Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Para kiai membaca puisi pada “bedah buku dan pentas seni dan budaya” PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta di aula PWNU Jl. MT Haryono, Selasa malam (14/05). Para kiai itu adalah Mustasyar PWNU KH Munawwir AF dan Wakil Sekretaris PWNU DIY H. Masyhuri.
| Para Kiai itu Baca Puisi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Para Kiai itu Baca Puisi
KH Munawwir AF membacakan puisi berjudul Laporanku kepada Mbah Hasyim. Puisi tersebut menceritakan? amanah yang diemban sebagai penerus perjuangan Hadrotuys Syekh KH Hasyim Asyari, pendiri NU; juga kepada ajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja). H. Masyhuri membacakan puisi berjudul Kita adalah Satu.Aula PWNU riuh rendah dengan pembacaan puisi-puisi. Para peserta antusias mendengarkannya, lantaran puisi tersebut bukanlah sembarang puisi, karena didedikasikan kepada sang maha guru, KH Hasyim Asy’ari. Seorang ulama pendiri NU, sekaligus pahlawan kemerdekaan Negara Indonesia.
?
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kemudian puisi berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana dibacakan Taufiqurrahman, salah satu perawakilan dari PCNU DIY:“Ku pergi tahlil kau bilang amalan jahil
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Aku baca shalawat burdah kau bilang itu bid’ahLalu aku harus bagaimana?......
Aku bertawasul dengan baik kau bilang aku musyrik
Aku ikut majlis dzikir kau bilang aku kafir
Lalu aku harus bagaimana?....
Aku shalat pakai niat kau bilang aku sesat
Aku mengadakan maulid kau bilang gak ada dalil yang valid
Lalu aku harus bagaimana?....”
Selain Taufiqurrahman, para anak muda NU juga tak mau kalah. Mereka ikut membaca puisi, yakni Sundari, aktivis Mata Pena. Juga Ahmad Muhlis Amrin, sastrawan muda NU berbakat.
Redaktur ? ? : Abdullah Alawi
Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal
