Senin, 12 Juni 2017

Bagaimana Sebuah Ideologi Bisa Memicu Diskriminasi?

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ideologi harus sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan agama, jika tidak demikian akan memicu munculnya sikap diskriminasi suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Begitu juga peran laki-laki kepada perempuan yang terkadang menimbulkan sikap diskriminasi, melecehkan, dan tidak memperlakukan sesuai hak-haknya.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Ahmad Samsul Rijal. Menurutnya, ideologi dan orientasi dasar setiap individu dan atau kelompok hendaknya tak terlepas dari nilai-nilai keagamaan sebagai acuan utama.

Bagaimana Sebuah Ideologi Bisa Memicu Diskriminasi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Sebuah Ideologi Bisa Memicu Diskriminasi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Sebuah Ideologi Bisa Memicu Diskriminasi?

“Maka seluruhnya diatur berdasar ikatan transaksional. laki-laki dan perempuan diikat dalam kesepakatan formal bila berumah tangga, pelembagaan peran perempuan untuk menjamin tidak diutik-utik dan demi kesetaraan,” ujarnya, Selasa (22/3).

Rijal, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa peran dan hak perempuan seyogyanya berjalan pada arah positif sesuai norma agama dan juga aturan perundang-undangan Negara. Sehingga nilai kesetaraan dalam upaya-upaya tertentu bisa terwujud. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ikatan-ikatan yang demikian telah masuk dalam norma positif peraturan perundang-undangan. Bahkan demi kesamaan hak setiap orang berdasar nilai universal, dapat beraktivitas dan menguasai sumber daya Indonesia, dan tidak boleh ada pembatasan di dalamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan sistem pengkelasan peran dan hak laki-laki dan perempuan akan menghambat perkembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya pada nilai-nilai universal kemanusiaan. 

“Para komprador kapitalis di Indonesia sudah jauh meninggalkan kelas dari menengah ke atas, sehingga mereka pun mengatur sistem agar seluruhnya berjalan sesuai kehendak kebebasan berdasar nilai universal,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Warga nahdliyin yang kata Mbah Wahab Chasbullah sebagai Under Holder (pemilik negara, pemegang saham); masih jauh berada di bawah (kelas rendah dalam piramida), bersesak-sesakan, berkompetisi dan saling sikut ingin naik kelas,” tandasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Fragmen, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Bagaimana Sebuah Ideologi Bisa Memicu Diskriminasi? di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock