Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Banyaknya persoalan yang mendera bangsa Indonesia mulai dari korupsi, suap, asusila, kekerasan rumah tangga, dan segudang persoalan lainnya, menuntut warga Indonesia yang mayoritas beragama untuk mengintrospeksi diri. Mereka perlu mempertanyakan kembali sejauh mana makna keberagamaan itu sendiri.
Demikian dikatakan Katib Aam PBNU KH Malik Madani ketika ditanya Kedung Sukun Adiwerna Tegal perihal semangat harlah 91 tahun NU, Senin (19/5) malam.
| Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional
Kiai Malik menilai perhatian umat beragama terfokus pada kesalehan ritual. “Umat beragama di Indonesia tampak hanya mengejar peribadatan formal. Mereka sudah merasa cukup beragama hanya dengan melakukan rutinitas ibadah formal.”Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Padahal, tujuan puncak dari agama ialah kesalehan moral baik secara individu maupun sosial. Tujuan pengutusan Nabi Muhammad Saw dimaksudkan untuk membenahi moral masyarakat yang bobrok.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Selain ‘makarimal akhlaq’, riwayat Ahmad menyatakan Rasulullah diutus untuk menyempurnakan shalihal akhlaq, kesalehan moral. Karena ritual itu wasilah, bukan tujuan,” terang Kiai Malik.Kalau pengamalan beragama berhenti pada kesalehan ritual, maka tidak heran banyak orang yang tampak rajin ibadah tetapi terjerumus dalam kejahatan sosial seperti korupsi atau melakukan praktik suap.
Mereka yang tidak pernah absen dalam ibadah formal, justru di lain pihak melakukan kejahatan-kejahatan, penipuan, dan kekerasan, kata Kiai Malik memberi contoh. Ia mengajak segenap warga Indonesia yang terkenal sebagai umat beragama untuk menyoal keberagamaannya.
“Introspeksi ini bukan hanya ditujukan kepada para politikus dan pengusaha, tetapi juga masyarakat secara umum,” tandas Kiai Malik. (Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal
