Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengungkapkan sejarah penamaan Halal bi halal yang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
| Kiai Said Ungkap Pencetus Istilah Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai Said Ungkap Pencetus Istilah Halal Bihalal
"Halal bihalal ini ciri khas Islam Nusantara. Ini silaturahim,"kata Kiai Said Aqil Siroj saat menyampaikan sambutan pada acara Halal bi Halal dan Sarasehan Netizen NU sekaligus Harlah ke-14 Kedung Sukun Adiwerna Tegal di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/7).Manurut dia, yang memberi nama halal bihalal itu adalah salah seorang pendiri NU, Kiai Wahab Chasbullah tahun 1948 atas permintaan Bung Karno.
Istilah itu diterima dengan baik dan selalu digunakan hingga sekarang. Bahkan semakin populer. Kepopuleran istilah itu sampai tingkat regional atau wilayah ASEAN.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kiai Said melanjutkan, halal bihalal adalah warisan Islam Nusantara. Islam bukan hanya menghormati budaya, tapi Islam yang yang dibangun di atas infrastruktur budaya."Kemudian kita pertahankan, kita perkuat sebagai infrastruktur agama," ujarnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idKedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Amalan, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal
