Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sesuai sebutannya, perpustakaan ini hanya menyediakan beberapa buku, biasanya hanya dalam hitungan puluhan, di tempatkan di kotak kecil dengan aneka bentuk di depan rumah-rumah warga.
| Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online) |
Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia
Orang bisa membaca, meminjam, atau menyumbangkan buku."Pekan lalu, kami mendapatkan 11 buku baru," kata Kevin Sullivan, salah seorang pengelola perpustakaan mini di Bethesda, di pinggiran Washington DC, kepada kantor berita AFP dan dilansir oleh BBC Indonesia.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Perpustakaan ini sebagai hadiah untuk istri saya. Ia kutu buku," katanya.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Sullivan punya koleksi 30 buku di kotak yang ia tempatkan di depan garasi rumahnya, sebagian adalah buku-buku anak.Mendunia
Ia dan istrinya tinggal tidak jauh dari sekolah dan mereka berharap orang tua dan murid menyempatkan waktu membaca buku-buku tersebut.
Konsep perpustakaan mini diperkirakan lahir di satu kota kecil di negara bagian Wisconsin pada 2009 ketika Todd Bol membangun rumah buku untuk menghormati ibunya yang baru saja meninggal.
Di rumah buku itu ia tempatkan koleksi buku-buku milik orang tuanya dan di atasnya ditulis papan pengumuman berbunyi "buku-buku gartis".
Tak lama kemudian tetangga-tetangga Bol mengikuti jejaknya dengan membuat kotak dengan aneka ukuran dan bentuk dan mengisinya dengan buku.
Kotak buku ini biasanya ditaruh di depan garasi atau di pagar rumah.
Kini perpustakaan mini menyebar hingga Ukraina dan Pakistan.
Pada Oktober lalu Bol mengirim tak kurang dari 20 perpustakaan mini ke Ghana.
"Sekarang ada 15.000 perpustakaan mini di 55 negara, di 50 negara bagian. Rata-rata ada 700-1.000 perpustakaan mini muncul setiap bulannya," kata Bol. (mukafi niam)
Foto: BBC
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal
