Bandar Lampung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Wakil Ketua Tanfidziyyah PWNU Lampung Juwendra Asdiansyah memberikan beberapa tips bagaimana mendeteksi konten hoaks di dunia maya.Menurut Pemimpin Redaksi duajurai.co ini, mendeteksi konten hoaks atau bukan adalah dengan melihat asal media yang memunculkan, merilis ataupun membagi konten tersebut.
| Ini Tips Menghindari Konten Hoaks di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ini Tips Menghindari Konten Hoaks di Dunia Maya
"Situs atau website lembaga resmi atau bukan, media arus utama atau bukan; jika blogspot atau blog pribadi lihat profil pemilik, pengelola atau penulisnya; ada tim redaksinya tidak, alamat tercantum atau tidak; jika tidak ada, hampir pasti media abal-abal," terangnya di Bandar Lampung, Selasa (19/12).Selanjutnya warganet harus melihat dari siapa sumber berita yang memunculkan konten tersebut, apakah memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang baik atau tidak.
"Apalagi kalau sumbernya anonim, ada deh, atau sebut saja kumbang, patut diduga itu info ngawur tak bertepi. Dalam hal ini berlaku lihat siapa yang mengatakan, bukan cuma apa yang dikatakan," ujar pria yang biasa disapa Bang Juwe ini.
Jika konten internet tersebut memberikan sebuah hasil penelitian lanjutnya, harus diteliti kapan penelitiannya, lembaga apa yang meneliti, siapa yang bicara mewakili lembaga tersebut, kapan informasi hasil penelitian dirilis dan dalam momen apa penelitian tersebut disampaikan. Apakah via konferensi pers, wawancara wartawan, seminar, diskusi dan sebagainya.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Dalam Islam, hadis itu ada tingkatannya. Dari yang sahih hingga yang dhaif. Level itu terutama ditentukan oleh siapa perawinya. Kalau perawinya tidak jelas, kapasitas atau rekam jejaknya meragukan, apalagi cacat moral, atau terputus rantai periwayatannya (sanad) maka ia tergolong hadis dhaif. Jika datang ke rumah Anda orang yang tidak Anda kenal dengan tampilan yang aneh mengatakan sekarang ada pembagian sembako gratis dan uang Rp 1 juta di kelurahan, apa serta merta Anda berlari keluar rumah?" analoginya.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Lebih lanjut, Bang Juwe menjelaskan bahwa berita atau artikel yang baik di dunia maya bisa dilihat dari judul berita atau artikel dengan bahasa yang baik, tata bahasa merujuk KBBI dan EYD, tidak bernada menghina, mengejek, sadis atau cabul. Hal ini bisa dilihat dari bahasa yang digunakan termasuk tanda baca yang digunakan.Berita hoaks atau bukan juga bisa dideteksi dari masuk akal atau tidaknya dan sering menggunakan bahasa yang "lebay" seperti Heboh, sebarkan, viralkan, aminkan dan sejenisnya.
"Mari pelihara akal sehat. Hidup sudah berat, jangan ditambah berat dengan informasi sesat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal
