Banjar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat, sepakat menolak ajakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk bergabung dalam satu organisasi. Berdasarkan hasil Munas-Konbes NU 2014, PBNU memberi tenggang waktu hingga Muktamar 2015 untuk kembali kepangkuannya.
| PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan (Sumber Gambar : Nu Online) |
PMII Kota Banjar: Kembali Menginduk ke NU Tak Relevan
Penolakan ini muncul dalam sebuah diskusi PC PMII Kota Banjar di kantor sekretariat setempat, di Jalan Cibeureum, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Senin (10/11).Diskusi rutin tersebut memberi tanggapan terhadap imbauan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mengatakan, Independensi PMII terjadi saat NU aktif sebagai Partai Politik. Setelah NU bukan lagi partai politik seyogianya PMII kembali ke pangkuan NU.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Nampaknya kurang relevan PMII meniru IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang menjadi onderbouw ormas Muhammadiyah jika dalil yang dipakai adalah NU saat ini sudah tidak lagi menjadi partai politik,” kata Ketua PC PMII Kota Banjar Muhafid.Menurutnya, di berbagai kampus yang berlatarbelakang Muhammadiyah justru yang relatif dominan bukan IMM, melainkan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), atau PMII.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Apakah kegagalan model ini yang perlu ditiru? Kiranya, perlu kembali diingat bahwa secara historis PMII lahir ketika NU menjadi partai politik dan bukan pada saat menjadi ormas," imbuh Muhafid.PMII Kota Banjar menilai, PMII lebih tepat tetap independen, sementara NU fokus terhadap kondisi umat Islam yang semakin tergerus oleh Wahabi dengan mengoptimalkan badan otonom, lajnah, dan lembaga NU. (Wahidan-Ahmad M/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Nahdlatul, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal
