Magelang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH As’ad Said Ali menghadiri dialog pramuktamar NU yang berlangsung di Gedung PCNU Kab Magelang, Senin (6/7) kemarin. Kegiatan ini dihadiri para pengurus NU se karesidenan Kedu, Banyumas dan Yogyakarta.
| As’ad Said Ali: Muktamar Dilandasi Semangat Satu Abad NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
As’ad Said Ali: Muktamar Dilandasi Semangat Satu Abad NU
As’ad Said mengatakan, Muktamar ke-33 NU di Jombang merupakan salah satu muktamar paling penting karena baru pertama sejak NU berdiri tahun 1926 muktamar diselenggarakan di Jombang sebagai kota asal para pendiri NU. Selain itu Muktamar diselenggarakan menjelang peringatan satu abad NU.“Muktamar kali ini dilandasi semangat menyambut satu abad NU.Organisasi NU adalah organisasi kemasyarakatan yang sangat kuat memegang tawasuth (moderat), tawazun (proporsional) dan tasamuh (toleran),” katanya.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
NU dianggap paling cocok untuk mengatasi berbagai persoalan keagamaan yang berkembang. Dikatakannya, warga Muslim di Afghanistan bahkan meniru mendirikan organisasi "NU Afganistan" atau "NUA" dengan format yang mirip dengan NU yang ada di Indonesia.Menurut As’ad, NU akan tetap menjadi ormas Islam yang besar bersih dan berwibawa, serta rahmatan lil alamin. Meski demikian, ia tidak memungkiri, penataan dan konsolidasi organisasi perlu terus dilakukan di lingkungan internal NU menghadapi berbagai tantangan dan perubahan.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Ditambahkan, pada usia menjelang 100 tahun NU dihadapkan dengan beberapa perkembangan baru. Antara lain, warga NU sudah tersebar tidak hanya terkonsentrasi di desa tetapi juga di kota-kota besar di Indonesia, mengutip salah satu hasil survei yang menyebutkan 58,8 warga muslim di 10 kota besar di Indonesia mengaku menjadi bagian dari NU.Selain itu, generasi NU sudah tidak didominasi oleh para ahli agama Islam. “Kita sekarang punya kekuatan baru yakni kalangan bisnisman, birokrat, akademisi, politisi dan kaum profesional. Semua ingin bergabung menguatkan NU tapi tidak tahu jalannya. Ini perlu kita pikirkan, kalau tidak kader kita ini akan diambil orang lain,” katanya. (Red: Anam)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, Pondok Pesantren, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal
