Minggu, 26 November 2017

Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Grand Final Liga Santri Nusantara 2017, beberapa jam lagi digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad (29/10). Panitia LSN memberikan kesempatan kepada koordinator regional untuk menceritakan kesiapan timnya kepada awak media. 

Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren

Koordinator Ragional Jawa Barat I yang mewakili Darul Hikmah memiliki kesempatan pertama untuk menjelaskan timnya.

Menurut dia, di final ini yang bertemu adalah Darul Huda dan Darul Hikmah. Sama-sama dimulai darul yang artinya rumah. Bedanya nama belakang, yang satu hikmah, yang satu huda. Jika menggunakan pendekatan makna harfiah, yang satu berarti kebijaksanaan, yang satunya lagi berarti petunjuk. 

“Berdasarkan valuenya, antara hikmah, kebijaksaan dan huda, petunjuk, jelas kebijaksanaan lebih tinggi,” katanya disambut gelak tawa dan tepuk tangan awak media.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut ia menjelaskan, timnya memang tidak diunggalkan masuk ke final. Namun, perjalanan sampai semifinal membuktikan Darul Hikmah tangguh. 

“Darul Hikmah, untuk mencapai final dengan mengalami dua kali adu penalti. Dari sisi ini kita lebih siap. Secara fisik, pemain Darul Hikmah tidak terlalu besar, tapi kita mengandalkan teknik. Saya yakini lebih unggul Darul Huda. Mari kita tonton teknik pertandingan Darul Hikmah lebih unggul,” jelasnya.  

Ia kembali meyakini bahwa timnya layak juara karena Cirebon, sebagai perwakilan region Jabar 1 adalah tuan rumah di kota Bandung. 

Koordinator Regional Jawa Timur I Habib Mustofa mengakui penjelasan Azis memang benar adanya. Hikmah lebih tinggi dari Huda. Kebijaksanaan lebih tinggi dari petunjuk. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena bijaksana itulah, lanjut pria yang akrab disapa Toev ini, Darul Hikmah akan bijaksana ketika mengalami kekalahan dari Darul Huda. 

Ia menambahkan, teknik itu bukan satu-satunya di Liga Santri. Namun, harus ada suwuknya. Tak hanya itu, sebelum datang, ke Jawa Barat, Darul Huda sudah meminta izin kepada pemilik Cirebon, Sunan Gunung Jati.

“Sunan Gunung Jati sudah mengizinkan Darul Huda menang. Dan tadi, Gus Azis sudah kena suwuk saya saaat ngopi bersama,” tutupnya. 

Namun, di atas semua itu, lanjutnya, di LSN adalah persahabatan. Dalam pertandingan pasti ada ada yang menang dan kalah. Kalah dan menang adalah persahabatan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock