Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sedikitnya 30 orang anggota Muslimat NU dari sembilan desa di tiga kecamatan di kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan menjahit dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Probolinggo, Senin hingga Rabu (21-23/9).
| Muslimat NU Sembilan Desa Latihan Menjahit (Sumber Gambar : Nu Online) |
Muslimat NU Sembilan Desa Latihan Menjahit
Mereka datang dari desa Curahtulis, Pamatan, Dungun dan Tongas Kulon kecamatan Tongas. Selanjutnya dari desa Sumbersuko, Tamansari, Tegalrejo, dan Randuputih kecamatan Dringu. Terakhir dari desa Pajurangan kecamatan Gending.Kasubbit Partisipasi Masyarakat Bapemas Probolinggo Siti Kholifah mengatakan, pelatihan ini digelar dengan tujuan agar masyarakat yang tergabung dalam Muslimat NU bisa berdaya sehingga bisa membantu tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan mencegah kerentanan kemiskinan di Probolinggo.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Pelatihan ini diberikan agar masyarakat memiliki keterampilan dan mampu mencetak wirausaha baru, khususnya di kalangan Muslimat NU. Sebab salah satu kunci agar kemiskinan bisa berkurang, maka masyarakat harus bisa mandiri dengan mengenali potensi diri dan potensi daerahnya masing-masing,” ujarnya.Menurut Siti, dengan pelatihan ini diharapkan nantinya bisa mencetak wirausahawan baru dan masyarakat yang mandiri untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Jika masyarakat bisa mandiri dan kreatif, maka kemiskinan bisa terus diturunkan. Kuncinya, masyarakat harus mau keluar dari kemiskinan dengan potensi dirinya,” tegasnya.Sulastri, salah satu anggota Muslimat NU mengaku bersyukur diberikan kesempatan untuk belajar mengikuti pelatihan pembuatan konveksi. “Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, kami bisa trampil dan mampu menghasilkan karya yang benar-benar dapat diterima oleh masyarakat,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal
