Senin, 10 April 2017

Gus Mus Resmikan Fiqh Sosial Institute

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri meresmikan lembaga baru bernama Fiqh Sosial Institute atau disingkat Fisi yang didirikan Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Malah (STAI Mafa) di auditorium kampus setempat di Pati, Jawa Tengah, Sabtu (15/3).

Ketua STAI Mafa H Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed mengatakan, Fiqh Sosial Institute sebenarnya sudah beraktivitas sejak dua tahun yang lalu. “Kami ingin bahwa Fiqh Sosial Institute itu menjadi lembaga yang menguatkan program riset akademik dan mampu mewujudkan impian pendiri STAI Mafa, sebagai kampus berbasis nilai-nilai pesantren,” ungkapnya.

Gus Mus Resmikan Fiqh Sosial Institute (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Resmikan Fiqh Sosial Institute (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Resmikan Fiqh Sosial Institute

Fiqh Sosial Institute didirikan dengan maksud ingin mengembangkan warisan pemikiran dan kiprah fiqih sosial almarhum Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh melalui sebuah lembaga penelitian.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Mus, sapaaan akrab KH A Mustofa Bisri, mengakui kredibilitas keilmuan Kiai Sahal. Menurut dia, penyusun kitab Thariqatul Hushul ‘ala Ghayatil Wushul ini mampu mengontekstualisasikan fiqih dengan persoalan-persoalan kotemporer. Kiai Sahal juga dinilai sanggup membahasakan bahasa pesantren dengan bahasa orang kota.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kiai Sahal itu ulama panutan. Beliau itu gabungan antar Kiai Wahab Chasbullah yang ahli ushul fiqh, dan Kiai Bisri Syansuri yang ahli fiqh,” ujar Gus Mus.

Fiqh Sosial Institute diresmikan bersamaan dengan peluncuran buku “Epistemologi Fiqh Sosial: Konsep Hukum Islam dan Pemberdayaan Masyarakat” yang ditulis peneliti sekaligus dosen STAI Mafa. Selain Gus Mus, hadir pula dalam acara itu Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof Dr Amin Abdullah dan Ketua PBNU Imam Aziz.

Amin Abdullah mengapresiasi pemikiran dan kiprah Kiai Sahal, serta riset yang dilakukan peneliti Fiqh Sosial Institute. “Cara berpikir Kiai Sahal bahwa perguruan tinggi yang didirikan berbasis nilai-nilai pesantren, itu luar biasa. Pemikiran ini sudah melampaui zaman, karena banyak di beberapa perguruan tinggi lain, bingung mau melangkah ke mana. Sementara di STAI Mafa, sudah jelas arahnya,” terangnya.?

Sementar itu Imam Aziz menyoroti sikap Kiai Sahal yang kerap lebih menunjukkan sikap tak banyak bicara dalam sejumlah kasus. “Yang menarik dari sikap Kiai Sahal adalah strategi ‘diamnya’. Di beberapa forum, sikap diam Kiai Sahal itu memang ada dasarnya,” katanya.?

“Beliau tidak ingin hal-hal yang penting diplintir oleh media, juga menjaga kehati-hatian. Pemikiran Kiai Sahal juga senada dengan Gus Dur, ketika mendiamkan teks. Yakni proses untuk membiarkan hal-hal kontemporer dan sensitif dari pesantren, agar direspons masyarakat dulu,” imbuhnya.? (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Pondok Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Gus Mus Resmikan Fiqh Sosial Institute di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock