Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Buku "Meluruskan Doktrin MTA, Kritik Atas Dakwah Majlis Tafsir Al-Quran di Solo" ternyata mendapatkan respon positif dari pembaca.
Buku yang diterbitkan Muara Progresif Surabaya ini tidak semata diminati kalangan pecinta MTA (Majlis Tafsir Al-Quran) di sekitar Solo, juga beberapa warga yang penasaran dengan kelompok pengajian yang cukup meresahkan tersebut.
| Buku Kontra MTA Laku Keras (Sumber Gambar : Nu Online) |
Buku Kontra MTA Laku Keras
"Beberapa kalangan sudah memesan buku ini," kata Tirmidzi Munahwan, Direktur Muara Progresif kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Surabaya, Selasa (29/1). Tirmidzi -sapaan akrabnya- bercerita, sejak diterbitkan awal Januari 2013 lalu, sudah sekitar dua ribu buku yang telah dipesan pelanggan.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Hampir semua kota tertarik dengan buku ini," katanya. "Bahkan ada juga dari luar Jawa," lanjut alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Tirmidzi berterimakasih atas respon berbagai kalangan terhadap buku tersebut. "Ini adalah ikhtiar kami untuk membentengi akidah warga dari rongrongan faham diluar Ahlus Sunnah wal Jamaah," kata bapak satu anak ini. "Termasuk kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal dan media cetak yang bersedia menerima resensi dan resume buku tersebut," ungkapnya.Apa yang telah dilakukan beberapa media baik cetak maupun elektronik sangat membantu sampainya informasi buku tersebut kepada masyarakat, khususnya warga NU. "Sinergi ini harus terus dibina dan dipertahankan," harapnya.
Terlepas dari itu semua, Tirmidzi berharap agar warga dan para fungsionaris NU untuk terus membina dan memupuk kebersamaan demi tetap terjaganya aqidah Aswaja. "Sehingga kita dapat melestarikan Islam yang rahmatan lilalamin di bumi Nusantara ini," pungkasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Saifullah
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal
