Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Subang menggelar pertemuan Halal Bihalal di pesantren At-Tawazun, Kalijati, Subang, Rabu (13/8). Pertemuan yang dihadiri ratusan warga ini, melibatkan sejumlah komponen warga mulai dari jajaran perangkat kabupaten, Kemenag Jabar, jajaran Muspida, dan elemen pemuda di kabupaten Subang.

PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan

Tampak hadir dalam pertemuan ini Bupati Subang Ojang Sohandi, Wakil Bupati Imas Aryumningsih, Kepala Kankemenag Jabar Ahmad Bukhori.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, Halal Bihalal cukup mengakar bagi masyarakat Indonesia, terlebih lagi Nahdliyin. Halal Bihalal menjadi sebuah mmomentum penting untuk meneguhkan simpul-simpul masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kendati hari ini ada isu-isu yang bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi kebangsaan, NU tetap konsisten mengawal cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi kami, siapapun yang merongrong keutuhan NKRI, secara otomatis layak dijadikan musuh bersama,” kata Kiai Musyfiq.

Sementara Ojang menyatakan apresiasinya atas pertemuan kebangsaan yang digagas PCNU Subang. Menurut dia, solidaritas dan persaudaraan kebangsaan yang dimiliki NU merupakan bagian dari implementasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karenanya, semua elemen masyarakat dari kalangan ulama, umaro, orang kaya, dan orang miskin, merupakan satu kesatuan di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk ini,” kata Ojang.

Tampil sebagai penyampai taushiyah dalam pertemuan ini ialah Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama KH Manarul Hidayat. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Selama ini, masyarakat tidak tahu apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap mereka.

Akibatnya, banyak program pemerintah yang gagal di masyarakat. Ia mencontohkan program penataran P4, yang tak berbekas di masyarakat karena mereka hanya ikut dengan alasan untuk mendapatkan sertifikat saja.

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Demikian pula, NU saat ini sama sekali tidak ikut dan diajak bicara oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) soal mau diapakan Indonesia ini ke depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jika masyarakat tidak memahami, pasti akan ada akibatnya,” katanya dalam peluncuran buku “Jalan Terbaik Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim” yang merupakan kerjasama antara WWF-Indonesia dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklin (LPBI-NU).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kang Said juga menjelaskan tentang salah kaprah istilah ulama. Al Qur’an menyebut kata ulama selama dua kali, pertama yaitu orang yang faham tentang alam semesta, atau bisa dikatakan sebagai teknokrat. Selanjutnya Qur’an menyebut kata ulama terkait dengan ilmuwannya bani Israel.

“Termasuk ahli lingkungan bisa dikatakan sebagai ulama,” paparnya.

Kerusakan yang terjadi di dunia, juga telah disebutkan dalam Al Qur’an karena terjadinya keserakahan manusia sehingga bumi rusak dan hancur. “Pengelolaan terhadap alam membutuhkan keseimbangan, seperti disimbolkan oleh angka 11,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar menegaskan, situasi perubahan iklim saat ini ada pada point of no return atau tak bisa kembali ke titik sebelumnya.

Untuk mengatasi ini, dibutuhkan kerjasama seluruh umat manusia untuk merubah gaya hidupnya agar ramah lingkungan, apalagi jumlah penduduk di muka bumi sudah mencapai 7-8 milyar manusia.

“Perlu melibatkan organisasi-organisasi yang peduli terhadap lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran untuk berlaku ramah pada lingkungan,” paparnya.

Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Efransjah menyatakan kerjasama dengan NU dilakukan mengingat NU memiliki jejaring sosial yang luas. “Akan ada kerja nyata di pesantren,” tandasnya.

Penandatanganan Kesepakatan bersama antara WWF-Indonesia dengan PBNU terkait dengan penanganan isu lingkungan hidup dengan menumbuhkan kesadaran dalam perspektif religius. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Nahdlatul Ulama, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertingal, dan Transmigrasi menggelar Expo Potensi Desa di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, 13-15 Oktober 2016.

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa

Beragam kekayaan dan potensi unggulan desa ditampilkan dalam Expo ke-2 tahun ini setelah di Sumatera Barat pada 23-25 September 2016. Expo Potensi Desa merupakan agenda tahunan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Tahun lalu kegiatan sejenis dihelat di enam lokasi, yakni Cianjur, Bondowoso, Demak, Banyuasin, Maros, dan Banjarmasin.

Expo Potensi Desa ke-2 tahun 2016 di JCC sendiri dibuka langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Dijelaskan bahwa Expo Potensi Desa merupakan peluang bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta untuk masuk dan terlibat langsung dalam pembangunan desa.

"Melalui Expo Potensi Desa ini, kami berharap mitra-mitra kerja dari BUMN maupun swasta dapat terdorong untuk turut berpartisipasi dalam membangun desa," ujar Mendesa Eko saat membuka Expo Potensi Desa 2016 di JCC, Jakarta, Kamis (13/10).

Dalam Expo Potensi Desa ini, sejumlah mitra usaha yang ikut berpartisipasi. Diantaranya BNI, Bulog, BRI, BTN, Pegadaian dan beberapa mitra lainnya. Keterlibatan mitra strategis ini dapat memacu proses pembangunan desa yang menjadi komitmen pemerintahan Jokowi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mendes Eko menjelaskan, peserta Expo Potensi Desa tentunya menampilkan keunikan yang khas serta memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini menjadi momentum penting bagi semua kalangan, termasuk pemerintah dalam memetakan potensi desa. Juga momentum bagi setiap daerah memamerkan, memasarkan, dan memajukan produk unggulannya.

"Kami berharap kegiatan ini akan menjadi wadah interaksi dan saling bertukar informasi untuk kemajuan daerah, bagi para peserta expo, dan juga masyarakat serta dunia usaha. Mari kita saling menginspirasi. Mari kita bergerak bersama memajukan produk unggulan daerah mewujudkan Gerakan Nasional Satu Desa Satu Produk," tegas Mendes Eko.

Mendes Eko menjelaskan, Expo Potensi Desa merupakan sarana bagi desa-desa untuk menunjukkan kepada publik berbagai potensi yang layak dikembangkan ke level yang lebih tinggi. Expo ini juga menjadi sarana sosialisasi capaian kinerja Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, baik dalam hal regulasi maupun program unggulan Kementerian.

Pembukaan Pameran Expo Potensi Desa 2016 di JCC berlangsung meriah. Apalagi acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. Dengan demikian, kolaborasi pemerintah dalam mempercepat program Desa Membangun akan semakin lekas tercapai. Red: Mukafi Niam

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar

Coxs Bazar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pemerintah Bangladesh berencana memulangkan 100.000 pengungsi Muslim Rohingya ke negara asalnya, Myanmar, dalam rombongan pertama repatriasi etnis yang menjadi korban kekerasan militer ini.

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar

Menteri senior Obaidul Quader, Jumat (29/12) sebagaimana dilansir AFP, mengatakan, daftar 100.000 nama telah dikirim ke pemerintah Myanmar pada Jumat sehingga repatriasi dapat dimulai pada akhir Januari di bawah kesepakatan antara Bangladesh dan Myanmar.

Lebih dari 655.000 Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine, Myanmar, mencari perlindungan di Bangladesh sejak eskalasi kekerasan oleh militer setempat pada akhir Agustus. Orang Rohingya terpaksa lari dari tempat asal, menerobos hutan, laut, dan sungai dalam kondisi memprihatinkan. PBB menyebut tragedi ini sebagai upaya pembersihan etnis.

Jumlah ini menambah daftar sebelumnya yang mencapai lebih dari 300.000 orang yang sudah tinggal cukup lama di tenda-tenda pengungsian setelah mendapat kekerasan di negara mayoritas penganut Buddha tersebut.

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani sebuah kesepakatan pada November lalu yang memungkinkan pemulangan dari 23 Januari mendatang. Banyak kelompok bantuan dan diplomat meragukan bahwa Rohingya yang ketakutan akan setuju pulang ke daerah asalnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Quader mengatakan bahwa pemulangan akan dimulai segera setelah sekelompok pejabat dari kedua negara menyelesaikan daftar nama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abul Kalam Azad, komisaris bantuan pemerintah untuk pengungsi Rohingya, mengatakan repatriasi akan dimulai setelah Myanmar memverifikasi daftar tersebut dan pihak berwenang di Bangladesh mendapat persetujuan dari para pengungsi yang bersedia.

Sebagian besar pengungsi Rohingya yang didatangi AFP di kamp-kamp tersebut bersikeras tidak mau pulang karena menilai Rakhine masih tidak cukup aman. Para diplomat mengaku ragu Myanmar akan mengizinkan pulangnya Rohingya dalam jumlah sebanyak itu.

(Baca juga: Nelangsanya Nasib Anak-anak Rohingya di Bangladesh)Menurut Azad, hampir 1 juta Rohingya tinggal di Bangladesh, banyak di antaranya telah berada di sana selama beberapa dekade. Myanmar telah sepakat untuk menarik kembali para pengungsi yang tiba sejak Oktober 2016, diyakini berjumlah sekitar 700.000 orang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU mengadakan rapat kerja Nasional Satuan Komunitas (Sako) Pramuka di Pondok Pesantren Al Ittihad Poncol Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang, Sabtu-Ahad (31/10-1/11). Kegiatan yang dibuka ketua PBNU H Hanief Saha Ghofur ini membahas agenda program kerja Sako Pramuka lima tahun kedepan.

Menurut ketua ? PP LP Maarif H Arifin Junaidi, Sako Pramuka Maarif Nasional terbentuk tahun 2013 sesuai amanat pasal 32 ayat (1) UU nomor 12/2010 tentang gerakan pramuka. Hingga kini, 12 pengurus wilayah/provinsi LP Maarif juga sudah membentuk Sako Pramuka Maarif ? Kwartir Daerah yakni, Lampung, Jawa Barat, Jatim, Jateng, Yogyakarta, Kalsel, Kalbar, Maluku Utara, Banten, NTB, Kaltim, dan Ternate.

Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi

"Untuk membentuk kwartir provinsi syaratnya berdiri minimal 5 kwartir daerah/kabupaten, sementara kwartir kabupaten harus sudah ada 5 gudep. Jadi kalo dihitung rata-rata satu gudep 5 ribu anggota secara kesuluruhan anggota gudep 300 ribu," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengatakan, keberadaan Sako Pramuka bertujuan meningkatkan pengembangan sikap bagi anak didik terutama anggota pramuka di lingkungan Maarif sehingga membantu di dalam proses pendidikan dan kegiatan belajar mengajar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kegiatan belajar mengajar bukan hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan saja, melainkan juga mampu mengembangkan karakter siswa melalui Pramuka ini," kata Arifin.

Ketua Panitia Rakernas ? H Muchsin Ibnu Djuhan mengatakan, Rakernas ? ini dimaksudkan untuk memperkuat eksistensi Pramuka-pramuka di lingkungan madrasah-sekolah NU. Targetnya untuk merumuskan petunjuk tata laksana administrasi organisasi dan program kerja sako, adat sako, pola, dan mekanisme pembinaan anggota. "Rakernas ini yang pertama kali sejak dikukuhkan kepengurusan Sako Nasional tahun 2015 ini," jelasnya.

Dikatakannya, Pramuka merupakan salah satu diantara pembelajaran yang sifatnya ekstrakurikuler yang berhasil meningkatkan karkater anak didik. ? Pramuka mampu meningkatkan karakter siswa menjadi anak yang disiplin, cerdas, dinamis, dan kreatif.

"Makanya Kita bangkitkan kembali gugus depan (gudep) pramuka di lingkungan madrasah-sekolah Maarif karena banyak makna-makna penting dalam membangun karakter anak," tandasnya.

Di pondok pesantren Al Ittihad ini, PP LP Maarif juga menggelar Raker pengurus pusat dengan agenda merumuskan program kerja. ? Diantara program pokok PP LP Maarif periode 2015-2020 adalah penguatan aqidah ke-aswaja-an kader NU, penguatan kelembagaan, dan satuan pendidikan, peningkatan mutu pendidik, dan tenaga kependidikan. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebanyak 160 pesantren yang memiliki sekolah menengah kejuruan (SMK) dilibatkan dalam program penanaman padi dengan metode modern berpola agrobisnis yang dicanangkan Institut Keguruan Ilmu Pendidikan? (IKIP) Veteran atau biasa disingkat Ivet Semarang.

Menurut Rektor Ivet Semarang Dr Bambang Triono, program penanaman padi yang dikerjakan bersama para santri tersebut merupakan perwujudan identitas Ivet Semarang sebagai Teacerpreneur Campus.

160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang

"Pesantren itu pasti membekali santrinya dengan jiwa wirausaha. Ini kami jodohkan dengan tagline kami sebagai Teacerpreneur Campus. Maka kami gandeng SMK berbasis pesantren dalam program agrobisnis ini," terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bambang mengungkapkan hal itu dalam acara Seminar Entrepreneur dan Soft? Launching Dies Natalis Ivet Semarang di auditorium? kampus setempat di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2016).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Entrepreneur College Jakarta Drs A Khairussalim lkhs selaku pemimpin program agrobisnis tersebut melanjutkan, saat ini telah dilakukan penanaman padi metode modern agrobisnis di lahan seluas 7 hektare. Semua tanah itu dipinjam atau disewa dari pesantren atau pengasuhnya.

Ia menyebutkan, bagus sekali respon para kiai maupun lembaga pondok pesantren atas programnya tersebut. Kesamaan tekad membangun kemandirian dan mendidik mental wirausaha, membuat pihaknya banyak ditawari lahan pertanian untuk diikutkan dalam program penanaman modern tersebut.

"Program agrobisnis kami ini, menanam dengan pola modern, nantinya hasil panennya bisa lima kali lipat daripada model lama, dan kami ingin menguasai bisnis beras organik setidaknya di Jawa Tengah. Prospeknya sangat bagus," bebernya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Tegal, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Kita sekarang berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi Ramadhan datang menghampiri kita. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan. Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa? Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Syeikh Nawawi Banten di dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai umatnya, puasa sunah yang dilakukan Nabi SAW ini penting untuk kita amalkan. Meskipun tidak mampu meniru sepenuhnya apa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW, paling tidak kita coba berpuasa semampunya selama bulan Sya’ban. Selain mendapatkan ganjaran, puasa Sya’ban dapat melatih diri sendiri agar siap melakukan puasa wajib Ramadhan.

Biasanya, orang yang tidak terbiasa berpuasa tentu akan merasa berat melakukan puasa sebulan penuh pada Ramadhan. Untuk itu, biasakan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban agar nanti di bulan Ramadhan organ lambung tidak terkejut bila tidak beraktivitas selama siang hari.

Demikian pula bagi perempuan yang belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, Sya’ban adalah momen terbaik untuk mengqadha puasa. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan nanti, utang puasa belum dibayar tuntas. Semoga kita mampu mengamalkan sunah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Fragmen, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock