Kamis, 01 Maret 2018

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang

Tokyo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pada pekan lalu, Sinta Nuriyah Wahid dan putrinya, Alissa Qotrunada berkunjung ke Jepang. Selain mengisi kuliah umum di Soka Gakkai Tokyo, keduanya menyempatkan diri bersilaturahim dengan Muslimat NU dan PCINU Jepang di Hotel New Otani Chiyoda-ku Tokyo, Kamis 26 Oktober lalu. 

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang

Pada kesempatan tersebut hadir pengurus Muslimat NU Jepang yaitu Anggita Aninditya (Ketua I) dan Erika Herliana (Sekretaris). Turut hadir juga Rais Syuriah PCINU Jepang Ali Amin dan Ketua Tanfidziah PCINU Jepang Miftakhul Huda.

Alissa menyampaikan kepada yang hadir bahwa NU adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nonpolitik dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alissa, posisi PCINU Jepang sebaiknya difokuskan untuk melawan dan mengikis radikalisme yang kian marak berkembang akhir-akhir ini dengan menggalakkan konsep keluarga dalam NU yaitu Keluarga maslahah sebagai kunci ketahanan keluarga.

“Ciri dalam keluarga maslahah adalah bapak dan ibu yang saleh, anak-anak yang abror (baik), rezeki yang cukup, dan pergaulan yang baik di mana para anggotanya memiliki akhlak NU yaitu mabadi khaira ummah," jelasnya melalui siaran pers Muslimat NU Jepang yang diterima Senin (30/10). 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alissa, mabadi khaira ummah adalah sebuah prinsip moral yang bertumpu pada lima pilar yaitu ash-shidq (kejujuran), al amarar wal wafa bilahdi (menunaikan semua kewajiban yang sudah dijanjikan), aladalah (obyektif, proporsional, dan taat asas), at-taawun (tolong menolong), dan istiqomah (berpendirian teguh),” 

Dengan begitu, lanjut Alissa, dapat menjelma menjadi sikap kemasyarakatan NU yaitu tawasuth (di tengah), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), i’tidal (lurus), ukhuwah (islamiyah, watoniyah, basariyah), dan amar ma’ruf nahi munkar. 

“Para aktivis NU di mana pun berada harus mampu menampilkan diri dengan bertumpu pada nilai-nilai tersebut,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock