Selasa, 20 Desember 2016

PBNU Minta Banser Syiarkan Nilai-nilai Peradaban

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Setelah memahami perihal peradaban, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meminta badan semi otonom GP Ansor atau Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mensyiarkannya kepada publik.

"Perhatikan. Semua kelompok bertempur di Timur Tengah mengatasnamakan Islam. Kenapa demikian?" ujar Gus Yahya itu di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/3).

PBNU Minta Banser Syiarkan Nilai-nilai Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Banser Syiarkan Nilai-nilai Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Banser Syiarkan Nilai-nilai Peradaban

Kepada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, Juru Bicara Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu kemudian menegaskan berharganya peradaban.

"Dengan adanya peradaban, kita punya kesempatan memperbaiki kualitas hingga mendekatkan diri pada Tuhan. Tanpa ada peradaban, kerusakan akan selalu terjadi," kata ia lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mencontohkan dampak perang Syiria. Dalam kurun waktu lima tahun, 300 ribu orang mati. 80 persen atau sebanyak 240 ribu yang mati ialah orang-orang yang tidak ikut perang, terkena peluru tersasar, hingga pecahan bom. Lebih dari dua per tiganya anak-anak dan perempuan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Sebagai orang tua. Bagaimana jika anak kita sakit panas? Pasti sahabat-sahabat yang sudah punya anak akan bingung. Para mujahidin itu ngerti tidak sih? Punya anak tidak sih? Ibu-ibu ketakutan, berlarian menggendong anaknya akibat kerusakan (perang) mereka ciptakan? Maka saya katakan, peradaban itu penting dan berharga," kata dia.

Contoh nyata dari berharganya peradaban ialah corak Islam Nusantara. Karena Islam datang untuk menyempurnakan dan tidak untuk merusak, maka para wali dan dzuriyah nabi penyebar Islam di Indonesia tidak merusak yang ada, tapi memperbaiki.

Itulah satu alasan kenapa NU teguh merawat tradisi dan menghormati kearifan lokal sebagai bagian dari peradaban dan meminta warganya untuk tidak berhenti mensyiarkannya, kata Gus Yahya. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal. PBNU Minta Banser Syiarkan Nilai-nilai Peradaban di Kedung Sukun Adiwerna Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock