Unisma ini.

Selain itu, para pengurus menyadari bahwa pandangan masyarakat terhadap hal yang berbau penarikan dana masih sangat rendah.

“Tantangan pertama yang besar kemungkinan akan dihadapi kita adalah pandangan masyarakat yang selama ini sangat rendah melihat orang yang menarik dana keliling dari rumah ke rumah. Akan tetapi tidak apa-apa, karena secara pelan mereka memang akan kami sadarkan bahwa semua ini adalah keharusan,” kata Rohmat.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Budaya, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock