Senin, 07 Agustus 2017

Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Progresif Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri mengatakan, doa adalah tiang agama, penerang langit dan bumi. Jika umat ini mempunyai khazanah spiritual yang diwujudkan dengan doa, insyaallah solusi dari Allah akan turun, bencana akan diangkat. Karena senjata orang mukmin adalah doa.

Apabila seseorang mau berdoa, lanjut kiai yang akrab disapa Gus Ali ini, hal itu menunjukkan bahwa tiang-tiang agama yang di ada hati orang tersebut masih berdiri tegak. Semakin kuat keimanan seseorang, semakin kuat istiqamah dalam berdoa. Itulah kekayaan bangsa Indonesia yang sulit ditandingi bangsa-bangsa lain.

?

Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir

"Kita banyak mengalami ketimpangan, bencana melanda di mana-mana, tapi di sisi lain, manusia mempunyai hubungan vertikal yang kuat kepada Allah, sehingga di sana banyak rentetan jalan keluar dan keberkahan senantiasa diberikan kepada manusia," kata Gus Ali saat memberikan keterangan kepada awak media usai istighotsah kubro, di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (9/4).

?

Gus Ali berharap, melalui momen istighotsah ini mampu menjadi sebuah langkah cerdas dan positif bagi siapa pun yang hadir dan menyaksikan bahwa kekuatan doa dan kekuatan umat Islam tidak bisa dipandang sebelah mata. Jaya dan tidaknya Republik Indonesia, katanya, sangat ditentukan dengan jaya dan tidaknya Islam di Indonesia. Jaya dan tidaknya Islam di Indonesia sangat ditentukan dengan jaya atau tidaknya Nahdlatul Ulama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

"Kalau di Indonesia ini saya contohkan seperti bus, penumpang terbesar adalah umat Islam. Bila bus ini berjalan lancar dan aman, yang menikmati adalah umat Islam. Apabila bus ini jalannya oleng sampai nabrak dan terbakar, korban terbesar adalah umat Islam dan korban kedua adalah jamiyah Nahdlatul Ulama," katanya.

?

Gus Ali menyatakan bahwa kegiatan istighotsah ini jangan dipandang sekadar wirid dan dzikir. Akan tetapi sebuah upaya merangkul umat, menyatukan umat dalam satu barisan mengawal NKRI agar tetap utuh, mengawal ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), basyariyah (persaudaraan kemanusiaan), nahdlyiyah (persaudaraan ke-NU-an), dan Islamiyah (persaudaraan keislaman). Semuanya itu tetap dikawal dengan semangat, gairah dan kesadaran baru. (Moh Kholidun/Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Amalan, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Gus Ali: Istighotsah Bukan Sekadar Wirid dan Dzikir di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock