Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelepasan peserta Resolusi Jihad NU 2016 dilaksanakan hari ini, Kamis (13/10). Upacara pelepasan berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Rizal Al Amin, salah seorang panitia lokal di Ponpes Blokagung mengatakan, upacara dilakukan mulai jam 9 pagi. Sebelum upacara pelepasan, akan lebih dulu dilakukan pawai santri yang melibatkan sedikitnya 6000 santri pondok pesantren Darussalam Blokagung.

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Iring-iringan pawai akan bergerak dari Pondok Pesantren Blokagung ke arah Genteng, Cagaan, Yosomulyo, Jajag, Benculu, Srono, Rogojampi, Banyuwangi, Wongsorejo. Lima MWCNU Banyuwangi akan dilibatkan dalam pawai ini.?

Keterlibatan lima MWCNU ini pada gerak estafet, sehingga jarak total yang ditempuh sepanjang 80 km. Sebelum upacara resmi, akan dilakukan penampilan pertunjukan grup hadrah, musikalisasi puisi dan seni lainnya.

Koordinator Kirab Resolusi Jihad, Isfhah Abidal Aziz mengatakan sejumlah tokoh dijadwalkan hadir pada upacara besok. Di antaranya ? Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Ketua DPRD Propinsi Jawa Timur Halim Iskandar, serta DPRD Kabupaten Banyuwangi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Kajian, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jombang dikenal memiliki tokoh NU yang mumpuni. Sejumlah nama besar lahir dari kota santri ini. Gejolak juga kerap mengiringi Jombang, termasuk dalam dinamika NU.

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Cerita ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab saat silaturahim dan halal bihalal PC IPNU dan IPPNU Jombang yang juga diikuti sejumlah alumni lintas generasi di Mojokrapak, Tembelang Jombang, Jumat (14/8).

"Dulu IPNU dan IPPNU Jombang pernah pecah menjadi tiga cabang," kata Nyai Hj Mundjidah. Saat Mundjidah Wahab muda menjadi Ketua PC IPPNU, ia "hanya" mendapatkan wilayah kota yang meliputi Denanyar dan Tambakberas. Karena untuk Jombang Timur berada di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan. "Sedangkan untuk Jombang Selatan berpusat di Seblak," kenangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini sebagai imbas dari saling bersikukuhnya para fungsionaris PC IPNU kala itu. "Kepengurusan IPNU Selatan dipimpin oleh Hamid Baidlawi," kata Wakil Bupati Jombang ini. Upaya mediasi pernah dilakukan dengan mendatangkan sejumlah kiai, namun gagal. "Kalau gak geger, bukan Jombang namanya," seloroh Bu Mundjidah.

Namun "aneh"nya, meskipun terpecah menjadi tiga, setiap kepengurusan memiliki hak yang sama saat Kongres. "Masing-masing diakui dan mendapatkan kesempatan yang sama ketika Kongres IPNU dan IPPNU," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, Bu Mundjidah mengemukakan bahwa ketiga kepengurusan IPNU dan IPPNU tersebut sama-sama aktif. "Bahkan saat saya menjadi Ketua IPPNU Jombang ? tahun 1967-1968 telah memiliki grup drum band sendiri," bangganya. Dan grup drum band ini menjadi andalan NU saat ada kegiatan karnaval dan sejenisnya, lanjutnya.

Kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Jombang akhirnya kembali menjadi satu setelah para aktifis di tiga kepengurusan tersebut pulang kampung. "Karena para penggeraknya saat itu masih mondok dan tidak dapat didamaikan, maka tetap terjadi tiga kepengurusan," ungkapnya. Namun saat mereka kembali ke tanah kelahiran masing-masing, perpecahan itu akhirnya reda dengan sendirinya.

Pertemuan alumni IPNU dan IPPNU ini rutin dilaksanakan setiap Jumat terakhir di bulan Syawal. Dan untuk tahun depan, kegiatan akan dilangsungkan di rumah dinas Wakil Bupati Jombang. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Nasional, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (Ma’arif NU) HZ Arifin Junaidi menyesalkan carut-marutnya pelaksanaan ujian nasional (UN), sampai ada pengunduran jadwal UN di sebelas Provinsi.

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

“Peristiwa yang baru pertama kali terjadi sepanjang penyelenggaraan UN ini tak semestinya terjadi, dan tak boleh terulang lagi,” kata Arifin dalam rilisnya yang disampaikan kepada Duta Masyarakat, Senin (15/4).

Dikatakan Arifin, carut-marut UN ini jangan sampai mengorbankan para siswa peserta UN dengan isu-isu yang meresahkan. Ia juga berharap hal ini tidak kemudian dipolitisasi dan memperkeruh masalah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami intruksikan kepada para pengurus Ma’arif, khususnya di seluruh cabang di sebelas Provinsi terkait, untuk ikut mengawasi dan menghindari politisasi kasus ini. Kami juga intruksikan kepada seluruh pengurus Ma’arif di Indonesia untuk ikut mengawasi berlangsungnya UN agar tak terjadi kebocoran atau kecurangan yang menodai pelaksanaan UN,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepada para pengurus Ma’arif di sebelas Provinsi yang jadwal UN nya diundur, Arifin juga mengintruksikan agar bisa menenangkan suasana sehingga para siswa tak terganggu dalam mempersiapkan diri mengikuti UN. 

“Pengurus wilayah maupun cabang di sebelas Provinsi terkait diharapkan segera memberikan penjelasan kepada para siswanya, dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di daerah masing-masing, juga lembaga terkait lainnya,” paparnya.

Arifin juga meminta para siswa di Sekolah Ma’arif seluruh Indonesia untuk tak tergoda oleh isu kebocoran UN, agar tetap fokus mengikuti UN. 

“Kami juga mendorong pihak yang terkait dengan masalah keterlambatan pencetakan soal UN sehingga menimbulkan pengunduran UN di sebelas Provinsi agar segera ditindak,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Nasional, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU?

Pelawak Cak Lontong menguraikan pengalamannya bersinggungsn dengan tradisi, tokoh, dan warga NU. Menurut dia, orang NU itu santai, tidak ribet, dan bisa mengurusi dirinya sendiri. Dan tentu saja sangat kental dengan nuansa budaya.

Hal itu dikemukakannya beberapa saat sebelum tampil di peringatan Hari Lahir NU ke-91 di halaman gedung PBNU, Jakarta, 31 Januari lalu, sembari memilih batik NU yang cocok untuk dikenakannya.

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU?

Berikut wawancara lengkap Cak Lontong dengan Abdullah Alawi dari Kedung Sukun Adiwerna Tegal:

Sejak kapan Anda mengenal NU?Saya dari dulu suporter NU memang, mulai zaman kuliah.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Maksudnya suporter itu bagaimana?

Oh iya, saya kan Gusdurian. Zaman Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU 1984-1999) lawan siapa dulu, Abu Hasan, zaman Orde Baru itu, zaman itu kan lagi rame-ramenya Gus Dur sama Orde Baru, penggemar Gus Dur, mulai itu. Tahun berapa itu?

Tahun 1994, Muktamar Cipasung

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Iya, betul, saya manut sampeyan. Sampeyan lebih tahu.?

Pada 1994 Anda berpihak ke Gus Dur, cara pandang Anda waktu itu bagaimana?

Sebenarnya kan tahun 1994 itu saya mahasiswa. Pada tahun 1994 itu tidak ada mahasiswa yang berpihak pada pemerintah. Kalau berpihak, berarti bukan mahasiswa, itu cari gelar. Kalau mahasiswa, tidak ada tahun segitu yang senang Orde Baru, tak ada. Nah, Abu Hasan kan produknya Orde Baru. Dulu kan melihatnya begitu.?

Yang menarik dari Gus Dur itu apa?

Secara kulturnya adalah orang Jawa, Jawa Timur, kulturnya tidak jauh-jauh. Terus humornya juga, selera humornya luar biasa. Gus Dur itu lawaknya universal sebenarnya.?

Sebelumnya 1994 sama sekali tidak mengenal NU?

Bukan sama sekali, saya kan kenal Gus Ipul (H Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur), sudah lama, rektor saya Pak Nuh, orang NU, dulu kuliah.

Oh ya, tadi Anda bilang sebagai supporter NU. Akan sampai kapan menjadi supporter NU?

Ya terus dong. Masa mau pindah ke MU.

Supporter dalam bentuk apa?

Apa ya, kalau orang merasa cocok, karena saya juga, satu, saya kan orang Jawa.

Masa kecil tidak pernah dengar NU?

Udah. Dulu saya punya topi banyak tak bordir, topiku dulu tak bordir NU kalau zaman SMA, kuliah topiku masih bordiran NU. Kecil di kampung tahlilan ikut, dzikir wida. Tetangga saya dulu modin.

Kesan bersinggungan dengan orang-orang NU bagaimana?

Nyantai, nyantai tidak ribet. Terus budayanya itu kental. Misalnya acara gini kan harlah NU, ulang tahun, nyantai aja peringatannya, walaupun Nahdliyin pada datang rame, tidak perlu nyari gedung harus penuh. Enak, ya nyantai. Menurut saya, orang NU itu bisa mengurus dirinya sendiri, tidak ngerepoti. Kalau ada acara, yang datang tak mau ngerepoti tuan rumahnya.?

Ada kritik untuk NU?

Wah, kalau itu saya tidak perlu.





Ke anak-anak Cak Lontong pernah memperkenalkan NU?

Oh anak saya tahu NU. Anak saya yang SMA dan SMP tahu NU. NU tahu. Walaupun tak jadi pengurus, tapi follower, tahu.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi

Yogyakarta,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Prof Nizar Ali mengatakan, perbedaan bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk dibagi. Dengan berbagi, masalah kemanusiaan dan permasalahan bangsa ini bisa diselesaikan secara bersama-sama.

“Aktor penting dalam membendung radikalisme adalah penyuluh agama. Karena penyuluh ini kan memiliki basis umat yang kuat,” katanya dalam membukan acara Outbond Kerukunan Umat Beragama (KUB) para Penyuluh Agama Honorer (PAH) di Komplek Kraton Ratu Boko, Minggu (23/8) kemarin lusa.

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi

Outbond dinilai efektif dalam menjalin kerukunan karena sudah menyatu dalam kontek berbangsa dan bernegara. “Kegiatan serupa hatus dikembangkan dan terus digalakkan,” ajak pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Guru Besar Bidang Hadtis ini menambahkan, PAH harus memberikan penyuluhan agama dengan ramah dengan bingkai keragaman. Perbedaan itu untuk dinikmati keindahannya. Jika ada orang yang melanggar koridor-koridor agama, maka orangnya yang bermasalah bukan agamanya. Oknum itulah yang bermasalah, karena agama tidak mengajarkan kerukunan dan perdamaian.

Dengan kegiatan outbond KUB ini diharapkan terjalin kerja sama dan keharmonisan antara penganut agama. Untuk membangun sebuah bangunan yang kokoh diperlukan kebersamaan, toleransi, tim work, persaudaraan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Outbond KUB PAH lintas agama ini diikuti sekitar 50 orang. Mereka ada yang dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Sebelumnya Kanwil Kemenag DIY mengadakan Outbond KUB dari mulai pelajar lintas agama, pemuka lintas agama, penyuluh lintas agama, dan selanjutnya guru lintas agama.(suhendra/abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Nasional, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pencetus Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, KH Muhammad Hasyim Asy’ari oleh Sayyid Muhammad As’ad Shihab disebut sebagai peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam pidato apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

“Atas peranannya yang begitu dahsyat, Sayyid Muhammad As’ad Shihab menyebutkan dalam salah satu karyanya bahwa KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah awwalu wadi’ labinati istiqlali Indonesia (? ? ? ? ?), Peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiai Said di hadapan 50.000 santri yang mengikuti apel akbar itu.

Selang beberapa bulan setelah terjadi pertempuran dahsyat di Surabaya, lanjutnya, di mana sipil dan santri menjadi aktor utamanya, mata dunia perlahan mulai terbuka. Mereka mengakui fakta baru bahwa Indonesia adalah negara yang telah merdeka dan berdaulat.

Kiai asal Cirebn ini menegaskan, tanpa Resolusi Jihad NU tentu tidak pernah ada peristiwa 10 November. Tanpa Resolusi Jihad NU, kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945, tentu akan tercabik-cabik kembali oleh upaya pengambilalihan kedaulatan yang dimotori tentara NICA.?

Menurutnya, nilah wujud ajaran dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari yang meletakkan kewajiban bela negara adalah sama pentingnya dengan kewajiban membela agama. "? ? ? ?" (cinta Tanah Air adalah bagian dari iman).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Marilah kita jadikan momentum Hari Santri 22 Oktober untuk meneguhkan kesetiaan mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain

Kota Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, Dr H Moh. Adnan MA meminta kepada warga NU tidak perlu gelisah dengan kepergian KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pasalnya akan tumbuh Gus Dur-Gus Dur lain yang tetap konsisten memperjuangkan Pluralisme.



NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain

“NU memiliki stok yang kelak mempejuangkan pluralisme selain Gus Dur. Insya Allah akan tumbuh Gus Dur-Gus Dur lainnya,” ungkap Moh. Adnan saat melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal masa bakti 2008-2013, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Jawa Tengah Ahad (3/1.)

Menurutnya, selama ini banyak orang menilai Gus Dur sinis, karena statemennya yang seringkali menimbulkan kontroversi. Namun itulah kehebatan Gus Dur, seorang tokoh NU dan bapak pluralisme. “Kalau statemennya tidak ada menimbulkan kontroversi, tentunya orang tersebut bukan tokoh, di situlah hebatnya Gus Dur,” ungkap Adnan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ditambahkan, Gus Dur adalah pembela semua umat, ia tidak memandang agama maupun golongan. Dengan Islam ahli sunnah waljamaah, Gus Dur disebutkan sebagai ‘Bapak Pluralisme’. Bahkan DPR telah mengusulkan agar Gus Dur menjadi pahlawan nasional. “Sebagai warga NU tentunya kita bangga, mempunyai bapak seperti beliau,” ujarnya.

Adnan menegaskan, apa yang telah dirintis oleh Gus Dur, warga NU harus bisa menarik garis, bahwa yang benar harus ditegakan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Adnan juga berharap kepada Pengurus NU yang baru dilantik jangan seperti bulan purnama. Artinya, memberi penerangan hanya dalam satu bulan sekali. “Itupun kalau kebetulah suasananya kondusif. Tapi kalau lagi musim hujan, tentu tak kelihatan,” ujarnya berfilosofi yang disambut ger.

Pengasuh Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU KH Mustofa Aqil Siradj menyampaikan tausiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Majelis Tarbiyatul Mubtadi’in, Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu memberikan gambaran tentang pentingnya pengabdian tidak setengah-setengah.

Sebagaimana dicontohkan para sahabat Nabi yang dengan ketabahan dan perjuangannya sepenuh hati menjaga Nabi SAW. “Kita pun perlu menjaga ulama dengan selalu dekat dan menjaganya dengan sepenuh hati,” ajaknya.

Ketua panitia, Drs Purwahyo ketika dikonfirmasi terkait keterlambatan pelantikan PCNU Kota Tegal yang sempat molor hingga dua tahun mengatakan, pihaknya tidak tahu karena itu wewenang PBNU yang menandatangani SK. “SK baru turun pada bulan Agustus 2009, Meski sekarang baru dilantik namun pengurus telah bekerja sesuai program-programnya,” terang Purwahyo.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tegal, Dr H Basukiyatno keterlambatan pelantikan justru membuat matang para pengurus. “Ibarat buah yang masih ranum, agar matang maka disimpan dulu,” ujarnya.

Meski tahapan pemilihan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tegal sudah tersusun lebih kurang dua tahun lalu, tapi kepengurusannya baru dilantik. Barangkali, inilah salah satu keunikan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang bernama NU. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock