Blitar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar, Jawa Timur mengutuk dan mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang menangkap kader PMII se-Madura. Polisi menangkap mereka saat menyampaikan aspirasi dan pendapat terkait kunjungan Presiden SBY ke Madura.
| PMII Blitar Kecam Keras Tindakan Represif Kepolisian di Madura (Sumber Gambar : Nu Online) |
PMII Blitar Kecam Keras Tindakan Represif Kepolisian di Madura
Kami menggugat tindakan aparat keamanan yang telah merampas hak penyampaian aspirasi dan pendapat di depan publik, ujar Ketua PC PMII Blitar Mahatir Muhammad kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Jumat (6/12).Menurutnya, tindakan represif polisi telah menciderai nilai-nilai demokrasi dalam bernegara dan melanggar hukum khususnya UU No. 9 Tahun 1998. “Seharusnya pihak aparat keamanan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan penyampaian aspirasi sahabat PMII se-Madura yang menyuarakan aspirasi rakyat,’’ katanya.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Apabila dalam waktu 24 jam sahabat-sahabat PMII Madura tidak dilepaskan, maka PMII Blitar siap mengerahkan ratusan kadernya untuk menjemput sahabat-sahabat kami yang ditangkap,” tegas Mahatir Muhammad.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Ia menambahkan, PMII Blitar meminta rezim SBY-Boediono mundur bila mereka antikritik. Rezim ini harus sadar diri, mereka dibiayai rakyat untuk menjalankan pemerintahan. Jadi, apabila kinerjanya dinilai kurang baik, maka sangat wajar kalau rakyat menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran kepada rezim SBY-Boediono. (Ika/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal
