Selasa, 24 Januari 2017

Hadapi Kelompok Pemecah Belah, Nahdliyin Didorong Jaga Persatuan

Rembang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Melihat semakin maraknya munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Awani Syaroni, Ahad (6/3) lalu mengungkapkan keprihatinannya. Dia juga berpesan kepada warga Nahdliyin untuk mengutamakan persatuan.

Kiai Awani menjelaskan, upaya orang-orang yang tidak suka terhadap NU semakin merajalela. Banyak hal yang dilakukan untuk memecah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Hadapi Kelompok Pemecah Belah, Nahdliyin Didorong Jaga Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Kelompok Pemecah Belah, Nahdliyin Didorong Jaga Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Kelompok Pemecah Belah, Nahdliyin Didorong Jaga Persatuan

"Begitu banyak kelompok yang ingin merongrong persatuan ditubuh NU. Mereka muncul dari berbagai arah, mulai dari lembaga pendidikan seperti kampus, pondok, dan madrasah," terangnya.

Dia menambahkan, iming-iming yang disampaikan pun semakin unik dan membuat kaum muda tertarik, seperti kawin kontrak, boleh meninggalkan shalat dan lain-lain. Kita harus bisa membentengi diri, keluarga, dan saudara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut dia mengatakan, kita jangan sampai tergoda, walaupun setan akan selalu menggoda kita, memang itu tugasnya. "Nak pengen gak diganggu setan, yo mbolo setan. (kalau ingin tidak diganggu setan, ya jadi temannya)," terangnya.

Pihaknya mengungkapkan, bahwa ciri-ciri akhir zaman saat ini telah muncul, mulai dari banyaknya aliran, dan ketaqwaan manusia yang semakin menurun. Bukti lain dengan adanya hal-hal yang diluar nalar manusia juga telah terjadi, seperti pernikahan sejenis.

"Warga NU harus bisa menjaga diri, menjaga keluarga dan saudara. Jangan mudah terprovokasi sama pihak luar, jaga keutuhan NU dengan persatuan. Juga jangan salah memilih pemimpin, orang Islam harus berusaha dipimpin orang Islam," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai sepuh yang masih aktif mengajar di salah satu madrasah yang ada di komplek pondok pesantren Sarang Kabupaten Rembang tersebut juga menunjukkan sebuah video bayi yang bermata satu dalam ponselnya.

"Ini juga termasuk bukti tanda datangnya akhir zaman, munculnya bayi bermata satu, yang mana sebagai penggambaran wujud Dajjal," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Hadapi Kelompok Pemecah Belah, Nahdliyin Didorong Jaga Persatuan di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock