Selasa, 18 Juli 2017

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai pemerintah gagal dalam membangun perekonomian Tanah Air. Menurut dia, klaim pertumbuhan ekonomi 6,5 persen ternyata tidak diikuti pemerataannya di kawasan pedesaan,

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi

Hal itu disampaikan kiai yang akrab disapa Kang Said ini usai menandatangani nota kesepahaman bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di bidang pembangunan ekonomi pedesaan di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (1/8).

Menurut Kang Said, kekayaan atau sumber-sumber ekonomi selama ini masih dikuasai oleh kalangan tertentu saja. Pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan perihal ketimpangan ekonomi di masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ada yang namanya dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang katanya dananya triliunan, sasarannya orang miskin dan pengusaha, tapi yang menikmati masih (orang kaya) itu-itu saja,” katanya.

Sikap ini, jelasnya, tidak selaras dengan ajaran al-Qur’an yang menghendaki kekayaan yang ada di tangan pemerintah tidak hanya berpusar di lingkungan orang kaya saja. Rasulullah mencontohkan, di kala memimpin harta rampasan perang dibagi, termasuk ke anak yatim dan orang miskin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kita sudah bosan, harta kita lagi-lagi itu yang pegang. Lagi-lagi itu,” ujarnya.

Kang Said juga menafsirkan surat at-Tin sebagai ayat yang menggambarkan tentang pangan (tin), energi (zaitun), konversi (turisinin). Kedaulatan untuk ketiga unsur itu adalah milik rakyat guna menciptakan negara yang tentram (baladil amin) sebagaimana diharapkan.

Karena itu, Kang Said menyambut baik kerja sama antara NU dan BUMN yang peduli dengan nasib perekonomian di kawasan pedesaan. Ia menambahkan, sudah seharusnya BUMN melakukan hal ini.

“Itu tanggung jawab pemerintah untuk memeratakan ekonomi,” tuturnya.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Quote, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock