Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini bersilaturahim dengan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di Yogyakarta, Selasa (31/10). Dalam silaturrahim tersebut, sejumlah persoalan kebangsaan dan keagamaan dibicarakan secara serius.
| Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan
"Kami terus ingin membangun peradaban masyarakat yang di satu sisi majemuk namun di sisi lain sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan, kesadaran akan perbedaan, dan keterbukaan," jelas Helmy.Nilai-nilai tersebut, utamanya kesadaran akan realitas yang majemuk dan berbeda disadari masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama bagi semua pihak. Maka untuk mengatasinya semua pihak harus bersinergi.
Sementara itu, Cak Nun berpesan agar NU bisa menjadi Jam’iyah yang mengayomi yang keputusan-keputusannya berlandaskan tujuan untuk menegakkan keadilan dan kebijakaanaan.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Gerakan NU harus sudut pandangnya adalah kebijaksanaan dan mengayomi. Itu yang paling penting," ungkap Cak Nun. (Red: Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
