Minggu, 14 Januari 2018

NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jika saat ini, pemikiran para kiai dan ulama di lingkungan nahdliyyin didominasi oleh Mazhab Syafii, dalam 10-15 tahun ke depan, akan terjadi pluralisme pemikiran mazhab akibat banyaknya anak muda yang belajar di berbagai negara yang menganut mazhab non Syafii.

Demikian diungkapkan oleh Waki Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan dalam silaturrahmi PBNU yang diikuti oleh jajaran mustasyar, syuriyah, tanfidziyah dan ulama para kiai pesantren, Selasa (31/7).

NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab

“Saya memperkirakan tidak lebih dari 15 tahun mendatang, syuriyah kita ada yang mengikuti mazhab Maliki atau Hanafi, ini kalau tidak kita fikirkan sekarang, akan ada benturan diantara kita sendiri,” jelasnya.

Dikatakan oleh Mantan Menteri Agama ini bahwa saat ini lebih dari 1000 anak-anak muda NU belajar di Marokko, Syiria Aljazair, Libya, dan Turki dengan pemeluk agama Islam yang mengikuti Mazhab Maliki dan Hanafi. Menurut AD/ART NU, terdapat empat mazhab yang mungkin diikuti oleh nahdliyyin meliputi Mazhab Syafii, Maliki, Hanafi, dan Hambali.

Saat ini kitab Malikyah, Hanafiyah juga sudah banyak beredar di Indonesia seperti Azzuhaili, Assyobuni, Ramadhan al Buthi, dan lainnya. “NU muda atau kiai muda saat ini yang dibaca sudah fikih perbandingan, kita belum membuat semacam satu aturan bagaimana yang dinamakan tanadzud didalam NU,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mantan Rektor Universitas Islam Malang ini juga menjelaskan para fuqoha atau ahli fikih yang kompeten di tingkat internasional saat ini meskipun mengaku mengikuti mazhab tertentu, tetapi mereka lebih menjaga reputasi ilmiahnya daripada mengikuti pemikiran satu mazhab saja.

“Mereka sebagai fukoha lebih menjaga reputasi ilmiah daripada reputasi mazhabnya. Yang dianggap memiliki dalil yang paling kuat, itu yang diikuti meskipun tetap menyatakan saya Syafii, saya Hanafi dan lainnya,” ungkapnya.

Dikatakannya saat ini kuliah syariah dengan pemikiran imam Syafii terbaik di dunia masih terdapat di Syiria dengan pengajar para fukoha yang memiliki reputasi internasional. (mkf)



Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock