Minggu, 17 September 2017

Inilah Data Hisab Lembaga Falakiyah NU tentang 1 Syawal 1438 H

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengimbau umat Islam khususnya warga NU untuk menunggu hasil rukyat dan sidang itsbat terkait kepastian tanggal Idul Fitri 1438 Hijriah.

Inilah Data Hisab Lembaga Falakiyah NU tentang 1 Syawal 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Data Hisab Lembaga Falakiyah NU tentang 1 Syawal 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Data Hisab Lembaga Falakiyah NU tentang 1 Syawal 1438 H

Lembaga Falakiyah PBNU akan menyelenggarakan rukyat di seluruh Indonesia pada Sabtu, 24 Juni 2017. NU menggunakan metode penghitungan astronomis atau hisab untuk membantu pelaksanaan rukyat hilal.

Berdasarkan data hisab Lembaga Falakiyah PBNU, posisi hilal markaz Jakarta pada tanggal 29 Ramadhan 1438 H setinggi 3 derajat 47 menit 47 detik di atas ufuk. Ijtima’ atau kongjungsi berlangsung pada Sabtu (24/6) pukul 09:34:11 WIB. Keadaan hilal miring ke selatan dengan durasi 17 menit 23 detik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan data ini, 1 Syawal 1438 Hijriah diprediksi jatuh pada Ahad, 25 Juni 2017, atau persisnya sejak Sabtu petang, momen ketika hilal kemungkinan dapat dilihat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Meski demikian Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri mengingatkan, rukyat tetap menjadi dasar penentu awal Ramadhan, awal Syawal, dan awal Dzulhijjah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah. Sedangkan hisab yang bersifat prediktif itu digunakan oleh NU untuk membantu pelaksanaan rukyat. Tidak dapat menggantikan rukyat.

“Apabila laporan pelaksanaan rukyat dapat melihat hilal, maka jadi penentu awal Syawal jatuh hari Ahad, 25 Juni 2017. Tetapi apabila tidak dapat melihat hilal, maka umur Ramadhan 1438 H diistikmalkan (digenapkan) menjadi 30 hari,” tutunrya.

Ia menambahkan, laporan hasil rukyat akan disampaikan dalam sidang itsbat yanag diselenggarakan Kementerian Agama RI pada Sabtu mendatang. Menteri Agama berhak memutuskan awal Syawal 1438 H untuk menjadi pedoman masyarakat. Kemudian NU mengikhbarkan.

“Proses penentuan yang dilakukan NU ini, didasarkan pada ajaran Rasulullah saw dan sekaligus komitmen NU untuk melaksanakan kesepakatan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI dan Ormas Islam se-Indonesia tahun 2003. Kesepakatan itu menyatakan bahwa penentuan awal bulan Ramadlan, Syawal, dan Dzulhijjah didasarkan pada metode rukyat dan hisab,” ujarnya. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Inilah Data Hisab Lembaga Falakiyah NU tentang 1 Syawal 1438 H di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock